Apa itu Internet Addiction Disorder?

  • Definisi Internet Addiction Disorder (Kecanduan Internet)

Internet Addiction Disorder (IAD), juga dikenal sebagai penggunaan internet yang bermasalah atau penggunaan internet patologis, mengacu pada penggunaan internet yang berlebihan yang mengganggu kehidupan sehari-hari. IAD adalah gangguan psikologis yang menyebabkan orang untuk menghabiskan begitu banyak waktu pada komputer yang mempengaruhi kesehatan, pekerjaan, keuangan, atau hubungan mereka.

  • Gejala Internet Addiction Disorder (Kecanduan Internet)

Kimberley Young menyebutkan beberapa gejala utama kecanduan berinternet, tanda-tanda orang kecanduan internet, yaitu:

  1. Pikiran pecandu internet terus-menerus tertuju pada aktivitas berinternet dan sulit untuk dibelokkan ke arah lain.
  2. Adanya kecenderungan penggunaan waktu berinternet yang terus bertambah demi meraih tingkat kepuasan yang sama dengan yang pernah dirasakan sebelumnya.
  3. Yang bersangkutan secara berulang gagal untuk mengontrol atau menghentikan penggunaan internet.
  4. Adanya perasaan tidak nyaman, murung, atau cepat tersinggung ketika yang bersangkutan berusaha menghentikan penggunaan internet.
  5. Adanya kecenderungan untuk tetap on-line melebihi dari waktu yang ditargetkan.
  6. Penggunaan internet itu telah membawa risiko hilangnya relasi yang berarti, pekerjaan, kesempatan studi, dan karier.
  7. Penggunaan internet menyebabkan pengguna membohongi keluarga, terapis dan orang lain untuk menyembunyikan keterlibatannya yang berlebihan dengan internet.
  8. Internet digunakan untuk melarikan diri dari masalah atau untuk meredakan perasaan-perasaan negatif seperti rasa bersalah, kecemasan, depresi, dan sebagainya

  • Jenis-jenis Internet Addiction Disorder

Kimberley Young menggambarkan lima jenis IAD berbeda, yaitu:

  1. Cyber sexual addiction/Kecanduan cyber sex (penggunaan situs internet porno atau ruang obrolan orang dewasa, adult fantasy role-play)
  2. Cyber relationship addiction/Kecanduan hubungan cyber (kecanduan jejaring sosial yang berlebihan menggunakan hubungan online untuk menggantikan teman dan keluarga yang nyata)
  3. Net compulsions/Jaringan kompulsif (Perjudian online, permainan saham online atau perdagangan online yang seringkali membawa konsekuensi masalah finansial atau masalah pekerjaan)
  4. Information overloads/Informasi yang berlebihan (berselancar online atau pencarian basis data secara kompulsif)
  5. Computer addiction/Kecanduan komputer (memainkan game komputer secara obsesif, seperti Solitaire atau Minesweeper, atau pemrograman komputer secara obsesif.)

Yang paling umum dari kecanduan Internet ini adalah cyber sex, judi online dan kecanduan hubungan cyber.

  • Contoh fenomena/berita tentang Internet Addiction Disorder

KOMPAS.com – Perbuatan seorang pemuda 19 tahun asal kota Nantong, Tiongkok ini benar-benar membuat geleng kepala. Dia memotong hingga putus tangan kirinya sendiri sebatas pergelangan dengan memakai sebuah pisau dapur

Si pemuda yang namanya tak disebutkan itu, menurut laporan The Telegraph yang dikutip Kompas Tekno, Minggu (8/2/2015), rupanya berpikiran ingin menyembuhkan diri sendiri dari “penyakit” kecanduan internet. Sayang, cara yang ditempuhnya terbilang ekstrim dan membuat miris.

“Kami tak bisa menerima apa yang telah terjadi. Ini benar-benar tak disangka. Dia seorang anak yang pintar,” ujar ibu sang pemuda kepada wartawan.

Si ibu mengatakan bahwa pada Rabu (4/2/2015) lalu anaknya itu menghilang dari kamar rumah sekitar pukul 11 malam. Di tempat tidurnya hanya terdapat lembaran kertas berisi tulisan pemberitahuan.

“Ibu, saya pergi ke rumah sakit sebentar,” bunyi tulisan tersebut. “Jangan khawatir karena saya akan pulang ke rumah malam ini.”

Rupanya sang pemuda yang hanya diidentifikasi dengan nama “Little Wang” itu diam-diam ke luar rumah dan memotong tangannya di sebuah kursi taman. Dia kemudian memanggil taksi untuk pergi ke rumah sakit, sementara potongan tangannya ditinggalkan tergeletak begitu saja di tanah.

Tim dokter di sebuah rumah sakit universitas setempat berhasil menyambungkan potongan tangan sang pemuda setelah ditemukan dan dibawa oleh polisi, tetapi belum diketahui apakah si pemuda nekat bakal kembali bisa menggunakan tangannya seperti dulu atau tidak.

 “Little Wang” adalah satu dari sekitar 24 juta “web junkie” atau pecandu internet yang diperkirakan berada di Tiongkok, negeri dengan jumlah populasi online sebesar 649 juta.

Pecandu internet adalah mereka yang demikian sering menghabiskan waktu di dunia maya sehingga seringkali melewatkan sekolah, atau bahkan jarang meninggalkan kamar tidur karena sibuk beraktivitas di ranah internet.

Di Tiongkok pun belakangan banyak bermunculan klinik dan pusat pelatihan ala militer untuk mengakomodir para pecandu internet yang ingin rehabilitasi.

Psikolog Tao Ran yang mengelola salah satu pusat rehabilitasi web junkie di Beijing mengatakan bahwa sekitar 14 persen pemuda di Tiongkok kini diperkirakan mengalami kecanduan internet.

“Mereka (pecandu internet) hanya melakukan dua hal, yakni tidur dan bermain (online),” kata Tao.

Fenomena ini pun telah menarik perhatian kaum politisi di  Tiongkok dan wilayah Asia Timur. Bulan lalu, misalnya, pemerintah Taiwan mengesahkan peraturan di mana orang tua bisa didenda jika membiarkan anaknya menggunakan “perangkat elektronik” dalam waktu lama.

Di Jepang, pusat-pusat “puasa internet” didirikan menyusul laporan yang menyebutkan bahwa ratusan ribu remaja di negeri sakura telah “menelantarkan” dunia nyata dan lebih giat berinternet. Di Tiongkok sendiri, di kota Shanghai, para orang tua diharuskan mencegah anaknya “merokok, minum alkohol, berkeliaran di jalan, serta terlalu asyik dengan mainan online dan online”.

Tao mengatakan bahwa langkah-langkah yang lebih tegas perlu dilakukan dalam menyikapi para pecandu internet. Anak-anak di bawah 7 tahun, menurut dia, harus dijauhkan dari internet dan game online. Remaja di bawah 18 tahun pun disebutnya perlu dilarang masuk ke kafe internet.

  • Mengatasi Kecanduan Internet

Kecanduan internet dapat terjadi karena seseorang mengalami stres, oleh karenanya hal ini juga perlu diatasi dengan memberikan obat antidepresan. Selain memberikan obat antidepresan, penderita juga dapat diberikan latihan fisik untuk mengurangi kadar dopamin. Selain itu, terapi perilaku kognitif dapat membantu dengan beberapa gejala kecanduan internet, seperti depresi dan kecemasan. Terapi ini bertujuan untuk mengubah perilaku kecanduan internet yang dialami

SUMBER :

https://tekno.kompas.com/read/2015/02/08/20450067/Kecanduan.Internet.Remaja.Potong.Tangan.hingga.Putus. 

http://www.referensisehat.com/2016/04/kecanduan-internet-gejala-penyebab-dan.html

https://psychscenehub.com/psychinsights/can-internet-addiction-lead-to-psychosis-a-case-report/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s