Elemen dan Karakteristik Sistem Informasi Psikologi

Apa itu yang dimaksud dengan elemen dan karakteristik Sistem Informasi Psikologi? berikut pembahasannya..

Elemen-elemen Sistem

Menurut Laudon & Laudon (dalam Sukoco 2007) secara umum, sebuah sistem yang ideal memiliki elemen sebagai berikut:

  1. Input

Aliran sistem dimulai oleh input dari beberapa jenis sumber daya. Di dalam area kerja, jenis input yang biasa dijumpai adalah data, informasi, dan material yang diperoleh baik dari dalam maupun luar organisasi.

  1. Processing

Perubahan dari input menjadi output yang diinginkan dilakukan pada saat pemrosesan yang melibatkan metode dan prosedur dalam sistem, biasanya aktivitas ini akan secara otomatis mengklasifikasikan, mengonversikan, menganalisis serta memperoleh kembali data atau informasi yang dibutuhkan.

  1. Output

Setelah melalui pemrosesan, input akan menjadi output, berupa informasi pada sebuah kertas atau dokumen yang tersimpan secara elektronik.

  1. Feedback atau umpan balik

Pemberian umpan balik mutlak diperlukan oleh sebuah sistem, karena hal itu akan membantu organisasi untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem yang ada sekarang menjadi lebih baik lagi.

  1. Pengawasan

Pengawasan memiliki dimensi internal dan eksternal. Dimensi internal adalah kebijakan perusahaan dan prosedur sistem yang harus ditaati. Dimensi eksternal melibatkan negara, peraturan pemerintah, dan regulasi yang berdampak pada kebijakan sistem begitu juga etika, serta pertimbangan moral.

Karakteristik Sistem

Menurut Hutahaean (2015), sistem itu dikatakan sistem yang baik jika memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Komponen

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

  1. Batasan sistem (boundary)

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menujukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

  1. Lingkungan luar sistem (environtment)

Lingkungan luar sistem (environtment) adalah diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, jika tidak akan meengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

  1. Penghubung sistem (interface)

Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lain melalui penghubung.

  1. Masukan sistem (input)

Masukan adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem, dapat berupa perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukan agar sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Contoh dalam program sistem komputer adalah maintenance input, sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

  1. Keluaran sistem (output)

Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

  1. Pengolah sistem

Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran. Contoh sistem produksi akan akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, sistem akuntansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan keuangan.

  1. Sasaran sistem

Suatu sistem pasti mempunyai  tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

Contoh elemen dan karakter sistem dari model Sistem Informasi Psikologi:

Model Sistem Psikologi

FHFG

Tes APM (Advanced Progressive Matrices) disusun oleh J. C. Raven pada tahun 1943. Tes ini digunakan untuk remaja dan orang dewasa yang diprediksikan memiliki kemampuan di atas rata-rata. Terdiri dari 2 set non verbal. Set I disajikan dalam buku tes yang terdiri dari 12 soal dan set II terdiri dari 36 soal. Waktu yang dipelukan untuk mengerjakan tes ini adalah 35 menit, dimana 10 menit untuk  pengerjaan Set I dan 25 menit untuk Set II.

Alat tes APM adalah salah satu alat tes non verbal yang digunakan untuk mengukur kemampuan dalam hal pengertian dan melihat hubungan-hubungan bagian gambar yang tersaji serta mengembangkan pola pikir sistematis yang penyajiannya dapat dilakukan secara klasikal maupun individu. APM  tidak memberikan suatu angka IQ, akan tetapi menyatakan hasilnya dalam tingkat atau level intelektualitas dalam beberapa kategori, menurut besarnya skor dan usia subjek yang di tes, yaitu:

Grade I : Kapasitas Inteletual Superior

Grade II : Kapasitas Intelektual di atas Rata-rata

Grade III : Kapasitas Intelektual Rata-rata

Grade IV : Kapasitas Intelektual di bawah Rata-rata

Grade V : Kapasitas Intelektual Terhambat

Tujuan Sistem

Untuk mengukur intelegensi sesuai level pada kemampuan dalam melihat hubungan-hubungan bagian gambar yang tersaji yang menggambarkan intelektual orang normal, disamping untuk tujuan analisis klinis.

Elemen Sistem

  1. Masukan (input) : Memasukkan identitas/userpeserta saat registrasi dan informasi ini akan menjadi bahan untuk diolah saat tahap proses.
  2. Processing : Jendela pada layar akan muncul soal-soal bergambar dan user/peserta akan menjawab soal-soal bergambar tersebut dengan memilih salah satu jawaban yang benar.
  3. Keluaran (output) : Skor atau hasil yang didapatkan dari serangkaian tes APM. Skor dari tes APM ini akan menentukan tingkat atau grade intelegensi sesuai norma APM.
  4. Feedback atau umpan balik : Mengetahui tingkat atau level intelektualitas apa yang dimiliki.
  5. Pengawasan : Adanya  sistem yang melihat umpan balik dalam mengendalikan jalannya sistem tes dari input, proses sampai output agar berjalan dengan baik dan tidak adanya eror.

Karakteristik Sistem

  1. Komponen : Bagian-bagian yang mendukung pembuatan sistem Tes APMTes APM berisi 48 soal melengkapi gambar, yang terdiri dari set I berisi 12 soal dan set II berisi 36 soal.
  2. Batasan sistem (boundary) : Adanya batasan usia yang sesuai untuk pengguna tes APM ini.
  3. Lingkungan luar sistem (environtment) : Tes APM ini berbentuk gambar sehingga bebas budaya.
  4. Penghubung sistem (interface) : Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lain melalui penghubung.
  5. Masukan sistem (input) : Data user yang masuk ke dalam sistem yang telah diperoleh lalu di proses.
  6. Keluaran sistem (output) : Skor atau hasil yang didapatkan.
  7. Pengolah sistem :   Memberikan tanda (X) pada tiap kata yang dipilih atau meng-klik jawaban berdasarkan pilihan jawaban yang tersedia di bagian bawah soal.
  8. Sasaran sistem : Individu yang ingin mengetahui tingkat atau level intelektualitas apa yang dimiliki sesuai norma APM.

REFERENSI

Hutahaean, J. (2015). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish Publisher.

Sukoco, B. M. (2007). Manajemen administrasi perkantoran modern. Jakarta: Erlangga.

https://akarbk.wordpress.com/2011/08/13/tes-apm-advanced-progressive-matrices/

Definisi Sistem Informasi Psikologi

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (SIP)

Pengertian, Ruang Lingkup, dan Sejarah Psikologi Pendidikan

Apa itu sistem informasi psikologi? mari kita bahas satu persatu..

  1. Sistem

Menurut Eriyanto (2004), sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks.

Menurut Jogiyanto (2005), sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Menurut Sutabri (2012), sistem merupakan suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu.

Menurut Susanto (2013), sistem adalah kumpulan dari sub sistem apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.

Menurut Anggraeni dan Irviani (2017), sistem adalah kumpulan orang yang saling bekerja sama dengan ketentuan-ketentuan aturan yang sistematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan yang melaksanakan suatu fungsi untuk mencapai tujuan. Sistem memiliki karakteristik yaitu komponen sistem, batasan sistem, lingkungan luar sistem, penghubung sistem, masukan sistem, keluaran sistem, pengolahan sistem dan sasaran sistem.

Berdasarkan pendapat dari tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain dengan ketentuan-ketentuan atau aturan-aturan yang sistematis dan terstruktur dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu.

  1. Informasi

Menurut Bodnar dan Hopwood (2000), informasi adalah data yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan yang tepat dan benar.

Menurut Abdullah (2003), informasi adalah sebuah konsep yang kuat yang dapat diasosiasikan dengan beberapa penjelasan, bergantung pada kumpulan persyaratan-persyaratan dan kebutuhan-kebutuhan akan teori.

Menurut Ladjamudin (2008), informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti dan berguna bagi penerimanya untuk mengambil keputusan masa kini maupun masa yang akan datang.

Menurut Kusrini dan Kaniyo (2007), informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.

Menurut Haryadi (2009), informasi dapat didefinisikan sebagai hasil pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan kejadian-kejadian yang nyata.

Berdasarkan pendapat dari tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sebuah konsep data yang diolah sedemikian rupa dalam suatu bentuk yang bermanfaat bagi penerimanya sehingga bisa dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan.

  1. Psikologi

Menurut Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia, baik selaku individu maupun kelompok dan dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Menurut Wade dan Tarvis (2007), psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.

Menurut Basuki (2008), psikologi adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku sebagai menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional.

Menurut Fitriyah dan Jauhar (2014), psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah.

Menurut Parnawi (2019), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu dalam interaksi dengan lingkungannya.

Berdasarkan pendapat dari tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia sebagai menifestasi dari proses mental, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional, baik dengan individu, kelompok, maupun lingkungannya.

Jadi, apa itu sistem informasi psikologi?

Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain dengan ketentuan-ketentuan atau aturan-aturan yang sistematis dan terstruktur dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu.

Informasi adalah sebuah konsep data yang diolah sedemikian rupa dalam suatu bentuk yang bermanfaat bagi penerimanya sehingga bisa dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan.

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia sebagai menifestasi dari proses mental, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional, baik dengan individu, kelompok, maupun lingkungannya.

Berdasarkan definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem atau suatu kesatuan yang sistematis dan terstruktur yang memiliki tujuan untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi penerima berupa data tentang ilmu pengetahuan psikologi mengenai perilaku manusia dan proses mental seseorang.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Abdullah, A. (2003). Dasar-dasar ilmu perpustakaan dan informasi. Yogyakarta: Ilmu Perpustakaan dan Informasi IPI.
  2. Anggraeni, Y. E., & Irviani, R. (2017). Pengantar sistem informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset.
  3. Basuki, A. M. H. (2008). Psikologi umum. Depok: Universitas Gunadarma.
  4. Bodnar, G. H., & Hopwood, W. S. (2000). Sistem informasi akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
  5. Eriyanto. (2004). Teknik dan aplikasi pengambilan keputusan kriteria majemuk. Bogor: Grasindo.
  6. Fitriyah, L., & Jauhar, M. (2014). Pengantar psikologi umum. Jakarta: Prestasi Pustaka.
  7. Haryadi, H. (2009). Administrasi perkantoran. Jakarta: Visi Media.
  8. Jogiyanto. (2005). Analisis dan desain sistem informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
  9. Kusrini, & Kaniyo, A. (2007). Tuntunan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan microsoft SQL server. Yogyakarta: Penerbit Andi.
  10. Ladjamudin, A. (2008). Analisis dan desain sistem informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  11. Parnawi, A. (2019). Psikologi belajar. Yogyakarta: Deepublish.
  12. Susanto, A. (2013). Sistem informasi akuntansi. Bandung: Lingga Jaya.
  13. Sutabri, T. (2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
  14. Syah, M. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
  15. Wade, C., & Tarvis, C. (2007). Psikologi edisi kesembilan jilid satu. Jakarta: Erlangga.