Dampak Psikologis dari Cyber Sex

Banyak laporan penelitian yang menyebut bahwa internet adalah salah satu penyebab terjadinya perselingkuhan. Hal ini terjadi karena banyaknya layanan online sosial yang memudahkan orang berinteraksi dan melakukan banyak hal di internet. Dan salah satu hal yang bisa terjadi adalah melakukan seks atau yang biasa disebut cyber sex.

  • Pengertian Cyber Sex

Cyber sex adalah pertemuan seks virtual di mana dua atau lebih orang yang terhubung dari jarak jauh melalui jaringan internet dengan saling mengirim pesan seksual eksplisit yang menggambarkan pengalaman seksual. Fantasi seks ini dilakukan untuk merangsang perasaan dan fantasi seksual mereka sendiri.

Secara garis besar, kasus cyber sex dikelompokkan dalam 3 kategori. Yang pertama adalah online porn yang  meliputi gambar dan cerita erotis. Selanjutnya ada real time reaction yang bisa berupa chatting dengan topik seks ataupun webcam sex. Dan yang terakhir adalah multimedia software, bisa berupa game erotis ataupun video porno.

Dari sisi psikologis, berikut adalah dampak positif dan dampak negatif seks berinternet (Cyber Sex) :

  • Dampak Positif :
  1. Cyber sex memungkinkan pasangan hidup nyata yang terpisah secara fisik untuk tetap intim berhubungan secara seksual.

Melakukan cyber sex dengan pasangan yang sah masih bisa digolongkan sebagai salah satu alternatif seks yang memanfaatkan dunia maya sebagai alat. Karena terpisah jarak yang jauh dan keinginan melepas libido, maka sepasang suami istri bisa saja melakukan cyber sex untuk saling memuaskan satu sama lain.

  1. Karena cyber sex dapat memuaskan hasrat seksual tanpa risiko penyakit menular seksual atau kehamilan

Itu adalah cara yang secara fisik aman bagi anak remaja untuk bereksperimen dengan pikiran dan emosi seksual. Selain itu, orang dengan penyakit jangka panjang (termasuk HIV) dapat terlibat dalam cyber sex sebagai cara untuk mencapai kepuasan seksual secara aman tanpa membahayakan pasangannya.

  • Dampak Negatif :
  1. Menyebabkan Gangguan Seksual

Stimulasi seks terbagi dua yaitu fisik dan mental. Contoh stimulasi fisik adalah ciuman, rabaan, pelukan dan melakukan penetrasi seks. Sementara stimulasi mental adalah pikiran erotis yang membangkitkan gairah seks. Menonton film porno dan cyber sex tergolong stimulasi mental karena pelibatan pikiran yang dominan. Padahal seks yang normal adalah melakukannya dengan lawan jenis secara langsung.

Kata-kata erotis di layar komputer, foto atau video lawan chatting yang merangsang ditambah desahan yang membangkitkan gairah. Cyber sex ibaratnya melakukan seks tanpa penetrasi dan hanya melibatkan emosi. Dan ditulah letak bahaya cyber sex karena bisa menimbulkan gangguan seksual. Pria yang terlalu sering melakukan cyber sex bisa mengalami disfungsi ereksi. Karena telah terbiasa merangsang diri dengan khayalan maka sistem syaraf tidak merespon dengan baik ketika ada rangsangan yang nyata dari lawan jenis, akibatnya penis tidak bisa berdiri dengan keras.

  1. Kecanduan
    Salah satu bahaya cyber sex adalah kecanduan dan ini adalah salah satu gangguan jiwa dimana penderita mengalami ketergantungan dengan internet untuk melepaskan syahwatnya. Dan seperti halnya jenis kecanduan lain, kecanduan cyber sex tentu akan berdampak buruk bagi diri penderita dan kehidupan sosialnya.

Salah satu ciri utama kecanduan cyber sex adalah pelaku tidak lagi atau tidak bergairah melakukan hubungan seks secara nyata dan hanya bisa terpuaskan jika melakukannya di internet. Kondisi ini adalah masalah psikoseksual yang biasanya terjadi akibat trauma seks di masa lalu.

  1. Melemahkan Kerja Otak

Menurut penelitian, keseringan chat sex dan melakukan hal-hal berbau porno bisa melemahkan fungsi kontrol pada otak, sehingga orang tersebut  tidak dapat mengontrol perilakunya. Kecanduan cyber sex amat berbahaya, karena ingatan tentang porno yang terekam dari chat akan tetap diingat dalam otak selamanya.

  1. Melumpuhkan Ingatan

Dampak lain dari perilaku menyimpang tersebut adalah dapat melemahkan memori kerja atau ingatan seseorang. Padahal memori itulah yang bertanggung jawab untuk memproses dan memelihara informasi ingatan jangka pendek.  Artinya, memori kerja adalah memori yang sebagian besar digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

 

SUMBER :

https://en.wikipedia.org/wiki/Cybersex

http://doktersehat.com/bahaya-cyber-sex-yang-perlu-anda-ketahui/

https://www.popular-world.com/gold/desire/inilah-5-dampak-buruk-cybersex-yang-wajib-diketahui–74870/

Apa itu Cyber Cheating dan Cyber Flirting?

  1. Cyber-Cheating, yaitu kecurangan yang terjadi di dunia maya/internet.
    Menggunakan internet untuk menipu dengan tidak setia kepada pasangan/teman dan membohonginya.
    Cyber-cheating biasanya memunculkan perselingkuhan yang dapat terjadi di internet ketika seseorang yang telah memiliki pasangan memiliki hubungan yang dekat pula dengan orang lain.
    Misalkan seorang istri memiliki akun jejaring sosial dimana mantannya masih terdaftar dalam daftar temannya dan selama ini dia sering chatting dengan kata-kata mesra dan menggoda dengan mantannya itu, maka hal tersebut dapat dikatakan dengan cyber-cheating.
  2. Cyber-Flirting, yaitu menggoda/merayu di dunia maya/internet.
    Cyber-Flirting yaitu menggoda atau provokatif dengan melalui teks, situs jejaring sosial, game online, dll., dan berusaha menghindari berbicara dengan secara langsung.
    Cyber-flirting adalah suatu hal yang umum yang terjadi di jejaring sosial bahkan game. Namun dalam terjadinya banyak terjadi ketidak-amanan yang membuatnya dikategorikan sebagai perilaku negatif.
    Contohnya adalah dalam cyber-flirting orang bisa menggunakan bahasa yang tidak pantas, ditambah lagi jika dalam terjadinya terdapat kepalsuan identitas maka semakin menjadi perilaku negatif cyber-flirting tersebut.

Keduanya termasuk dalam perilaku negatif hubungan interpersonal online reaction.

SUMBER 

https://www.urbandictionary.com/define.php?term=cyber%20cheating

https://www.urbandictionary.com/define.php?term=Cyber%20Flirt

Tes Psikologi Online

  • Definisi Tes Psikologi

Tes psikologi dilakukan untuk memahami kondisi mental dan perilaku seseorang berdasarkan kaidah-kaidah psikologi. Secara umum, asesmen psikologi bertujuan untuk memetakan kondisi elemen-elemen utama kondisi psikologi manusia, seperti perilaku, kesehatan mental, kepribadian, IQ, kecakapan, penyelesaian masalah dan kemampuan beradaptasi atas situasi tertentu. Tes dilakukan untuk beragam kebutuhan yang spesifik. Jenis tes yang diterapkan pada klien ditentukan oleh persoalan yang melekat pada klien atau tujuan dari pelaksanaan tes itu sendiri.

Secara umum tes psikologi adalah metode dan serangkaian instrumen yang dijalankan untuk mengukur aspek-aspek yang tidak teramati secara langsung pada manusia yang menyangkut aspek psikologi. Tes psikologi menggunakan konstruksi tertentu untuk mengukur kondisi tertentu pada manusia.

  • Definisi Tes Psikologi Online

Penggunaan internet secara besar-besaran berimbas pada inovasi dibidang psikologi, salah satunya tes online (Online Assesment). Secara gamblang tes psikologi online ini serupa dengan tes psikologi konvensional hanya saja dibedakan oleh sarananya. ecara gamblang tes psikologi online ini serupa dengan tes psikologi konvensional hanya saja dibedakan oleh sarananya.

Tes Psikologi secara online tentunya praktis dan efisien sehingga itulah yang menjadi keunggulan dari bentuk tes ini, namun ada saja kelemahan atau bisa kita bilang hal-hal yang meragukan dari bentuk tes ini antara lain keakuratan tingkat Realibilitas dan Validitasnya, administrasi, kerahasiaan, kejujuran testee dalam mengisi tes, kendala biasa yang digunakan (mengingat internet dapat diakses secara gobal) dan masih banyak lagi hal yang sedang diperdebatkan mengenai keefektifan tes secara online.

  • Prinsip Tes Psikologi

Beberapa standar belaku pada tes psikologi. Shultz & Schultz (2010) menekankan adanya prinsip yang berlaku pada alat ukur psikologi untuk menghindari kesalahan dalam pengukuran. Kesalahan dalam pengukuran dalam ilmu psikologi dapat berakibat fatal bagi klien yang ditangani. Beberapa Prinsip atau watak yang digunakan dalam alat ukur tes psikologi antara lain:

  1.  Standardisasi alat ukur psikologi

Konsitensi dalam penerapan alat ukur perlu diberlakukan selama proses asesmen dan tes psikologi dijalankan. Konsistensi juga mencakup standadisasi pada pembelakuan prosedur, langkah dan mekanisme pelaksanaan hingga penilaian. Tes psikologi perlu dijalankan pada lingkup yang sama jika dilakukan secara masal (umum) untuk menghasilkan gambaran yang setara.

  1.  Objektivitas dalam Penilaian

Objektivitas pada penilaian tes psikologi bermakna menjauhkan tes psikologi dari pemaknaan-pemaknaan yang bersifat personal. Nilai-nilai yang bersifat bias perlu dhilangkan pada fase penilaian (scoring). Dengan prinsip ini, penilaian dilakukan dengan cara sama untuk memperoleh hasil yang  objektif untuk setiap klien.

  1. Adanya Norma Pengujian

Hasil umum dari pengujian pada kelompok besar yang juga mencakup hasil pengujian pada individu dapat diperbandingkan dengan hasil pada kelompok lain. Proses pembandingan ini perlu mempertimbangkan kesamaan karakteristik pada masing-masing kelompok yang akan diperbandingkan.

  1.  Reliabilitas

Reliabilitas bermakna keajegan. Alat ukur perlu menunjukkan performa yang konsisten setelah dibelakukan atau digunakan pada beberapa tes yang dilakukan menggunakan alat ukur yang sama.

  1. Validitas

Validitas bermakna kesesuaian penggunaan alat ukur dengan tujuan pengukuran itu sendiri. Mengingat satu alat ukur memiliki tujuan dan lingkup pengukuran, maka alat ukur harus dapat digunakan pada konteks yang benar.

  • Lebih memilih mana, tes psikologi yang berbentuk paper (kertas) atau tes psikologi secara online?

Saya lebih memilih tes psikologi yang berbentuk paper (kertas) dikarenakan walau dalam skoring dan pengerjaannya relatif lebih lama dibandingkan dengan tes psikologi online, namun sudah jelas bahwa tes psikologi yang berbentuk paper (kertas) lebih valid dan sesuai dengan prinsip-prinsip tes psikologi yang telah disebutkan diatas itu.

Berikut adalah contoh test psikologi online yang saya lakukan di situs http://disc.landa.co.id

  1. Halaman depan situsScreenshot (29)
  2. Contoh pernyataan pada tes psikologi onlinescreenshot-25.png
  3. Hasil Tes yang sudah saya lakukan.

screenshot-28-e1527751927858.png

SUMBER:

http://ensiklo.com/2015/02/12/tes-psikologi-pengertian-macam-dan-pemanfaatannya/

http://yunitrisna22.blogspot.com/2013/12/tes-psikologi-online-makalah.html

Apa itu Internet Addiction Disorder?

  • Definisi Internet Addiction Disorder (Kecanduan Internet)

Internet Addiction Disorder (IAD), juga dikenal sebagai penggunaan internet yang bermasalah atau penggunaan internet patologis, mengacu pada penggunaan internet yang berlebihan yang mengganggu kehidupan sehari-hari. IAD adalah gangguan psikologis yang menyebabkan orang untuk menghabiskan begitu banyak waktu pada komputer yang mempengaruhi kesehatan, pekerjaan, keuangan, atau hubungan mereka.

  • Gejala Internet Addiction Disorder (Kecanduan Internet)

Kimberley Young menyebutkan beberapa gejala utama kecanduan berinternet, tanda-tanda orang kecanduan internet, yaitu:

  1. Pikiran pecandu internet terus-menerus tertuju pada aktivitas berinternet dan sulit untuk dibelokkan ke arah lain.
  2. Adanya kecenderungan penggunaan waktu berinternet yang terus bertambah demi meraih tingkat kepuasan yang sama dengan yang pernah dirasakan sebelumnya.
  3. Yang bersangkutan secara berulang gagal untuk mengontrol atau menghentikan penggunaan internet.
  4. Adanya perasaan tidak nyaman, murung, atau cepat tersinggung ketika yang bersangkutan berusaha menghentikan penggunaan internet.
  5. Adanya kecenderungan untuk tetap on-line melebihi dari waktu yang ditargetkan.
  6. Penggunaan internet itu telah membawa risiko hilangnya relasi yang berarti, pekerjaan, kesempatan studi, dan karier.
  7. Penggunaan internet menyebabkan pengguna membohongi keluarga, terapis dan orang lain untuk menyembunyikan keterlibatannya yang berlebihan dengan internet.
  8. Internet digunakan untuk melarikan diri dari masalah atau untuk meredakan perasaan-perasaan negatif seperti rasa bersalah, kecemasan, depresi, dan sebagainya

  • Jenis-jenis Internet Addiction Disorder

Kimberley Young menggambarkan lima jenis IAD berbeda, yaitu:

  1. Cyber sexual addiction/Kecanduan cyber sex (penggunaan situs internet porno atau ruang obrolan orang dewasa, adult fantasy role-play)
  2. Cyber relationship addiction/Kecanduan hubungan cyber (kecanduan jejaring sosial yang berlebihan menggunakan hubungan online untuk menggantikan teman dan keluarga yang nyata)
  3. Net compulsions/Jaringan kompulsif (Perjudian online, permainan saham online atau perdagangan online yang seringkali membawa konsekuensi masalah finansial atau masalah pekerjaan)
  4. Information overloads/Informasi yang berlebihan (berselancar online atau pencarian basis data secara kompulsif)
  5. Computer addiction/Kecanduan komputer (memainkan game komputer secara obsesif, seperti Solitaire atau Minesweeper, atau pemrograman komputer secara obsesif.)

Yang paling umum dari kecanduan Internet ini adalah cyber sex, judi online dan kecanduan hubungan cyber.

  • Contoh fenomena/berita tentang Internet Addiction Disorder

KOMPAS.com – Perbuatan seorang pemuda 19 tahun asal kota Nantong, Tiongkok ini benar-benar membuat geleng kepala. Dia memotong hingga putus tangan kirinya sendiri sebatas pergelangan dengan memakai sebuah pisau dapur

Si pemuda yang namanya tak disebutkan itu, menurut laporan The Telegraph yang dikutip Kompas Tekno, Minggu (8/2/2015), rupanya berpikiran ingin menyembuhkan diri sendiri dari “penyakit” kecanduan internet. Sayang, cara yang ditempuhnya terbilang ekstrim dan membuat miris.

“Kami tak bisa menerima apa yang telah terjadi. Ini benar-benar tak disangka. Dia seorang anak yang pintar,” ujar ibu sang pemuda kepada wartawan.

Si ibu mengatakan bahwa pada Rabu (4/2/2015) lalu anaknya itu menghilang dari kamar rumah sekitar pukul 11 malam. Di tempat tidurnya hanya terdapat lembaran kertas berisi tulisan pemberitahuan.

“Ibu, saya pergi ke rumah sakit sebentar,” bunyi tulisan tersebut. “Jangan khawatir karena saya akan pulang ke rumah malam ini.”

Rupanya sang pemuda yang hanya diidentifikasi dengan nama “Little Wang” itu diam-diam ke luar rumah dan memotong tangannya di sebuah kursi taman. Dia kemudian memanggil taksi untuk pergi ke rumah sakit, sementara potongan tangannya ditinggalkan tergeletak begitu saja di tanah.

Tim dokter di sebuah rumah sakit universitas setempat berhasil menyambungkan potongan tangan sang pemuda setelah ditemukan dan dibawa oleh polisi, tetapi belum diketahui apakah si pemuda nekat bakal kembali bisa menggunakan tangannya seperti dulu atau tidak.

 “Little Wang” adalah satu dari sekitar 24 juta “web junkie” atau pecandu internet yang diperkirakan berada di Tiongkok, negeri dengan jumlah populasi online sebesar 649 juta.

Pecandu internet adalah mereka yang demikian sering menghabiskan waktu di dunia maya sehingga seringkali melewatkan sekolah, atau bahkan jarang meninggalkan kamar tidur karena sibuk beraktivitas di ranah internet.

Di Tiongkok pun belakangan banyak bermunculan klinik dan pusat pelatihan ala militer untuk mengakomodir para pecandu internet yang ingin rehabilitasi.

Psikolog Tao Ran yang mengelola salah satu pusat rehabilitasi web junkie di Beijing mengatakan bahwa sekitar 14 persen pemuda di Tiongkok kini diperkirakan mengalami kecanduan internet.

“Mereka (pecandu internet) hanya melakukan dua hal, yakni tidur dan bermain (online),” kata Tao.

Fenomena ini pun telah menarik perhatian kaum politisi di  Tiongkok dan wilayah Asia Timur. Bulan lalu, misalnya, pemerintah Taiwan mengesahkan peraturan di mana orang tua bisa didenda jika membiarkan anaknya menggunakan “perangkat elektronik” dalam waktu lama.

Di Jepang, pusat-pusat “puasa internet” didirikan menyusul laporan yang menyebutkan bahwa ratusan ribu remaja di negeri sakura telah “menelantarkan” dunia nyata dan lebih giat berinternet. Di Tiongkok sendiri, di kota Shanghai, para orang tua diharuskan mencegah anaknya “merokok, minum alkohol, berkeliaran di jalan, serta terlalu asyik dengan mainan online dan online”.

Tao mengatakan bahwa langkah-langkah yang lebih tegas perlu dilakukan dalam menyikapi para pecandu internet. Anak-anak di bawah 7 tahun, menurut dia, harus dijauhkan dari internet dan game online. Remaja di bawah 18 tahun pun disebutnya perlu dilarang masuk ke kafe internet.

  • Mengatasi Kecanduan Internet

Kecanduan internet dapat terjadi karena seseorang mengalami stres, oleh karenanya hal ini juga perlu diatasi dengan memberikan obat antidepresan. Selain memberikan obat antidepresan, penderita juga dapat diberikan latihan fisik untuk mengurangi kadar dopamin. Selain itu, terapi perilaku kognitif dapat membantu dengan beberapa gejala kecanduan internet, seperti depresi dan kecemasan. Terapi ini bertujuan untuk mengubah perilaku kecanduan internet yang dialami

SUMBER :

https://tekno.kompas.com/read/2015/02/08/20450067/Kecanduan.Internet.Remaja.Potong.Tangan.hingga.Putus. 

http://www.referensisehat.com/2016/04/kecanduan-internet-gejala-penyebab-dan.html

https://psychscenehub.com/psychinsights/can-internet-addiction-lead-to-psychosis-a-case-report/