Ramuan Obat-obatan Tradisional dan Cara Membuatnya

Tumbuh – tumbuhan yang dapat dipergunakan sebagai ramuan obat – obatan tradisional disebut juga dengan sebutan ”Apotik Hidup”. Tanaman – tanaman obat dibagi menjadi 4 bagian :

  1. Tanaman obat jenis umbi – umbian.
  2. Tanaman obat jenis pohon kecil / perdu.
  3. Tanaman obat jenis rerumputan
  4. Tanaman obat jenis pohon besar.

1) Tanaman obat jenis umbi – umbian

     Tanaman obat jenis ini antara lain :

  1. Bangle

Nama latin: Zingiber purpureum roxb

Bagian tanaman yang digunakan: Rimpang

  • Demam, masuk angin: Rimpang segar 15 gr dicuci lalu diparut, tambahkan ½ cangkir air panas dan 2 sendok makan madu. Aduk merata lalu peras dan minum 2 x sehari.
  • Perut mulas: Rimpang bengle, rimpang jahe, kencur dan lempuyang wangi masing masing ½ jari tangan dicuci dan diiris. Rebus dengan 1 gls air bersih sampai sisa ½ gls, saring dan minum airnya.
  • Sakit kepala dan demam: Rimpang secukupnya diparut tambah sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur dipakai sebagai pilis didahi.
  • Sakit kuning: Rimpang bengle ½ jari dicuci lalu diparut. Tambah air masak dan madu masing-masing 1 sendok, peras, saring dan minum 2x sehari.
  • Nyeri sendi: Rimpang segar secukupnya dicuci, diparut lalu dicampur arak seperti bubur encer, borehkan kebagian yang sakit.
  • Mengecilkan perut setelah melahirkan: Rimpang secukupnya, cuci lalu parut dan borehkan kebagian perut.
  • Cacingan: rimpang bengle 3 jari, temu hitam 2 jari, 5 biji ketumbar dan 5 lembar daun sirih, dicuci, diiris lalu ditumbuk. Tambah ½ gls air masak, diperas, saring lalu diminum.
  1. Bawang Putih

Nama latinnya Allium sativum Linn.

Bawang putih dapat digunakan untuk pengobatan alternatif sebagai berikut:

  • Flu dan Batuk. Cara memanfaatkannya: Makanlah bawang putih sebanyak-banyaknya segera setelah anda merasa sakit atau tambahkan bawang putih pada masakan. Resep : Hancurkan bawang dan masukan ke dalam susu dingin di dalam panci, lalu panaskan sekitar 1-2 menit, dan minum hangat-hangat.
  • Mencegah Kanker. Bawang juga mempunyai kandungan untuk memerangi kanker, terutama kanker perut dan usus besar. Peneliti dari Penn State University merekomendasikan untuk membiarkan dulu potongan atau tumbukan bawang selama paling sedikit 10 menit, memberi waktu bawang itu membentuk kandungan-kandungan yang membantu memerangi kanker.
  • Asma; Bronkhitis; Selesma:Bawang putih 5 g; Kayu mesoyi 1 g; Herba patikan kebo 2 g; Adas 1 g; Kapulaga 3 g; Air 110, Ditumbuk kemudian tambahkan air; diperas kemudian disaring; dididihkan, Diminum 2 kali sehari; tiap kali 100 ml; diulang sampai sembuh; untuk pemeliharaan cukup 2 hari sekali 100 ml
  • Obat cacing: Bawang putih 2 g; Rimpang temugiring 4 g; Air matang 2 sendok makan, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1 sendok makan; diulang selama 4 hari
  • Tekanan darah tinggi: Induk umbi bawang putih 2 buah; Daun seledri segar 75 g; Air matang secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 2 kali; ¼ cangkir.
  1. Bawang merah

Nama latin: Allium cepa L

Resep tradisional:

  • Batuk: Umbi bawang merah 4 g; Daun poko 4 g; Daun sembung 3 g; Daun pegagan 4 g; Buah adas 2 g; Air 125 ml, Dipipis, dibuat pil atau direbus, Diminum sehari 1 kali, pagi hari 100 ml, dipipis diminum 1 kali sehari ¼ cangkir, pil, diminum 3 kali sehari 9 pil.
  • Kencing manis:Umbi bawang merah (dirajang) 4 g; Buah buncis (dirajang) 15 g; Daun salam (dirajang) 120 ml, Direbus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
  • Demam: Umbi bawang merah (potong tipis) secukupnya; Minyak kelapa secukupnya; Minyak kayu putih secukupnya, Diremas-remas, Minyak tersebut dioleskan pada perut yang kembung, seluruh badan, kaki, dan tangan pada anak yang demam.
  1. Bidara Upas

Nama latin: Merremia mammosa (Lour)Hall.F

Bagian tanaman yang digunakan: Umbi

  • Batuk, Radang tenggorakan, Suara parau: Umbi bidara upas segar 8 g; Rimpang kencur 6 g; Daun sirih 3 helai; Buah kapulaga 3 g; Air secukupnya, Dipipis, Beningan untuk berkumur kemudian diminum 2 kali sehari; pagi dan sore
  • Difteri: Umbi segar bidara upas 8 g; Air matang sampai ¼ cangkir, Umbi bidara upas diparut; kemudian diperas dengan kain saringan, Beningan digunakan untuk berkumur kemudian diminum; 2 kali sehari; tiap kali untuk orang dewasa; 2-3 sendok makan; untuk anak-anak 1 sendok makan; bila perlu dapat diencerkan dengan air matang.
  1. Ganyong

Nama latin: Canna edulis

Bagian tanaman yang digunakan: Umbi

  • Panas dalam: Umbi ganyong 30 g; Rimpang temu lawak 30 g; Air 700 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum hangat-hangat 2 kali sehari
  • Radang saluran kencing. Umbi ganyong 40 g; Daun kumis kucing 30 g; Akar alang-alang 20 g; Air 600 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum hangat-hangat pagi dan sore.
  1. Jahe

Nama latinnya Zingiber Officinale Roxb.

Resep Tradisional:

  • Masuk angin, Ramuan: Ambil jahe yang tua sebesar ibu jari, cuci bersih dan memarkan lalu direbus dengan air dua gelas, tambahkan gula aren secukupnya . Didihkan lebih kurang 1/4 jam. Angkat dan minum hangat-hangat.
  • Sakit kepala atau migrain (sakit kepala sebelah), Ramuan: Ambil jahe seibu jari, bakar lalu memarkan. Seduh dengan segelas air dan beri sedikit gula aren, minum sekaligus. Minum 3 kali sehari.
  • Mencegah mabuk kendaraan, Ramuan: Ambil jahe seibu jari, cuci dan iris tipis-tipis, lalu rebus dengan segelas air. Diminum hangat-hangat sebelum naik kendaraan.
  • Terkilir, Ramuan: Ambil jahe lebih kurang dua ruas. Cuci bersih lalu parut, tambahkan sedikit garam. Balurkan ramuan ini pada anggota tubuh yang terkilir. Lakukan 2 kali sehari.
  1. Kencur

Nama ilmiahnya Kaempferia galanga L.

Dia termasuk kerabat jahe-jahean (gamilia Zingiberaceae), jadi masih saudaranya kunir, jahe, kunci, dan sebagainya. Berikut adalah cara pemanfaatan kencur berdasarkan penyakit yang dapat diatasinya :

  • Influenza pada Bayi, Komposisi: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan dua lembar daun kemukus (lada berekor/cubeb). Cara menyajikan: kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian ditambah beberapa sendok air hangat. Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan diseputar hidung.
  • Sakit Kepala, Komposisi: 2-3 lembar daun kencur. Cara menyajikan: daun kencur ditumbuk sampai halus. Cara menggunakannya: dioleskan (sebagai kompres/pilis) pada dahi.
  • Keseleo, Komposisi: 1 potong rimpang kencur dan beras yang sudah direndam air. Cara menyajikan: kedua bahan tersebut ditumbuk halus dan diberi air secukupnya. Cara menggunakan: dioleskan/digosokkan pada bagian yang keseleo sebagai bedak.
  • Menghilangkan lelah, Komposisi: 1 rimpang besar kencur, 2 sendok beras digoreng tanpa minyak (sangan) dan 1 biji cabai merah. Cara menyajikan: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring Cara menggunakan: diminum sekaligus dan diulangi sampai sembuh. Untuk pria dapat ditambah dengan 1 potong lengkuas dan tepung lada secukupnya.
  • Radang Lambung, Komposisi: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari. Cara menyajikan: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah. Cara menggunakan: ditelan airnya, ampasnya dibuang, kemudian minum 1 gelas air putih, dan diulangi sampai sembuh.
  • Batuk a. Komposisi: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya. Cara menyajikan :kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring. Cari menggunakan: diminum dengan ditambah garam secukupnya. b. Komposisi: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari. Cara menyajikan: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah. Cara menggunakan: airnya ditelan, ampasnya dibuang. Dilakukan setiap pagi secara rutin.
  • Memperlancar Haid, Komposisi: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 lembar daun trengguli, 1 biji buah cengkeh tua, adas pulawaras secukupnya. Cara menyajikan :kencur dicincang, kemudian dicampur dengan bahan lain dan direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum sekali sehari 2 cangkir.
  1. Kunyit

Nama latinnya Curcuma domestica Val.

Bagian yang berguna sebagai obat adalah rimpang.

Resep tradisional:

  • Luka dan kurap: Rimpang kunyit 1 jari; Daun asam 1 genggam; Air sedikit, Dipipis, Tempelkan pada luka dan diganti setiap 3 jam
  • Mencret: Rimpang kunyit ½ jari; Rasuk angin ½ sendok teh; Ketumbar 3 biji; Buah kayu ules 1 biji; daun trawas 1 helai, Campuran ditumbuk; ditambah air 115 ml dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml
  • Nyeri haid: Rimpang kunyit 1 jari; Ketumbar 7 butir; Cengkih 1 butir; Asam kawak; Biji pala, Campuran ditumbuk; ditambah air 110 ml; dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum 1 kali sehari 100 ml
  • Sakit perut: Kunyit dibakar 1 jari; Kulit batang pulosari 1 jari; Ketumbar 7 biji; Seluruh tanaman patikan cina 1 genggam; Air 1 cangkir, Campuran ditumbuk; ditambah air dan dididihkan sampai diperoleh secangkir; disaring, Bayi umur 5-7 bulan; 1 sendok teh/jam; Anak umur 1-2 tahun; diminum 2 kali sehari; 2 sendok makan; Dewasa; sehari minum 3 kali; ½ cangkir.
  1. Lengkuas

Nama latinnya Apinia galanga.

  • Cara pembuatannya : ambil sepotong lengkuas sebesar ibu jari, potong sedikit supaya memperoleh permukaan yang rata. Dapat pula dengan cara yang lain yaitu dengan memarutnya dan mencampurkan sedikit kapur sirih, hasil campuran ini dapat langsung digosokkan pada panu. Lakukan secara teratur.
  1. Singkong

Nama latinnya Manihot utiussima Pohl.

Yang dipakai sebagai obat adalah daun dan umbinya.

  • Berguna untuk menyembuhkan ber-beri, radang sendi, rabun senja, bisul, luka bernanah, kurang darah, sembelit, keracunan makanan.
  1. Temulawak

Nama latinnya Curcuma xanthorhiza Roxb.

Bagian yang beguna sebagai obat adalah rimpangnya.

  • Berguna untuk gangguan hati, sakit lever ( kuning ), gangguan limpa, gangguan ginjal, kencing batu, kolestrol tinggi, kurang darah, malaria, pegal-pegal, campak. Cara pengobatannya bisa dengan direbus dan diminum airnya sedangkan untuk pengobatan luar dengan cara dihaluskan kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit.
  1. Temu giring

Nama latinnya Curcuma heyneana Val.V.Zyp. Bagian yang beguna sebagai obat adalah rimpangnya.

Resep tradisional:

  • Cacingan: Rimpang temu giring segar 4 g; Air secukupnya, Temu giring diparut kemudian diseduh dengan air mendidih hingga diperoleh 1/4 cangkir, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.
  • Bau badan: Rimpang temu giring segar 1/2 jari tangan; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
  • Kegemukan: Rimpang temu giring segar 1/2 jari tangan; Daun kemuning segar 1 genggam; Daun pacar kuku segar 1 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.
  1. Temu hitam

Nama latinnya Curcuma aeruginosa Roxb.

Bagian yang beguna sebagai obat adalah rimpangnya.

  • Berfungsi untuk meningkatkan stamina, mulas, kudia, batuk, sariawan, ambien, menyuburkan kandungan, menetralkan racun dalam tubuh, malaria. Penggunaanya bisa dengan dihaluskan kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit tetapi bisa juga direbus kemudian diminum.
  1. Temu kunci

Nama latinnya Boesenbergia pandurata Roxb.

Bagian yang beguna sebagai obat adalah rimpangnya.

  • Berguna untuk memberantas cacing gelang, sakit perut, sukar buang air kecil, radang indung telur, keputihan, sariawan, batuk kering, panas dalam, kurap. Untuk pemakaian luar, rimpang dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. Untuk pemakaian dalam, rimpang diparut lalu diminum airnya.
  1. Wortel
  • haid yang tidak teratur. Caranya adalah 2 batang wortel, labu air 2 jari dicuci lalu diparut, ditambah air 1 gelas, ditambah garam, dihaluskan, diperas kemudian diminum airnya.

2) Tanaman Obat Jenis Perdu / Pohon Kecil

     Tanaman obat jenis ini antara lain :

  1. Bayam

Nama latin: Amarantus Spec div

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Resep tradisional:

  • Menguatkan hati: Daun bayam 9 lembar; Air 300 ml, Direbus sampai mendidih, Dimakan sebagai sayuran 3 kali sehari.
  1. Bluntas

Nama latin: Pluchea indica L.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Resep tradisional:

  • Keputihan: Daun beluntas muda segar 20 helai; Akar tapak liman 1 pohon; Air secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 1 kali di waktu pagi; ¼ cangkir
  • Nyeri persendiaan/Nyeri pinggang: Akar beluntas segar 5 g; Rimpang kencur segar 7 g; Rimpang temu lawak segar 6 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Air 120 ml, Dipipis, Diminum sehari 1 kali 100 ml
  • Malaria: Daun beluntas segar 30 helai; Daun sirih segar 7 helai; Daun sembung segar 9 helai; Daun asam muda segar 2 genggam; Air 20 ltr , Dibuat infus, Uapkan ke tempat tidur yang digunakan ukub.
  1. Bratawali

Nama latin: Tinospora tuberculata Beumee

Bagian tanaman yang digunakan: Batang ; Daun

Resep tradisional:

  • Demam: Batang bratawali 3 g; Daun sembung 6 g; Daun kumis kucing 4 g; Rimpang lengkuas 4 g; Air 110 ml, Dipis, direbus atau pil, Diminum 1 kali sehari sebanyak 50 ml.
  • Rematik: Batang bratawali 2 g; Rimpang kencur 7 g; Biji sledri 2 g; Daun jambu monyet muda 5 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml, apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari ¼ cangkir.
  • Gatal-gatal: Batang bratawali secukupnya; Air 1 periuk, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Digunakan untuk merendam diri, terutama pada bagian yang gatal.
  1. Bunga Pagoda

Nama latin: Clerodendrum japonicum

Bagian tanaman yang digunakan: Akar ; Daun

  • Bisul dan Koreng: Daun bunga pagoda 7 lembar; Madu 25 ml; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum pagi dan sore
  • Wasir berdarah: Akar bunga pagoda 25 g; Air 110 ml, Direbus hingga mendidih, Diminum 2 kali sehari.
  1. Ganda Rusa

Nama latin: Justica gendarrusa L.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Resep tradisional:

  • Memar: Daun gandarusa segar beberapa helai; Minyak kelapa secukupnya, Dilayukan di atas api kecil, Ditempelkan pada kulit yang memar.
  • Sakit kepala: Daun gandarusa segar beberapa helai; Lada beberapa butir; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Diborehkan pada pelipis dan dahi, bila perlu dibalut dengan kain basah; diulang setiap 3 jam.
  • Rematik: Daun gandarusa segar beberapa helai; Daun kecubung segar beberapa helai; Lada hitam beberapa butir; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Diborehkan pada bagian yang nyeri; bila perlu dibalut dengan kain basah; diulang setiap 3 jam; tidak dianjurkan bagi ibu hamil.
  1. Katu

Nama latin: Sauropus androgynus L. Merr

Bagian tanaman yang digunakan: Daun ; Akar

Resep tradisional:

  • Demam: Akar katu 4 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml; diulang selama 4 hari.
  • Pelancar ASI: Daun katu segar beberapa helai; Daun bayam; Daun lembayung; Daun Sawi; Kacang panjang; Kacang koro; Jantung pisang; Buah labu air; Buah labu merah, Dijadikan sayuran, Dimakan secara bergantian.
  1. Kecubung

Nama latin: Datura metel L

Bagian tanaman yang digunakan: Bunga ; Daun ; Buah

Resep tradisional:

  • Bengkak: Daun kecubung segar secukupnya; Minyak kelapa secukupnya, Daun dibasahi dengan minyak kelap, kemudian dipanggang lalu diremas, Ditempelkan pada kulit yang bengkak
  • Kuping kopok: Buah kecubung 1 buah; Minyak jaitun/kelapa secukupnya, Buah kecubung dikeluarkan isinya lalu dipipis halus dan dicampur dengan minyak tadi lalu dimasukkan kembali pada kelontongannya lalu dipanasi sebentar hingga minyaknya panas; lalu diperas dengan kain, Minyak yang keluar kita gunakan untuk menetesi kuping yang sakit.
  • Sembelit: Daun kecubung beberapa helai; Minyak kelapa sedikit, Diremas-remas, Letakkan remasan daun tersebut di perut.
  • Ketombe: Daun kecubung (kering)7 helai; Minyak kelapa 5 sendok makan, Masukkan dalam botol dan tutup; kemudian dipanaskan di bawah sinar matahari selama 7 hari, Dioleskan pada kulit kepala 2 kali sehari; pagi; sore.
  • Reumatik: Daun kecubung segar 14 helai; Minyak kelapa 10 sendok makan, Daun kecubung dirajang dan dijemur kemudian ditambah minyak kelapa, simpan campuran tersebut selama 3 hari. Peras dan pisahkan minyaknya kemudian dihangatkan, Gosokkan pada bagian yang nyeri; bila perlu; tambahkan sedikit minyak kayu putih.
  • Terkilir: Daun kecubung 14 helai; Sereh (dicacah halus)2 buah; Minyak kelapa 2 gelas, Campuran dididihkan lalu disimpan semalam di tempat tertutup. Campuran dipisahkan; minyaknya dihangatkan, Gosokkan pada bagian yang nyeri.
  1. Ketepeng

Nama latin: Cassia alata L.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Resep tradisional:

  • Kapalan dan Herpes: Daun ketepeng China muda 7 helai; Akar kelembak 1 jari tangan; Buah asam sedikit; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
  • Kurap dan Panu: Daun ketepeng Cina secukupnya; Kapur sirih atau Tawas sedikit; Air sedikit, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian kulit yang sakit.
  1. Kumis kucing

Nama latin : Orthosphon spicatus

Resep tradisional:

  • Susah kencing: Daun kumis kucing segar ¼ genggam; Air 1 gelas, Direbus hingga memperoleh cairan ½ gelas, Diminum setiap hari 2 kali dan tiap kali minum ½ gelas
  • Batu ginjal: Herba kumis kucing 6 g; Herba meniran 7 pohon; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml.
  • Kencing manis: Daun kumis kucing 20 helai; Daun sambiloto 20 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari; 100 ml

Sakit pinggang: Daun kumis kucing segar 1 genggam; Kulit batang pepaya seluas 4 cm2; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

  1. Pacar air

Nama latin: Impatiens balsamina L.

Bagian tanaman yang digunakan: Biji ; Bunga ; Daun.

Resep tradisional:

  • Haid tidak teratur: Bunga pacar air segar 6 g; Rimpang temu putih 6 g; Daun jung rahab 4 g; Air 115 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
  • Kanker: Biji pacar air 4 g; Daun tapak dara 4 g; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml
  1. Sambang darah

Nama daerah: Remek daging

Deskripsi tanaman: Perdu, batang berkayu, percabangan menggarpu, bergetah, warna hijau kecoklatan. Daun tunggal, bulat telur, sampai lanset, permukaan atas berwarna hijau, permukaan bawah berwarna ungu sampai coklat. Perbungaan tumbuh di ketiak daun dan di ujung batang. Buah kotak, bulat, berwarna merah.

Habitat: Tumbuh di pekarangan rumah sebagai tanaman hias pada ketinggian 1-900 m dpl.

Bagian tanaman: Daun

Resep tradisional:

  • Pendarahan: Daun sambang darah 9 helai; Garam sedikit; Air secukupnya, Dipipis atau diseduh, Diminum 1 kali sehari ¼ cangkir.
  1. Sambilito

Nama latin: Andrographis paniculata

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Resep tradisional:

  • Gatal-gatal: Daun sambiloto 1 g; Jahe 1 g; Ngokilo 1 g; Akar wangi 1 g, Semua bahan ditumbuk halus seperti bubuk, Diminum 3x sehari.
  • Kudis: Daun sambiloto segar 1 genggam; Belerang sedikit, Campuran ditumbuk hingga halus sampai rata, Dilumurkan pada kulit yang sakit; dan lakukan setiap hari hingga sembuh.
  • Demam digigit serangga atau binatang berbisa: Daun sambiloto 1 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari ¼ cangkir; ampas dioleskan pada tempat gigitan.
  • Kencing manis: Daun sambilata 25 helai; Daun kumis kucing 25 helai; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
  • Radang usus buntu: Daun sambiloto; Air Secukupnya, Dipipis atau diseduh , Diminum 1 kali sehari ¼ cangkir; apabila ramuan dibuat seduhan maka diminum 1 kali sehari 100 ml.
  • Tifus: Daun sambiloto 17 helai; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari ¼ cangkir.
  • Kaki bengkak: Daun sambiloto; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Diparamkan pada kaki setiap pagi dan sore.
  1. Sidaguri

Nama latinnya : Sida rhombifolia L.

Bagian yang digunakan sebagai obat adalah akar, daun dan bunga, tapi lebih sering akarnya. Sidaguri digunakan sebagai obat untuk sakit gigi, mulas, gatal, kudis, cacing kerawit dan sengatan lebah.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya:

  • Perut mulas: Akar dan jahe dikunyah dan ditelan airnya.
  • Rhematik: Seluruh tumbuhan termasuk akar sebanyak 60 gr kering, digodok dan diminum.
  • Asam urat tinggi: Lima batang akar, cuci, potong kecil dan rebus dengan 2 gls air sampai mendidih, tuang kegelas berikut akar dan tutup semalaman, esoknya diminum sebelum sarapan. rebus sekali lagi untuk sorenya.
  • Cacing Kremi: Sakit gigi: Akar dikunyah.
  • Asma: Akar 60 gr ditambah 30 gr gula pasir, godok dan airnya diminum.
  • Cacing Keremi, Ramuan: Daun Sidaguri 9 helai, Bunga Sidaguri 3 kuntum, Air 110 Daun 1/5 genggam dicuci dan digiling halus, tambah ¾ cangkir air matang dan sedikit garam, peras dan minum 2x sehari. Cara pembuatan: Dibuat infus. Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, tiap kali minum 100 ml. Lama pengobatan: Diulang selama 4 hari.
  • Disentri Ramuan: Herba Sidaguri 5 gram, Herba daun Sendok 4 gram, Air 110 ml. Cara pembuatan: Dibuat infus. Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari.
  • Disengat Lebah: Gosokkan bunga Sidaguri pada tempat yang disengat.
  • Ketombe dan Kurap. Ramuan: Daun Sidaguri (senbuk) 1 sendok makan, Minyak Kelapa 100 ml. Cara pembuatan: Dididihkan sebentar kemudian dienaptuangkan. Cara pemakaian: Digosokkan pada kulit kepala.CATATAN: Wanita hamil dilarang minum.
  1. Sosor bebek

Nama latin: Kalanchoe pinnata (Lamk.)Pers

Resep tradisional:

  • Demam: Daun sosor bebek secukupnya, Dipotong-potong, Ditempelkan pada perut.
  • Luka: daun sosor bebek secukupnya; Air sedikit, Diparut dan ditambah air sedikit, Dibobokkan pada luka; diperbaharui setiap 3 jam

 

  1. Srigading

Nama latin: Nyctanthes arbor tritis Linn.

Nama daerah: Sari gading; Suruh gading; Sirih gading; Kembang Pengantin

Deskripsi tanaman: Srigading tumbuhan asli India, tersebar luas di seluruh dunia yang beriklim panas. Tumbuh liar di semak-semak atau pinggir hutan, namun sering ditanam sebagai tanaman hias dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 500 m dpl. Perdu atau pohon kecil, tinggi ± 9 m. Batang berkayu, bulat, bercabang, berambut, kasap, putih kotor. Daun tunggal, bulat telur, pangkal membulat, ujung runcing, tepi rata, permukaan kasap, tulang menyirip, panjang 4 – 11 cm, lebar 2 – 8 cm, duduk berhadapan, hijau.

Bagian tanaman: Bunga ; Daun

  • Demam: Bunga (daun) Sri gading 7 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

3) Tanaman obat Jenis Rerumputan / Tumbuhan merambat

     Tanaman obat jenis ini antara lain :

  1. Adas

Nama latin: Foeniculum vulgare Mill

Bagian tanaman yang digunakan: Buah

Resep tradisional:

  • Sembelit: Adas 3 butir; Daun muda jambu biji 3 lembar; Kulit batang pulosari ½ jari; air 2 cangkir; Ramuan direbus hingga mendidih sampai diperoleh cairan 1 cangkir kemudian disaring, Bayi umur 3 bulan: sehari minum 5-7 kali, tiap kali 1 sendok teh; Bayi umur 6 bulan: sehari minum 3 kali, tiap kali 1 sendok makan; Anak umur 3 tahun: sehari minum 3 kali, tiap kali 2 sendok makan; Remaja: sehari minum 1 kali, tiap kali 1 cangkir
  • Batuk: Adas 3 butir; Gula batu secukupnya; Air secukupnya; Daun sagamanis 7 lembar; Kulit batang pulosari 1 jari; Bawang merah 1 buah, Campuran ditambah air sedikit, lalu ditumbuk halus, kemudian dibungkus dengan daun pisang selanjutnya dikukus 15 menit, lalu diperas dengan kain bersih, Diminum sekaligus sebelum tidur
  • Sakit perut: Adas 5 butir; Ketumbar 11 biji; Merica bolong 11 biji; Daun po’o segar 20 lembar; Air 2 cangkir; Kunyit ½ jari; Lempuyang wangi dibakar 1 biji; Temu kunci dibakar 3 biji; Temu kunci segar 3 biji; Kayu ules 1 biji, Campuran ditumbuk, kemudian dididihkan sampai memperoleh 1 cangkir, lalu disaring dengan kain bersih, Diminum sehari 2 kali.
  1. Alang alang

Bagian tanaman yang digunakan: Akar, rimpang (daun) dan bunga. Dapat digunakan yang segar atau yang dikeringkan.

Resep tradisional:

  • Infeksi Saluran Kemih dan Kencing Sedikit. Ramuan: Rimpang Alang-alang 6 gram, Rimpang Kunci pepet 5 gram, Daun Kumis kucing 4 gram,Air 115 ml. Cara pembuatan: Diseduh, dibuat infus atau pil. Cara permakaian: Diminum 1 kali sehari, tiap kali minum 100 ml. Untuk yang berbentuk pil diminum 3 kali sehari 9 pil. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari.
  • Mimisan, Kencing Darah, dan Muntah Darah. Ramuan: Rimpang Alang-alang 6 gramDaun sendok segar 6 gram, Daun Andong segar 2 helai, Air 110 ml. Cara pembuatan: Diseduh, dipipis, dibuat infus atau pil. Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. (untuk infus). Untuk pipisan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum ¼ cangkir. Untuk pil diminum 3 kali sehari 9 pil. Lama pengobatan: Diulang sampai sembuh.
  1. Anting-anting

Nama Latinnya : Acalypha australis L.

Bagian tanaman yang digunakan: seluruh tanaman segar atau kering.

Resep tradisional:

  • Disentri Amoeba: Tanaman kering (seluruh batang) sekitar 30-60 gram direbus, air rebusan diminum 2 kali dan diulangi untuk 5-10 hari.
  • Dermatitis, Eksema, Koreng: Herba segar secukupnya direbus, air rebusannya untuk cuci kulit yang sakit.
  • Batuk, mimisan dan berak darah: Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
  • Obat untuk kucing: Akar biasa dipakai obat oleh kucing secara naluriah.
  • Pendarahan, Luka bakar: Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan kemudian ditempel ketempat yang sakit.
  • Disentri Basiler: Tanaman kering 30-60 gram, ditambah portulaka 30 gram, gula 30 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
  • Diare, muntah darah: Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
  1. Ciplukan
  • Dapat Mengobati Flu. Cara pengobatannya: Potong-potong daun ciplukan hingga menjadi beberapa bagian. Kemudian rebus dengan air sampai mendidih. Minum air rebusannya, hingga sembuh.
  • Obat Radang Tenggorokan: Cukup dengan meminum air rebusan dari daun ciplukan ini untuk meredakan radang tenggrokan secara alami.
  • Mengobati Gondongan. Gondongan adalah kondisi dimana bagian kelenjar di bawah leher, mengalami pembengkakan. Ketika mengalami gondongan akan terasa nyeri, kemudian secara alami dapat dikurangi dengan meminum air rebusan dari daun ciplukan.
  • Obat Untuk Bisulan. Sebagai anti radang yang sangat berkhasiat, daun ciplukan pun dapat digunakan untuk mengobati bisulan pada kulit. Oleskan air rebusan daun ciplukan ke bisul yang sedang meradang. Namun pastian tangan anda dalam keadaan bersih.
  • Mempercepat Pengeringan Borok. Bagi yang menderita sakit borok pun dapat diatasi dengan daun ciplukan. Hanya dengan menumbuk daun ciplukan dengan alu, kemudian oleskan pada borok yang sedang meradang. Borok yang sedang dialami dapat semakin cepat mengering.
  • Mengobati Kencing Manis. Penderita kencing manis hanya perlu meminum rebusan daun ciplukan secara rutin agar penyakit kencing manis dapat segera hilang.
  • Meredakan Gangguan Kelenjar Getah Bening. Apabila pernah mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, maka sangat disarankan untuk meminum air rebusan daun ciplukan secara rutin. Namun meminum air rebusan tanaman seperti daun ciplukan ini, harus diseimbangi dengan asupan manfaat air putih.
  1. Kecibeling

Nama latin: Reulla napifera Zoll Mor

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Resep tradisional:

  • Kencing batu: Daun Keji beling 1 gram; daun tembuyung 10 gram; Air 100 ml, Dibuat infus; diseduh; dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml; Apabila dipipis diminum 1 kali sehari ¼ cangkir
  • Kencing manis: Daun segar 20 – 50 gram, direbus dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas, dinginkan, disaring. Minum 3 kali 1 gelas per hari.
  • Batu ginjal: Daun keji Beling 50 gram, meniran segar 7 batang, daun ungu 7 lembar. Dicuci dulu direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas dinginkan, saring, minum 3 kali 2/3 gelas per hari. ATAU Daun keji beling 5 lembar, daun tempuyung segar 5 lembar tongkol jagung 6 buah, dicuci lalu direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum, habis dalam sehari. Lakukan setiap hari sampai rasa sakit menghilang.
  • Sembelit: Ambil ½ genggam daun keji beling segar, cuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.
  • Wasir: Daun segar 20 – 50 gram, di rebus dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas, dinginkan, saring. Minum 3 kali 1 gelas per hari.
  1. Kremah

Nama latin: Alternanthera sessilis (L)

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Resep tradisional:

  • Peradangan perut: Herba kremah 3 pucuk; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 3 kali sehari; tiap minum 100 ml
  • Mencegah uban: Herba kremah beberapa pucuk; Air secukupnya, Diseduh, Setelah dingin digosokkan pada kulit kepala.
  1. Pandan Wangi

Nama latin: Pandanus amaryllifolius Linn

Resep tradisional:

  • Lemah syaraf: Daun pandan 5 lembar; Air 300 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum pagi dan sore
  1. Patikan Kebo

Nama latin: Euphorbia hirta L

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan.

Resep tradisional:

  • Batuk: Patikan kebo 1,2 g; Jahe 48 g; Manis jangan 4,8 g; Kapulogo 1,2 g; Cengkeh 4,8 g; Sirih 14,4 g; Saga 2,4 g; Poko 1,3 g; Gula 78 g; Air 120 ml, Patikan kebo; Jahe; Sirih; Saga; dan Poko dipotong=potong dan direbus sampai mendidih; kemudian disaring; manis jangan dipotong-potong; kapulogo di tumbuk; cengkeh direbus lagi dengan air hasil saringan tadi sampai mendidih; disaring digunakan untuk merebus gula sampai diperoleh 120 ml sirup, Diminum; Dewasa 3 kali sehari; 1-2 sendok makan; anak-anak 3 kali sehari; 1-2 sendok teh.
  • Bronkhitis: Herba patikan kebo segar yang belum berbunga 10 g; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari ¼ cangkir.
  • Sakit tenggorokan: Patikan kebo yang belum berbunga 10 tanaman; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Untuk berkumur 1 kali sehari 100 ml; bila perlu dapat diencerkan dengan air hangat; sebagian dapat ditelan.
  1. Selendri

Nama latin: Apium graveolens L

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan ;Biji

Resep tradisional:

  • Asam urat: Biji seledri 2 g; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 1 ramuan.
  • Reumatik: Bonggol seledri (potong tipis-tipis)2 buah; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml.
  • Tekanan darah tinggi: Herba seledri segar 250 g; air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1 ramuan.
  1. Semanggi

Nama latin: Hydrocotyle sibthorpiodes Lamk.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Resep tradisional:

  • Batuk: Herba semanggi gunung segar 25 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
  • Asma: Daun semanggi secukupnya; Air secukupnya, Dimasak, Dimakan sebagai sayuran.
  1. Sembukan

Nama latin: Paederia foetida L.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Resep tradisional:

  • Maag: Daun sembukan segar 1 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari ¼ cangkir
  • Perut kembung: Daun sembukan segar 1 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari ¼ cangkir
  • Herpes: Daun sembukan segar 1 genggam; Daun lampes 1 genggam; Air sedikit, Dipipis, Diborehkan pada kulit yang sakit
  1. Serai

Nama latin: Andropogon nardus Linn.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Resep tradisional:

  • Rematik: Akar serai 15 g, Diambil minyaknya, Oleskan pada tempat yang nyeri pada pagi dan sore hari.
  • Haid tidak teratur: Akar serabut 7 g; Daun muda 12 g; Air 110 ml, Rebus hingga mendidih, Diminum pagi dan sore.
  1. Sirih

Nama Latin: Piper betle L.

  • Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam Iubang hidung.
  1. Tanduk Rusa

Nama Latin: Paltycerium coronarium

Resep tradisional:

  • Demam: Bahan: 1 lembar daun tanduk rusa dan sedikit garam. Cara Membuat: daun tanduk rusa ditumbuk halus, ditambah garam secukupnya, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas. Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.
  • Radang Rahim luar: Bahan: 2-5 lembar daun tanduk rusa dan minyak kayu putih secukupnya Cara Membuat: daun tanduk rusa ditumbuk halus, ditambah minyak kayu putih secukupnya, dan diaduk. Cara menggunakan: ditempelkan pada perut /rahim dan dibalut dengan kain stagen.
  • Haid tidak teratur: Bahan: 2 lembar daun tanduk rusa. Cara Membuat: diseduh dengan air panas secukupnya. Cara menggunakan: diminum 4 atau 3 hari sebelum datang bulan (haid).
  • Bisul: Bahan: 1 lembar daun tanduk rusa dan sedikit kapur sirih. Cara Membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus. Cara menggunakan: dipakai untuk mengompress bagian bisul.
  • Abses: Bahan: 1 lembar daun tanduk rusa, 1 siung bawang merah dan adas pulawaras secukupnya. Cara Membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus. Cara menggunakan: dipakai untuk mengompress bagian bisul.
  1. Cincau dapat digunakan sebagai obat sakit perut atau obat demam.


4) Tanaman obat Jenis pohon Besar.

     Tanaman obat jenis ini antara lain :

  1. Alpokat

Nama latin: Persea gratissima Gaerin

  • Tekanan darah tinggi. Caranya ; daun apokat yang masih muda dicuci kemudian di seduh dengan air panas kemudian diminum 2x sehari.
  • Kanker kulit. Caranya : makan buah apokat yang masak 2x sehari.
  • Batu ginjal: Daun avokat segar 7 helai; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore, tiap kali minum 100 l
  • Sakit perut dan Disentri: Daun avokat segar 5 g; Rimpang temu kunci segar 5 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Rasuk angin ½ g; Daun pegagan segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
  1. Asam

Nama latin: Tamarindus indica Linn

Bagian tanaman yang digunakan: Daging buah; daun muda (sinom) ; kulit kayu.

Resep tradisional:

  • Demam: Asam 2 ruas ibu jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml
  • Eksem: Asam 1 ruas ibu jari; rimpang temulawak 4 keping; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 110 ml
  • Nyeri haid: Asam 1 ruas ibu jari; kunyit 1 jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
  1. Belimbing wuluh

Nama latin: Averrhoa bilimbi L

Bagian tanaman yang digunakan: Bunga ; Buah ; Daun

Resep tradisional:

  • Batuk; Sakit tenggorokan; Sariawan: Bunga belimbing wuluh segar 1 genggam; Buah adas manis secukupnya; Air ¼ cangkir; Gula batu secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore; tiap kali diminum 1 sampai 2 sendok makan.
  • Dipakai untuk mengobati gondok. Caranya adalah daun belimbing wuluh, 3 siung bawang merah dan 3 sendok air cuka, ditambah ¾ genggam daun terup diremas kemudian dioleskan pada bagian yang sakit.
  1. Buah pinang

Nama Latin : Areca catechu L

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

  • mengencangkan buah dada. Caranya : ambilah 2 buah pinang muda, 10 lembar daun lenjuhang ditumbuk halus, tambahkan ½ gelas air dan garam. Oleskan pada buah dada, kalau sedih kering, cuci dengan air hangat 3x sehari.
  • Gatal-gatal, Diambil daun pinang lalu dihangatkan dengan api sampai layu kemudian langsung ditempelkan pada bagian yang gatal.
  1. Cengkeh

Nama Latinnya Eugenia aromatica O.K

Bagian yang digunakan: Kuncup bunga dan daun.

  • Sakit kepala, perut kembung, sakit gigi, batuk, rematik, campak, radang lambung, terlambat haid, keputihan, beri-beri. Caranya: daun atau bunga dihaluskan ditambah minyak lalu dioleskan pada bagian tubuh yang sakit atau direbus lalu diminum airnya.
  1. Jambu biji

Nama Latin : Psidium quajava

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

  • Sakit Perut. Bagian yang berfungsi sebagai obat adalah daun yang masih muda. Caranya: diambil daun yang masih muda atau segar sebanyak 15 lembar, kemudian dicuci selanjutnya direbus. Dapat juga direndam dengan air panas selama 15 – 20 menit, diminum 3 kali sehari. Selain itu dapat juga dilakukan dengan cara memakan langsung daun muda (pucuk) sebanyak 3 helai.
  • Disentri: Daun jambu biji 6 g; Kayu secang 1 g; Rasuk angin 1 g; Daun patikan cina 5 g; daun pegagan 7 g; Kayu ules 2 buah; Bawang merah 1 umbi; Air 120 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml; diulang selama 4 hari
  • Mencret: Daun jambu biji muda 9 helai; Kunyit 1 jari; Biji kedawung (disangrai)4 butir; Rasuk angin 4 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml; diulang selama 4 hari.
  1. Kayu manis

Nama latinnya : Cinnamomum burmani

Yang dapat dipakai obat adalah kulit batang, daun, akar.

  • Menyembuhkan radang lambung, tekanan darah tinggi, tidak nafsu makan, sakit kepala, masuk angin, diare, susah buang air besar, asam urat, sakit kuning, eksim. Caranya adalah kulit batang ditumbuk kemudian di campur dengan arak lalu dibalurkan pada bagian yang sakit. Bisa juga direbus dan diminum.
  1. Kayu putih

Nama latin: Melaleuca leucadendra L.

Habitat: Tumbuh di daerah berawa-rawa bahkan dalam air, dataran rendah ataupun di pegunungan.

Bagian tanaman: Daun ; Minyak dari daun ; Buah

Resep tradisional:

  • Batuk, Demam, Nyeri haid: Minyak kayu putih secukupnya; Jeruk nipis 1 buah; Kapur sirih 2 jari tangan, Peras buah jeruk nipis, kemudian tambahkan Kapur sirih dan Minyak kayu putih kemudian diaduk sampai tercampur, Dioleskan pada punggung dan dada; Untuk nyeri haid dioleskan pada perut.
  • Nyeri sendi, Akar pepaya 10 potong; Garam 1 sendok makan; Minyak kayu putih 2 sendok makan, Masukkan ramuan tersebut dalam botol sirup, tambahkan arak atau alkohol, tutup rapat. Botol tersebut dijemur di sinar matahari selama 10 hari.
  1. Kelapa

Nama Latin : Cocos nucifera

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

  • Keracunan / alergi, bagian dari tanaman ini yang dijadikan sebagai obat adalah buah. Caranya: dimabil buah kelapa yang masih muda, kemudian dikupas dan diambil airnya dan langsung diminum.
  1. Kemuning

Nama latin: Murraya paniculata (L.)JACK

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Resep tradisional:

  • Haid tidak teratur: Daun kemuning 3 g; Daun pacar kuku 3 g; Rimpang temu lawak 4 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml
  • Menguruskan badan: Daun kemuning 1 genggam; Daun pace 1 genggam; Bangle ½ jari kelingking; Air secukupnya, Dipipis, Diulang selama 7 hari; untuk pemeliharaan diminum 2 kali seminggu; tiap kali minum ¼ cangkir
  • Keputihan: Daun kemuning 3 g; Daun pacar kuku 3 g; Herba tapak liman 2 g; Rimpang temu kunci 2 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml
  • Reumatik: Daun kemuning 3 g; Akar tembelekan 6g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
  1. Mahoni

Nama Latin : Swietenia mahagoni

Khasiat dan cara meramu / pemakaian: Obat Malaria Buah mahoni dikupas lalu dibelah dan dikeluarkan bijinya. Setelah itu ditumbuk sampai halus dan ditambahkan dengan air matang sedikit, kemudian diminum. Selain itu dapat juga dimakan langsung bila tahan karena rasanya sangat pahit.

  1. Mangga Serat

Nama Latin : Mangifera indica

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

  • Sakit Perut (sembelit) Kulit batang dari mangga serat diambil, kemudian dibersihkan dan dipukul-pukul dan selanjutnya direbus. Hasil dari rebusan ini (airnya) diminum 2 kali sehari.
  1. Manggis

Nama Latin : Alstonia scholaris R. Br.

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

  • Sakit Gigi, Getah diambil dengan cara batang pohon diteres kemudian ditaruh pada kapas dan selanjutnya ditempelkan pada gigi yang sakit.
  • Asma (Poso), Kulit batang dikeringkan kemudian ditumbuk sampai halus, diambil sebanyak 1 – 2 sendok kemudian disiram dengan air panas. Setelah hangat diminum setiap pagi.
  1. Mengkudu

Nama latin: Morinda citrifolia L.

Bagian tanaman yang digunakan: Buah ; Akar ; Daun

Resep tradisional:

  • Amandel: Buah mengkudu (parut)1 buah; Air matang 100 ml, Diseduh lalu beningannya ditambah madu satu sendok teh, Untuk berkumur; ramuan tidak berbahaya bila tertelan.
  • Limpa membesar: Buah mengkudu (parut)2 buah; Cuka encer sedikit, Peras dan saring, Diminum 1 hari sekali 1 ramuan.
  • Sariawan: Buah mengkudu (parut)1 buah; Buah pisang batu 2 buah; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
  • Tekanan darah tinggi, Buah mengkudu (parut)1 buah; Air matang 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
  • Hipertensi, Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 sendok makan madu.Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.Cara menggunakan: diminum dan diulangi 2 hari sekali.
  • Sakit Kuning, Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 potong gula batu. Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring. Cara menggunakan: diminum dan diulangi 2 hari sekali.
  • Demam (masuk angin dan infuenza), Bahan: 1 buah Mengkudu dan 1 rimpang kencur; Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.
  • Batuk, Bahan: 1 buah Mengkudu dan ½ genggam daun poo (bujanggut); Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.
  • Sakit Perut, Bahan: 2-3 daun Mengkudu Cara Membuat: ditumbuk halus, ditambah garam dan diseduh air panas.Cara menggunakan: setelah dingin disaring dan diminum.
  • Menghilangkan sisik pada kaki, Bahan: buah Mengkudu yang sudah masak di pohon.Cara menggunakan: bagian kaki yang bersiisik digosok dengan buah mengkudu tersebut sampai merata, dan dibiarkan selama 5-10 menit, kemudian dibersihkan dengan kain bersih yang dibasahi dengan air hangat.
  1. Sirsak 

Nama Latin : Annona muricata L

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

  • Demam (untuk anak-anak) Bagian tanaman yang dipergunakan sebagai obat adalah daun. Caranya: daun yang muda dan masih segar diambil sebanyak 5 – 8 lembar, kemudian ditempelkan pada kepala anak-anak.

Contoh Nyata Dampak IPTEK bagi Kehidupan Ekonomi, Sosial dan Budaya

Dalam kehidupan ini kita sebagai Manusia pastinya memiliki rasa penasaran dan ingin tahu yang tinggi dan membuat orang tersebut akan melakukan suatu penelitian mendalam. Ketika dirinya mengadakan suatu penelitian dan dapat menciptakan apa yang di inginkannya maka akan dapat memberikan kemajuan bagi dunia IPTEK khususnya. Penemuannya itu akan dapat di lihat dan di uji kebenarannya. Ketika IPTEK telah banyak memberikan kompensasinya kepada dunia ini maka akan dapat membuat pekerja Manusia menjadi lebih mudah. Untuk dapat mengerti tentang apa itu IPTEK akan di jelaskan sebagai berikut.

Pengertian IPTEK

IPTEK merupakan suatu singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang merupakan suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan suatu pengetahuan alam atau menjadi wawasan seseorang di dalam bidang teknologi. IPTEK juga merupakan semua hal yang berhubungan dnegan teknologi, hal ini mencangkup penemuan baru yang memiliki sangkutan dengan teknologi atau merupakan perkembangan di bidang teknologi sendiri.

Pengertian ilmu sendiri merupakan suatu pemahaman akan pengetahuan yang memiliki fungsi untuk dapat mencari dan menyelididki dan menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu yang menjadi pengetahuan telah mengalami uji yang layak dan terjamin kebenarannya.

Pengetahuan merupakan sesuatu yang telah di ketahui atau telah di sadari oleh seseorang yang di perolehnya dari pengalaman. Pengetahuan tidak dapat di katakana sebagai ilmu karena pengetahuan ini kebenarannya ini belumlah teruji akan kebenarannya. Pengetahuan di dapat ketika seseorang menemukan seseuatu yang belum pernah di lihat sebelumnya.

Pengertian Teknologi merupakan suatu proses metode ilmuah yang berguna untuk dapat mencapai suatu tujuan dengan maksimal. Ini menjadi sarana untuk dapat menyediakan berbagai kebutuhan atau dapat mempermudah aktivitasnya.

Berikut adalah contoh dampak kemajuan IPTEK di dibidang ekonomi, sosial dan budaya.

Contoh dampak kemajuan IPTEK bagi kehidupan Ekonomi  

Dampak Positif kemajuan IPTEK bagi kehidupan Ekonomi :

  • Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
  • Meningkatnya teknologi industri.
  • Menuntut pekerja untuk selalu menambah pengetahuan dan skill yang dimiliki.

Meskipun demikian, ada pula dampak negatifnya :

  • Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.

Contoh dampak kemajuan IPTEK bagi kehidupan Sosial dan Budaya

Budaya dapat berwujud tiga hal, yaitu ide atau gagasan, tingkah laku atau tindakan, dan benda atau barang yang dihasilkan oleh manusia. Jadi, budaya mempunyai pengertian yang luas.

Seperti telah diuraikan di atas teknologi dan industri mempunyai dampak positif dan negatif. Karena itu hendaknya teknologi secara efektif mampu memerangi kemiskinan, keterbelakangan, dan menjamin kemajuan bagi bangsa manusia. Manusia juga perlu sadar bahwa orang menciptakan sesuatu bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk kesejahteraan umat.

Dampak Positif kemajuan IPTEK bagi kehidupan sosial budaya :

  • Masyarakat Semakin Kritis. Perkembangan informasi dan komunikasi membuat akses terhadap informasi semakin mudah. Informasi tersebut bisa didapatkan dari berbagai media komunikasi, seperti koran, televisi, internet, dan lain-lain. Hal tersebut membuat masyarakat kita semakin cerdas dan kritis, contohnya adalah masyarakat selalu mengomentari kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk negeri ini, terlebih jika kebijakan tersebut tidak populis dimata rakyat.
  • Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri  sebagai suatu  bangsa  akan  semakin  kokoh.  Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
  • Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.

Meskipun demikian, ada pula dampak negatifnya:

  • Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
  • Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan,
  • Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.
  • Makin berkembangnya teknologi menyebabkan industri yang memproduksi barang secara massal juga makin meningkat. Tetapi sering kali juga dimanfaatkan untuk kepentingan yang negatif, seperti peniruan atau pemalsuan merek dagang dan sebagainya. Kian majunya masyarakat yang dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk, menyebabkan manusia sering kehilangan nilai etisnya, dan mudah melakukan tindakan yang tercela dan melanggar hukum.
  • Teknologi memang diciptakan untuk memudahkan manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya, akan tetapi akan sangat tidak bijak jika dalam pengembangan dan penerapan teknologi tersebut pada akhirnya mengikis nilai – nilai kita sebagai Manusia. Semua dikembalikan pada diri kita masing – masing.

SUMBER:

http://nurlatifah1107.blogspot.co.id/2014/06/mencari-contoh-nyata-dampak-kemajuan.html

http://oviariesta10.blogspot.co.id/2016/06/contoh-nyata-dampak-kemajuan-iptek-bagi.html