Perilaku Prososial dan Contohnya

1. Apa itu perilaku prososial?

Robert A. Baron dan Donn Byrne (2004) mengungkapkan bahwa perilaku prososial dapat didefinisikan sebagai perilaku yang memiliki konsekuensi positif orang lain. Myers mengatakan bahwa perilaku adalah kepedulian dan pertolongan pada orang lain yang dilakukan secara sukarela dan tidak mengharapkan imbalan apapun.Perilaku prososial biasanya muncul saat seorang manusia menyadari bahwa ada pihak lain yang mengalami kesulitan. Sebagai mahluk sosial, manusia dididik untuk mematuhi serangkaian peraturan dan norma dalam menjalani hidupnya. Salah satu hal yang selalu diajarkan pada kebanyakan orang sejak kecil adalah kebiasaan untuk menolong orang lain.

Kebiasaan ini akan tertanam di dalam diri manusia dan akan muncul secara otomatis saat melihat sesama yang membutuhkan. Selain itu, manusia membutuhkan kemampuan saling bekerjasama dan saling membantu saat dihadapkan pada satu masalah.

Berdasarkan ketiga definisi tersebut, menurut saya definisi perilaku prososial adalah tindakan yang dilakukan untuk menolong orang lain tanpa mempedulikan motif penolong dan itu dilakukan tanpa pamrih dengan mengesampingkan kepentingan diri sendiri. Perilaku prososial dapat terjadi dengan bercirikan sikap simpati dan empati, dan kerjasama atau gotong royong.

Terdapat beberapa bentuk-bentuk perilaku prososial. Mussen dkk (1979) mengungkapkan bahwa perilaku prososial meliputi:

• Menolong, yaitu membantu orang lain dengan cara meringankan beban fisik atau psikologis orang tersebut.

• Berbagi rasa, yaitu kesedian untuk ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain.

• Kerjasama, yaitu melakukan pekerjaan atau kegiatan secara bersama-sama berdasarkan kesepakatan untuk mencapai tujuan bersama pula.

• Menyumbang, yaitu berlaku murah hati kepada orang lain.

• Memperhatikan kesejahterahan orang lain.

2. Dalam dunia internet, apakah perilaku prososial dapat terjadi?

Ya, perilaku prososial dapat terjadi dalam dunia internet.

Perilaku prososial biasanya muncul saat seorang manusia menyadari bahwa ada pihak lain yang mengalami kesulitan. Sebagai mahluk sosial, manusia dididik untuk mematuhi serangkaian peraturan dan norma dalam menjalani hidupnya. Salah satu hal yang selalu diajarkan pada kebanyakan orang sejak kecil adalah kebiasaan untuk menolong orang lain.

Kebiasaan ini akan tertanam di dalam diri manusia dan akan muncul secara otomatis saat melihat sesama yang membutuhkan. Selain itu, manusia membutuhkan kemampuan saling bekerjasama dan saling membantu saat dihadapkan pada satu masalah.

Saat ini aktivitas menolong bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. Contoh fenomena prososial di internet yaitu ketika kita melihat postingan orang yang dibagikan di internet, postingan tersebut menjelaskan bahwa ada korban bencana alam yang memerlukan uluran tangan atau bantuan kita. Pada postingan tersebut yang telah dibagikan kepada publik, hati kita tergerak untuk membantu dengan ikut berdonasi seikhlasnya. Beberapa orang juga yang telah melihat dan memahami postingan tersebut ada yang langsung terjun ke lapangan sebagai relawan, untuk sekadar membersihkan sampah dan puing tanpa dibayar. Adapun setelah melihat postingan tersebut kita merasa tidak perlu ikut menolong dikarenakan toh sudah banyak orang yang menolong, jadi tidak perlu ikut menolong, dan ada juga yang berpikiran ketika membaca postingan tersebut ia berdoa untuk korban bencana alam tersebut tetapi tidak membantu berupa donasi atau relawan. Kesimpulannya, perilaku prososial mencakup kategori yang lebih luas, meliputi segala bentuk tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong orang lain, tanpa memperdulikan motif-motif si penolong. Perilaku prososial berkisar dari tindakan yang tanpa pamrih atau tidak mementingkan din sendiri sampai tindakan menolong yang sepenuhnya dimotivasi oleh diri sendiri.

SUMBER :

http://www.psychologymania.com/2013/01/pengertian-perilaku-prososial.html?m=1

http://etheses.uin-malang.ac.id/2256/4/07410122_Bab_2.pdf