Pengertian dan Ciri-ciri Cerita Rakyat, Legenda, Mitos beserta Contohnya

  1. CERITA RAKYAT

Cerita rakyat merupakan cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas disetiap bangsa yang mempunyai kultur budaya yang beraneka ragam yang mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Pada umumnya cerita rakyat ini mengisahkan mengenai suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia dan dewa.

Ciri-Ciri Cerita Rakyat

Dalam cerita rakyat itu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Disampaikan turun-temurun
  • Tidak diketahui siapa yang pertama kali membuatnya
  • Kaya nilai-nilai luhur
  • Bersifat tradisional
  • Memiliki banyak versi dan variasi
  • Mempunyai bentuk-bentuk klise dalam susunan atau cara pengungkapkannya
  • Bersifat anonim artinya nama pengarang tidak ada
  • Berkembang dari mulut ke mulut
  • Cerita rakyat disampaikan secara lisan

Contoh Cerita Rakyat

Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan

jaka-tarub1

Jaka Tarub yang memiliki gelar Ki Ageng Tarub ini adalah tokoh yang dianggap sebagai leluhur dinasti Mataram yang menguasai tanah Jawa sejak abad ke-17 hingga sekarang. Menurut sumber masyarakat setempat, ditemukannya reruntuhan makam Jaka Tarub di desa Widodaren, Gerih, Ngawi yang menjadi bukti adanya kejadian dimana Jaka Tarub bertemu dengan Dewi Nawangwulan.

Jaka Tarub adalah seorang pemuda gagah yang memiliki kesaktian. Ia sering keluar masuk hutan untuk berburu di kawasan gunung keramat. Di gunung itu terdapat sebuah telaga yang berlokasi di desa Widodaren, Gerih, Ngawi. Tanpa sengaja, ia melihat dan kemudian mengamati tujuh bidadari yang sedang mandi di telaga tersebut.  Karena terpikat, Jaka Tarub mengambil selendang berwarna oranye yang tengah disampirkan milik salah seorang bidadari.

jaka tarub 1

Ketika para bidadari selesai mandi, mereka berdandan dan siap kembali ke kahyangan. Salah seorang bidadari bernama Nawangwulan tidak mampu ikut kembali ke kahyangan karena tidak menemukan selendangnya. Ia pun akhirnya ditinggal pergi oleh kawan-kawannya karena hari sudah beranjak senja. Jaka Tarub lalu muncul dan berpura-pura menolong. Dewi Nawangwulan pun bersedia ikut pulang ke rumah Jaka Tarub dan singkat cerita, Dewi Nawangwulan menyetujui lamaran Jaka Tarub dan akhirnya menikah.

Dari pernikahan ini lahirlah seorang putri yang dinamai Nawangsih. Sebelum menikah, Nawangwulan mengingatkan pada Jaka Tarub agar tidak sekali-kali menanyakan rahasia kebiasaan dirinya kelak setelah menjadi isteri. Rahasia tersebut adalah bahwa Nawangwulan selalu menanak nasi menggunakan hanya sebutir beras dalam penanak nasi namun menghasilkan nasi yang banyak. Jaka Tarub yang penasaran tidak menanyakan tetapi langsung membuka tutup penanak nasi. Akibat tindakan ini, kesaktian Nawangwulan hilang. Sejak itu ia menanak nasi seperti umumnya wanita biasa.

Akibat hal ini, persediaan gabah di lumbung menjadi cepat habis. Ketika persediaan gabah tinggal sedikit, Nawangwulan menemukan selendangnya, yang ternyata disembunyikan suaminya di dalam lumbung agar ia tidak bisa kembali ke kahyangan. Nawangwulan yang marah mengetahui kalau suaminya yang telah mencuri benda tersebut mengancam meninggalkan Jaka Tarub. Jaka Tarub memohon istrinya untuk tidak kembali ke kahyangan. Namun tekad Nawangwulan sudah bulat. Hanya saja, pada waktu-waktu tertentu ia rela datang ke marcapada untuk menyusui bayi Nawangsih. Nawangwulan memerintah Jaka Tarub untuk membangun sebuah dangau. Setiap malam, Nawangsih harus diletakkan disana agar Nawangwulan dapat menyusuinya tanpa harus bertemu dengan Jaka Tarub. Jaka Tarub hanya bisa melihat dari jauh saat Nawangwulan turun dari kahyangan untuk menyusui Nawangsih. Ketika Nawangsih tertidur, Nawangwulan kembali terbang ke kahyangan. Rutinitas ini terus dilakukan sampai Nawangsih beranjak dewasa. Jaka Tarub dan Nawangsih merasa ketika mereka ditimpa kesulitan, bantuan akan tiba-tiba datang. Dipercaya bantuan tersebut datang dari Nawangwulan. Nawangsih disebut sebagai wanita istimewa karena ia merupakan anak campuran dari manusia dan bidadari.

2. LEGENDA

Sebuah kisah sejarah tradisional (atau kumpulan cerita terkait) populer dianggap benar tetapi biasanya berisi campuran fakta dan fiksi. ebuah legenda adalah cerita yang diceritakan seolah-olah itu adalah peristiwa sejarah, bukan sebagai penjelasan untuk sesuatu atau narasi simbolik. Legenda mungkin atau mungkin tidak versi dijabarkan dari peristiwa sejarah. Legenda yang dalam bahasa Latin disebut legere adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh empunya cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi.

Ciri-Ciri Legenda

Legenda merupakan cerita rakyat yang memiliki ciri-ciri, yaitu sebagai berikut.

  1. Oleh yang empunya cerita dianggap sebagai suatu kejadian yang sungguh- sungguh pernah terjadi.
  2. Bersifat sekuler (keduniawian), terjadinya pada masa yang belum begitu lampau, dan bertempat di dunia seperti yang kita kenal sekarang. Tokoh utama dalam legenda adalah manusia.
  3. “Sejarah” kolektif, maksudnya sejarah yang banyak mengalami distorsi karena seringkali dapat jauh berbeda dengan kisah aslinya.
  4. Bersifat migration yakni dapat berpindah-pindah, sehingga dikenal luas di daerah-daerah yang berbeda.
  5. Bersifat siklus, yaitu sekelompok cerita yang berkisar pada suatu tokoh atau kejadian tertentu, misalnya di Jawa legenda-legenda mengenai Panji.

Contoh Legenda : “Atu Belah” yang berasal dari dataran tinggi Gayo Aceh Tengah Indonesia

Legenda Atu Belah itu menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Terjadi di sebuah desa Penarun Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah, hidup satu keluarga miskin. Keluarga itu mempunyai dua orang anak, yang tua berusia tujuh tahun dan yang kecil masih kecil. Ayah kedua anak itu hidup sebagai petani, pada waktu senggangnya ia selalu berburu rusa di hutan.

3. MITOS

Secara sederhana, definisi mitos adalah suatu informasi yang sebenarnya salah tetapi dianggap benar karena telah beredar dari generasi ke generasi. Begitu luasnya suatu mitos beredar di masyarakat sehingga masyarat tidak menyadari bahwa informasi yang diterimanya itu tidak benar. Karena begitu kuatnya keyakinan masyarakat terhadap suatu mitos tentang sesuatu hal, sehingga mempengaruhi perilaku masyarakat.

Ciri-ciri Mitos :

  1. Distorsif maksudnya adalah  hubungan antara Form dan Concept bersifat distorsif dan deformatif. Concept mendistorsi Form sehingga makna pada sistem tingkat pertama bukan lagi merupakan makna yang menunjuk pada fakta yang sebenarnya.
  2. Intensional maksudnya adalah mitos tidak ada begitu saja. Mitos sengaja diciptakan, dikonstruksikan oleh budaya masyarakatnya dengan maksud tertentu.
  3. Statement of fact maksudnya adalah mitos menaturalisasikan pesan sehingga kita menerimanya sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu diperdebatkan lagi. Sesuatu yang terletak secara alami dalam nalar awam.
  4. Motivasional. Menurut Barthes, bentuk mitos mengandung motivasi. Mitos diciptakan dengan melakukan seleksi terhadap berbagai kemungkinan konsep yang akan digunakan berdasarkan sistem semiotik tingkat pertamanya.

Contoh Mitos:

  1. Tertimpa cicak tandanya sial . Sial di sini maksudnya dari tertimpa cicak itu sendiri. Siapa yang tidak sial kalau sedang enak – enak duduk tiba – tiba tertimpa cicak.
  2. Wanita tidak boleh duduk di depan pintu pamali . Zaman dahulu wanita masih menggunakan rok, belum ada yang memakai celana. Jadi, kalau ada wanita yang duduk di depan pintu pasti akan terlihat…ya gitu deh. Pasti banyak mengundang hawa nafsu.
  3. rumah dan kita memakai payung. Mungkin orang – orang di sekitar Anda akan merasa terganggu atau tercolok matanya.
  4. Jangan bersiul pada malam hari  karena mengundang setan. Maksudnya adalah agar tidak mengganggu orang – orang yang sedang tidur.
  5. Memakai payung di dalam rumah berarti sial. Ya sial kalau lagi ada banyak orang di dalam

Sumber:

http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-cerita-rakyat-beserta-ciri-jenis-dan-contohnya/

http://rumahmbahwijan.weebly.com/sejarah-jaka-tarub–dewi-nawang-wulan.html

https://fitridiyahutamiblog.wordpress.com/2013/03/28/pengertian-mitoslegendacerita-rakyat-beserta-contohnya/

https://fitridiyahutamiblog.wordpress.com/2013/03/28/pengertian-mitoslegendacerita-rakyat-beserta-contohnya/

http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/pengertian-ciri-ciri-dan-jenis-jenis.html#.WWSYBIW6zIU

http://niwayanratihshopia.blogspot.co.id/2014/05/pengertian-dan-ciri-ciri-mitos-mite.html

Review Materi Psikologi Pendidikan

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Dalam psikologi, dikenal cabang-cabang ilmu yang teoritis (Psikologi Umum, Psikologi Abnormal, Psikologi Perkembangan, dsb) dan praktis (Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, dsb). Jadi, Psikologi Pendidikan adalah ilmu cabang Psikologi yang bersifat terapan. Psikologi terapan adalah psikologi yang mengajarkan bagaimana proses belajar yang ilmiah dan dilihat dari tingkah tingkah laku (L. Crow & Al. Crow, 1998).

Bila ditafsirkan secara luas, pendidikan itu dimulai sejak lahir dan berlangsung terus-menerus sepanjang hayat seseorang (long life education).

A. Aspek-aspek Pendidikan

  1. Pendidikan Informal

Proses belajar yang relatif tak disadari yang kemudian menjadi kecapakan dan sikap hidup sehari-hari.

Contoh: pendidikan di rumah, tempat ibadah, lapangan permainan, perpustakaan, radio, televisi, dsb.

  1. Pendidikan Formal

Pendidikan yang dilaksanakan dengan sengaja dengan tujuan dan bahan ajar yang dirumuskan secara jelas dan diklasifikasikan secara tegas

Contoh: jenjang pendidikan sekolah (Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Perguruan Tinggi (PT)).

  1. Pendidikan Non-formal

Pendidikan yang dilaksanakan dengan sengaja tetapi tidak memenuhi syarat untuk termasuk dalam jenjang pendidikan formal.

Contoh: kursus menjahit, memasak, bahasa, musik, dsb.

Dalam pendidikan informal anak akan memperoleh :

  1. Pengetahuan tentang lingkungan sekitar
  2. Kontrol (pengendalian) gerak yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi
  3. Keterampilan bahasa → mengikuti percakapan sederhana
  4. Pengertian tentang hubungan pribadi dan kelompok.

Dari sisi yang lain, pendidikan informal dapat merupakan persiapan pendidikan formal karena dalam pendidikan informal anak akan memperoleh :

  1. Suatu pengetahuan tentang lingkungan sekitar.
  2. Kontrol (pengendalian) gerak yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi.
  3. Keterampilan bahasa sehingga memungkinkan untuk ikut serta dalam percakapan sederhana.
  4. Suatu pengertian tentang hubungan pribadi dan kelompok.

B. Definisi Psikologi Pendidikan

  • Definisi Psikologi

Proses : Mencakup segala bentuk aktivitas yang akan memudahkan dalam kehidupan bermasyarakat

Hasil : Mencakup segala perubahan yang terjadi sebagai konsekuensi atau akibat dari partisipasi individu dalam kegiatan belajar,

  • Definisi Psikologi Pendidikan menurut Para Ahli
  1. Crow and Crow (1989)

Psikologi pendidikan adalah suatu ilmu terapan yang berusaha untuk menjelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan belajar secara ilmiah serta memperhatikan prinsip-prinsip dan fakta-fakta yang berhubungan dengan tingkah laku manusia.

  1. Barlow (1985)

Psikologi pendidikan merupakan pengetahuan berdasarkan riset psikologi yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu pelaksanaan tugas sebagai seorang guru dalam proses belajar mengajar secara lebih efektif.

  1. Tardif (1987)

Psikologi pendidikan adalah suatu bidang yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha pendidikan.

C. Sejarah Singkat Perkembangan Psikologi Pendidikan

Hasil penelitian membuktikan terdapat kesamaan antara praktek pengajaran kuno dengan pengajaran modern dewasa ini. Hal ini diperkuat dengan beberapa pendapat yang dikemukakan para ahli, diantaranya :

  1. From

“Anak-anak selalu mempunyai rasa ingin tahu dan tingkah laku tertentu dalam mencari pemecahan masalah (belajar).”

  1. Plato

Dalam bukunya, “Republic” : anak tidak dipaksakan untuk belajar, mereka akan menemukan bentuknya sendiri.

  1. Democritus

“Pentingnya pengaruh lingkungan dan suasana rumah terhadap kepribadian”.

  1. Plato & Aristoteles

Mengembangkan sistem pendidikan bagi kelompok masyarakat yang berbeda-beda.
Aristoteles adalah tokoh yang idenya berkembang menjadi psikologi Daya. Dalam psikologi Daya, ada 3 kekuatan atau komponen dalam jiwa manusia yang ketiganya saling interdependent (bergantung satu sama lain).

→Psikologi Daya:

  1. Kognitif (penalaran)
  2. Afektif (perasaan)
  3. Konatif (kehendak)

Psikologi Daya mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam pelaksanaan pendidikan yang melahirkan teori pendidikan yang secara populer dikenal sebagai teori “Discipline Formal”, yaitu menekankan pada pendisiplinan jiwa dalam proses pengajaran dan pendidikan serta berorientasi pada bahan pelajarannya (subject matter oriented).

  1. John Amos Comenicus

Orang pertama yang melakukan penyelidikan terhadap anak.

“Anak adalah individu yang sedang berkembang, bukan orang dewasa mini.”

  1. Rousseau

Adalah seorang penganut Naturalis. Mendasarkan ide-ide pendidikan atas dasar prinsip-prinsip perkembangan manusia.

Dalam bukunya, “Emile” : anak pada dasarnya baik, bila tidak baik dalam perkembangannya disebabkan oleh lingkungan.

  1. John Locke

Seorang penganut Empirisme. Secara kritis mengemukakan bahwa sewaktu individu lahir dalam jiwanya belum terdapat apa-apa (Teori “Tabula Rasa” / Kertas Putih), tetapi secara potensial jiwa individu itu sensitif untuk melakukan impresi terhadap dunia luar dengan senses. : Belajar melalui pengalaman dan latihan.

  1. John Heinrich Pestalozzi

Tokoh yang menyelenggarakan pendidikan secara klasikal (rombongan), merombak program-program pendidikan bagi calon pendidikan dengan konsep-konsep psikologi.

  1. William James, Cottel, dan Alfred Binet
  • James → Dalam bukunya, “Principles of Psychology” : pendekatan fungsional dalam psikologi.
  • Cottel → individual differences & pengukuran mental.
  • Binet → tes intelegensi yang bersifat individual

Selain para ahli, kebuasan masyarakat saat itu juga membantu pendidikan masa kini, contoh:

  1. Orang Indian Primitive memberikan madu atau sesuatu yang manis pada hari pertama anak pulang sekolah.
  2. ST – JEROME, menyarankan agar menyediakan seperangkat huruf dari kayu atau gading untuk anak, oleh Montessori digunakan kembali untuk anak-anak pra sekolah.
  3. Permulaan abad ke-20

Ditandai dengan penelitian psikologi yang lebih spesifik berdampak besar pada teori dan praktek pendidikan. Tokohnya adalah Termann, Thorndike, dan Jude.

Selain riset-riset perkembangan, psikologi pendidikan juga dipengaruhi oleh aliran-aliran psikologi :

  1. Behaviorisme (Watson)
  2. Psikoanalisis (Freud)
  3. Gestalt (Kohler, Koffka)

Teori-teori ini tidak ada yang terbaik karena sifatnya saling komplementer atau melengkapi.

D. Sumbangan Psikologi Pendidikan terhadap Teori dan Praktek Pendidikan

  • Peserta didik
  1. Karakteristik perkembangan individu.
  2. Individual differences → intelektual (intelegensi, kecerdasan, dll) → non-intelektual (minat, sikap, dll).
  3. Pemahaman terhadap permasalahan anak didik.
  4. Mengerti hakekat belajar.
  5. Pendidikan yang lebih kooperatif dan demokratif bagi siswa.
  6. Membantu perkembangan kepribadian siswa melalui kegiatan ekstra/intrakurikuler.
  • Proses Belajar
  1. Bagaimana proses belajar dan masalah belajar.
  2. Metode mengejar yang efektif.
  3. Penggunaan alat bantu pendidikan.
  4. Manajemen sekolah.
  5. Penyusunan jadwal belajar.
  6. Ekskul sebagai pembentuk kepribadian.
  7. Disiplin melalui reward dan punishment.
  • Pendidik
  1. Penyusunan kurikulum yang sesuai terhadap perkembangan individu.
  2. Meningkatkan kompetensi.
  3. Membantu pendidik untuk mengarahkan anak-anak luar biasa.
  4. Pendidik lebih terbuka terhadap perbedaan individu.
  5. Mengetahui metode mengajar yang efektif.
  6. Memahami permasalahan anak didik.
  7. Membantu dalam evaluasi belajar.
  8. Meningkatkan kemampuan meneliti.
  9. Mengarahkan pendidik dalam menangani anak-anak khusus.

E. Metode-metode dalam Psikologi Pendidikan

  1. Instrospeksi

Melakukan pengamatan ke dalam diri sendiri atau self observation yaitu dengan melihat keadaan mental pada waktu tertentu. Metode ini dipakai dan dikembangkan daam disiplin psikologi oleh kelompok Strukturalis (dipelopori Wundt).

  1. Observasi

Kegiatan melihat sesuatu di luar diri sehingga yang diperoleh merupakan data overt behavior (perilaku yang tampak). Dengan menyelidiki keadaan overt behavior tersebut, secara tidak langsung memberikan petunjuk tentang kondisi mental seseorang.

  1. Metode Klinis

Digunakan untuk mengumpulkan data secara lebih rinci mengenai perilaku penyesuaian dan kasus-kasus perilaku menyimpang.

a. Studi Kasus Klinis

Digunakan untuk menyelesaikan masalah disamping kesukaran belajar, gangguan emosional, juga untuk masalah deliquency (kenakalan remaja)

b. Studi Kasus Perkembangan

Digunakan untuk mengetahui bagaimana jalannya perkembangan dari satu aspek ke aspek tertentu.

                →Longitudinal

Penelitian dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu pada subjek yang sama.

Kelebihan : data yang diperoleh akurat. Kekurangan : memakan waktu yang lama.

               →Cross-Sectional

Penelitian dilakukan dengan cara memakai sampel-sampel yang mewakili usia anak yang ingin diteliti.

Kelebihan : waktu relatif cepat, data bervariasi. Kekurangan : data ridak bisa dipakai dalam tema atau pokok bahasan yang sama.

  1. Metode Diferensial

Digunakan untuk meneliti perbedaan-perbedaan individual yang terdapat di antara anak didik. Menggunakan berbagai macam teknik pengukuran (contoh: tes, angket,dsb) serta menggunakan statistik untuk menganalisa.

  1. Metode Ilmiah

Merupakan prosedur yang sistematik dalam memecahkan permasalahan dan merupakan suatu pendekatan objektif yang terbuka untuk dikritik,dikonfirmasikan, dimodifikasi atau bahkan mungkin ditolak kebenarannya oleh penelitian berikutnya. Digunakan untuk menyelesaikan permasalahan perilaku yang lebih kompleks yang harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

  1. Metode Eksperimen

Melakukan pengontrolan secara ketat terhadap faktor-faktor atau variabel-variabel yang diperkirakan dapat mencemari atau mengotori hasil penelitian.

BAKAT DAN INTELEGENSI

Bakat dan intelegensi merupakan kemampuan mental individu. Intelegensi adalah salah satu faktor yang dimiliki seseorang ditentukan oleh faktor bawaan dan faktor lingkungan.

  • Faktor bawaan adalah yang berhubungan dengan gen yang diturunkan oleh orang tuanya
  • Faktor lingkungan adalah keseluruhan pengalaman dan pendidikan yang diperoleh seseorang.

Di lain pihak, kita dapat menemukan keragaman bakat yang dimiliki manusia. Bakat seseorang dapat berbeda jenisnya dengan orang lain.

A. Sejarah Intelegensi

  1. Wundt (Jerman), Galton (Inggris), Cattel (AS) → Tes dengan soal yang mudah untuk anak-anak. Hasilnya ada perbedaan ketepatan dan kecepatan individu dalam mengerjakan tes. Maka terdapat sejumlah besar diantaranya yang menunjukkan respon atau tanggapan yang relatif sama dan dalam jumlah yang besar.
  2. Pra 1800-an → Tes hanya untuk mengukur satu kemampuan. Karya-karya para pelopor hanya terbatas dalam upayanya untuk memisahkan faktor-faktor respon atau tanggapan tunggal yang sederhana hingga akhirnya sampai kepada pengukuran intelegensi yang didasari dari beberapa variabel yang sama.
  3. Tahun 1880 → Ebbinghause menemukan berbagai tes memori (tes yang digunakan untuk menentukan sampai dimana perbedaan kemampuan individu dalam mengingat)
  4. Alfred Binet  dan Theopile Simon → membedakan intelegensi anak normal dengan anak yang lemah pikirannya. Pada akhirnya karya mereka dinamakan Tes Binet – Simon.
  5. Tes Binet → direvisi 1916 menjadi Tes Stanford Binet.

B. Pengertian Intelegensi

  1. Terman

Intelegensi adalah suatu kemampuan untuk berpikir berdasarkan atas gagasan yang abstrak.

  1. Binet

Intelegensi mencakup empat hal : pemahaman, hasil penemuan, arahan, dan pembahasan.

  1. Stren

Kapasitas umum dari individu yang secara sadar dapat menyesuaikan jiwa yang umum dengan masalah dan kondisi hidup baru yang ada.

  1. Thorndike

Daya kekuatan respon yang baik dari sudut pendangan kebenaran dan kenyataan. Tiga aspek intelegensi : altitude, breadth, and speed (ketinggian, keluasan, dan kecepatan), sebagai tingkat kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas.

C. Teori-teori Intelegensi

  1. Charles Spearman

Dua faktor intelegensi, yaitu:

Faktor G: mencakup semua kegiatan   intelektual dan dimiliki oleh semua orang.

Faktor S: mencakup semua faktor khsusus tertentu yang relevan dengan tugas tertentu.

  1. Thurstone

Intelegensi beroperasi pada 4 tingkat trial and error yaitu:

  1. Perilaku nyata (trial and error)
  2. Perceptual (trial and error)
  3. Ideational
  4. Conceptual :  dijadikan acuan bagi pengukuran intelegensi.

Kemampuan konseptual Thrustone :

  1. Verbal comprehesion (V)
  2. Number (N)
  3. Spatial relation (S)
  4. Word fluency (W)
  5. Memory (M)
  6. Reasoning (R)

D. Pengukuran Intelegensi

  1. Kualitatif

Yaitu perbedaan intelegensi disebabkan karena kualitas individu yang berbeda.

  1. Kuantitatif

Yaitu perbedaan intelegensi disebabkan karena terdapat perbedaan kuantias individu.

1. Alfred Binet

  • Tes Stanford Binet

Rumus : IQ = MA / CA X 100

Keterangan:

IQ = Intelligence Quotient

MA = Mental Age

CA = Chronological Age

Klasifikasi IQ Menurut Stanford-Binet

Picture1

2. David Wechsler

  • Wechsler-Bellevue Intellegence Scale (1939)
  • Wechsler Intellegence Scale for Children (1949)
  • Wechsler Adult Intellegence Scale (1955)

Klasifikasi IQ Menurut Wechsler:

Picture2

3. Kurve Normal Dalam Intelegensi

Picture3

Kritik Seni Namsan Seoul Tower

NAMSAN SEOUL TOWER (N SEOUL TOWER)

 tytr

  1. Deskripsi

Namsan Tower atau Seoul Tower adalah sebuah pemancar radio yang terletak di Seoul, Korea Selatan. Dinamakan Namsan Tower karena memang terletak di gunung Namsan. Gedung ini dibangun pada tahun 1969 dan baru dibuka untuk umum pada tahun 1980, tinggi menara ini mencapai 236.7 meter (777 kaki) dan berada di ketinggian 479.7 meter (1.574 kaki) diatas permukaan laut. Menara ini awalnya dinamai menara Namsan atau menara Seoul, Namun setelah pemilik menara bekerja sama dengan CJ Corporation, menara ini dinamai Menara Seoul N (nama resmi menara Seoul CJ). Alamat menara ini adalah 산1-3 Yongsandong 2(i)-ga, Yongsan-gu, Seoul, South Korea, Phone: +82 2-3455-9277.

kuui

Banyak cara untuk dapat sampai ke tempat ini, salah satunya dan yang paling banyak dipakai adalah dengan cara naik Cable Car dari Gunung Namsan, dan kemudian berjalan ke menara (tidak butuh waktu lama). Sesampainya di menara, para pengunjung disuguhkan berbagai macam toko suvenir dan restoran, dan mengenai biaya tidak perlu khawatir, karena biaya naik ke menara cukup terjangkau bagi kantong kita.

p9919-seoul-cable_car_to_namsan_tower_observation_tower

Di menara ini terdapat toko oleh-oleh dan sebuah restoran di lantai bawah. Ada balkon observasi yang terletak  di paling atas Namsan Tower dan untuk mecapainya kita harus naik lift berkecepatan super tinggi. Di balkon observasi ini kita dapat menikmati pemandangan kota Seoul dengan luas dan kita juga dapat melihat tempat-tempat penting di Seoul lewat teleskop digital. Di balkon observasi ini ada juga penjelasan yang lebih jelas tentang sejarah kota Seoul, media art digital, dan lain-lain. Jika kalian lapar, di Namsan Tower ini juga menyediakan restoran yang unik (N-Grill) karena setiap 48 /120 menit sekali akan berputar jadi kita bisa melihat kota Seoul hingga 360 derajat.

211451_image2_1

Salah satu yang menarik di menara N Seoul Tower adalah “Love Lock”, yaitu kegiatan memasang gembok di pagar-pagar pada puncak menara yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih. Ratusan bahkan mungkin ratusan ribu gembok telah memenuhi pagar-pagar di puncak N Seoul Tower. Setelah memasang gembok tersebut, kemudian kunci gembok akan dibuang dengan harapan sepasang kekasih itu tidak akan terpisahkan. Selain resto dan warung cemilan yang ada, disini kita juga bisa nemuin Teddy Bear Museum yang menyimpan banyak koleksi boneka beruang yang super lucu. Termasuk diorama sejarah Korea Selatan yang dibuat dengan memakai boneka beruang. Belum lagi toko-toko souvenir yang jual segala macam benda ‘berbau’ Namsan dan Seoul.

Paling enak jika datang kemari pada malam hari karena selain bisa melihat pemandangan lampu-lampu Kota Seoul juga bisa melihat atraksi lampu-lampu menara yang keren dan pastinya jika malam hari suasananya lebih romantis.

yrtyrty

Yang membuat tempat ini semakin terkenal adalah karena banyak drama-drama Korea terkenal yang melakukan pengambilan gambar (syuting) ditempat ini. Seperti contohnya adalah drama Boys Before Flowers, Winter Sonata, My Girl, dan lain-lain.

  1. Analisis

Pada bangunan ini memiliki komposisi simetris, yang apabila dilihat akan terkesan formal yang bisa juga memberikan kesan yang modern. Pada dasarnya bentuk menaranya sama dengan menara-menara lain. Namun, yang membuat menara ini berbeda adalah, bentuknya pada sisi atas, terdapat tiga lantai seperti yang sudah dijelaskan dalam deskripsi diatas. Lalu pada sisi puncaknya sama seperti pada menara komunikasi dan observasi lainnya.

  1. Interpretasi

Warna yang terdapat pada menara ini adalah putih. Karena warna putih adalah warna yang fleksibel sehingga dapat menyatu dengan lampu sorot pada dalam berbagai warna dan corak yang digunakan pada malam hari, sehingga menampakkan keindahan yang sangat luar biasa. Dengan warna dasar putih tersebut, membuat tower ini terlihat makin kokoh dan gagah.

  1. Kesimpulan

Pencipta menara ini sangat kreatif. Karena tidak hanya mementingkan fungsi menara ini sebagai menara komunikasi dan observasi saja, melainkan dapat dijadikan tempat wisata yang bahkan sampai dijadikan sebagai landmark kota Seoul dan merupakan titik tertinggi di kota tersebut. Namun, karena letaknya yang jauh, sedikit membuat pengunjung merasa lelah jika harus sampai kepuncak menara, walaupun sudah disediakan Cable Car.

gtytry

Sumber :

https://yeppopo.wordpress.com/2010/10/03/info-namsan-tower/

Persepsi

Pengertian Persepsi

Persepsi merupakan berbagai gejala atau stimulus di luar diri kita ditangkap melalui lima indera yang kita miliki, dan proses penerimaan rangsang ini disebut penginderaan atau sensasion. Persepsi adalah proses menasfirkan informasi indrawi.

Kali ini saya akan membahas contoh dari jenis persepsi visual.

Dalam psikologi, persepsi visual adalah kemampuan manusia untuk menginterpretasikan informasi yang ditangkap oleh mata. Hasil dari persepsi ini disebut sebagai penglihatan (eyesight, sight atau vision). Unsur-unsur ragam psikologi dalam penglihatan secara umum terangkum dalam sistem visual (visual system). Sistem visual pada manusia memungkinkan untuk beradaptasi dengan informasi dari lingkungannya. Masalah utama dari persepsi visual ini tidak semata-mata apa yang dilihat manusia melalui retina matanya. Namun lebih daripada itu adalah bagaimana menjelaskan persepsi dari apa yang benar-benar manusia lihat.

 Contoh dari persepsi visual bisa dilihat dari gambar berikut ini :

images

Amati gambar tersebut! Sekilas kita dapat mengartikan gambar itu adalah sebuah pohon tua dan kering yang sudah tidak memiliki daun (hanya ada ranting), atau bahkan kita mengira gambar itu adalah ada 2 wajah yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, atau mungkin jika amati lagi bahwa ada 8 wajah / 9 wajah manusia. tetapi jika kita lihat lebih cermat lagi maka akan terlihat ada 10 wajah manusia dalam gambar itu. Sebenarnya, manakah yang benar? Jawabannya adalah tidak ada yang benar dan yang salah dalam mempersepsikan gambar tersebut. Karena tiap orang pasti akan mempersepsikannya berbeda-beda. Mengapa begitu? Simak penjelasannya berikut ini. Gambar tersebut termasuk ke dalam figure ground perception yang termasuk dalam hukum-hukum persepsi menurut teori Gestalt.

Figure Ground Perception

Kebolehan seseorang untuk membedakan antara objek dan latar belakangnya secara visual. Objek yang difokuskan oleh seseorang individu disebut figura.

Kesimpulannya, figura dalam sesuatu karya ditentukan berdasarkan persepsi seseorang individu. Figura boleh menjadi latar dan begitu juga sebaliknya.

Fakta mengenai Figure Ground Perception 

  1. Persaingan antara figura dan latar belakang
  2. Figura sepatutnya menjadi latar dan latar sepatutnya menjadi figura.
  3. Figura dan latar menghasilkan ilusi optikal.

Kita pasti bingung apa sih yang bisa membedakan persepsi orang walaupun dalam satu objek yang sama? Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi:

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi, faktor internal dan eksternal.

  1. Faktor internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :
  • Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.
  • Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.
  • Pengalaman dan memori. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada memori dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.
  • Suasana hati. Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.
  • Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.
  • Kebutuhan yang searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.
  1. Faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari lingkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :
  • Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besarnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.
  • Warna dari obyek-obyek. Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit.
  • Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.
  • Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.
  • Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.