Prosa Lama, Prosa Baru, Biografi, Autobiografi beserta Contohnya

A. PROSA LAMA DAN PROSA BARU

Pengertian Prosa

Kata prosa berasal dari bahasa Latin yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan ini biasanya dipakai sebagai deskripsi sebuah ide atau kata. Sebab, prosa bisa dipakai untuk surat kabar, novel, majalah, surat, ensiklopedia, serta beragam jenis media lainnya. Prosa juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru.

Prosa Lama

Prosa lama adalah suatu karya sastra yang belum dipengaruhi oleh sastra atau kebudayaan dari barat. Karya sastra prosa lama yang awalnya timbul disampaikan secara lisan, dikarenakan belum dikenal bentuk tulisan. Setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia, masyarakat menjadi akrab dengan tulisan, bentuk tulisan pun mulai banyak dikenal. Sejak hal tersebut sastra tulisan mulai dikenal serta sejak itu pula babak-babak sastra pertama dalam rentan sastra Indonesia mulai ada.

 

Ciri ciri Prosa Lama :

  1. Bersifat statis, perubahannya lamban
  2. Istanasentris, bersifat kerajaan
  3. Bersifat tradisional
  4. Bersifat fantastis (khayal)
  5. Dipengaruhi oleh sastra Hindu dan Arab
  6. Terbentuk oleh masyarakat dan hidup di tengah-tengah masyarakat (anonim)
  7. Bersifat lisan dan tertulis
  8. Tidak mengindahkan sejarah atau perhitungan tahun (tidak kronologis)
  9. Tokoh yang digunakan adalah manusia, hewan dan tumbuhan

 

Adapun jenis-jenis prosa lama, yaitu:

  • Hikayat

Hikayat berasal dari bahasa India dan Arab, berisi kisah hidup para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, dan raja-raja yang memiliki kekuatan gaib. Sihir dan kekuatan yang luar biasa dari orang-orang, yang bercerita kadang-kadang tidak masuk akal.

Contoh: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, Pitung, Tale of the Poor, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman.

  • Sejarah

Sejarah (legenda) merupakan salah satu isi dari dua cerita prosa diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita terungkap dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Selain mengandung peristiwa sejarah juga berisi silsilah raja-raja. Berisi sejarah silsilah yang ditulis oleh penulis raja ini masyarakat lama.

Contoh: Sejarah Melayu bekerja Bendahara Datuk Paduka Raja alias Tun Sri Lanang yang ditulis pada tahun 1612.

  • Kisah

Kisah adalah kisah perjalanan atau pelayaran seseorang dari satu tempat ke tempat lain.

Contoh: A Journey Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jeddah.

  • Dongeng

Dongeng adalah sebuah cerita fiksi. dongeng sendiri banyak ragamnya, sebagai berikut:

  1. Fabel, adalah cerita lama melambangkan hewan sebagai simbol ajaran moral (sering disebut sebagai cerita binatang). Contoh : Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung Bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi.
  2. Mite (mitos), adalah cerita yang berkaitan dengan keyakinan di beberapa objek atau hal yang diyakini memiliki kekuatan gaib. Contoh : Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai.
  3. Legenda, adalah cerita panjang yang menceritakan tentang sejarah suatu tempat atau daerah. Contoh: Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu.
  4. Sage, adalah cerita panjang yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, sihir dan keajaiban manusia. Contoh : Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana.
  5. Parabel, adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan. Contoh : Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Mahabarata, Bhagawagita.
  6. Jenaka atau Pandir, adalah cerita tentang perilaku masyarakat bodoh, malas atau cerdik dan masing-masing dijelaskan dalam humor. Contoh : Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas.
  • Cerita Berbingkai

Cerita Berbingkai adalah cerita di mana ada banyak cerita diberitahu oleh pelaku.

Contoh: Seribu Satu Malam

.

Pengertian Prosa Baru

Prosa baru adalah prosa yang muncul setelah adanya perkambangan zaman dan telah mendapat pengaruh dari budaya-budaya asing yang masuk. Budaya asing tersebut mempengaruhi isi, tema bahkan tujuan dari prosa itu sendiri.

 

Ciri ciri Prosa Baru :

  1. Bersifat dinamis, perubahannya cepat
  2. Rakyatsentris, mengambil bahan dari rakyat sekitar
  3. Bersifat modern
  4. Bersifat realistis
  5. Dipengaruhi oleh sastra Barat
  6. Nama pencipta selalu dicantumkan
  7. Bersifat tertulis
  8. Memperhatikan urutan peristiwa
  9. Tokoh yang digunakan umumnya manusia

 

Adapun jenis-jenis prosa baru, yaitu:

  • Roman

Roman adalah bentuk baru dari prosa yang menceritakan kehidupan protagonis dengan semua kesedihan. Dalam novel, aktor utama yang sering diceritakan dari masa kanak-kanak sampai dewasa, atau bahkan kematian. kebiasaan Romawi mengungkapkan aspek masyarakat atau rinci dan menyeluruh, alur kerja bercabang, banyak derajat (peluncuran).

Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:

  1. Roman bertendens, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.
  2. Roman sosial, memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.
  3. Roman sejarah, yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.
  4. Roman psikologis, yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.
  5. Roman detektif, yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.
  • Novel

Novel berasal dari Italia. yaitu ‘berita’ Novel. Novel adalah prosa baru yang menggambarkan sebagian besar kehidupan aktor utama konflik yang paling penting, yang paling menarik, dan yang mengandung konflik mental atau perjuangan mengakibatkan perubahan nasib pelaku. Lika roman cenderung idealisme, realisme dalam novel. Biasanya lebih pendek dari novel roman dan lebih panjang dari sebuah cerita pendek. Novel sifatnya bisa fiktif atau no-fiktif.

Contoh: Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta Toer, berburu oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah Iwan Simatupang, Surabaya oleh Idrus.

  • Cerita pendek

Adalah prosa cerita pendek baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelaku yang paling penting dan menarik. Dalam sebuah cerita pendek harus menjadi konflik atau sengketa, tetapi tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya. Konflik yang mengubah sikap pemeran utama inilah yang membedakan cerpen dan novel.

Contoh: Public Radio oleh Rosihan Anwar, Bulb oleh Asrul Sani, Teman Duduk oleh Moh. Kosin, menghadapi Bembah oleh Trisno Sumarjo, Fall Surau Kami A.A. Navis.

  • Riwayat

Riwayat bercerita tentang kisah hidup orang atau biasanya tokoh terkenal atau yang menginspirasi. Ada dua jenis riwayat, yaitu biografi (ditulis oleh orang lain) dan autobiografi (ditulis sendiri oleh tokoh tersebut). Sejarah (biografi), adalah esai prosa yang berisi pengalaman hidup sendiri penulis (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa, atau bahkan kematian.

Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.J Habibie, Ki Hajar Dewantara.

  • Kritik

Kritik adalah karya penilaian yang buruk menguraikan sebuah karya dengan memberikan alasan tentang isi dan bentuk kriteria objektif tertentu dan hakim.

  • Resensi

Resensi adalah tulisan yang merangkum atau mengulas suatu karya, baik buku, seni, musik, film, atau karya lainnya. Resensi memberikan sudut pandang tentang baik dan buruknya karya tersebut. Dengan kata lain, resensi memberikan gambaran untuk mempertimbangkan apakah kita harus menikmati karya tersebut atau tidak.

  • Esai

Esai adalah review / kritik dari masalah pada wajah itu berdasarkan pandangan pribadi penulis. Isi dapat pelajaran hidup, komentar, renungan, atau komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pertunjukan dramatis, film, dll menurut selera pribadi penulis sehingga bersifat sangat subjektif atau sangat pribadi. dan tidak boleh di sentuh oleh siapa pun.

.

B. BIOGRAFI DAN AUTOBIORAFI

biografi-730x350

Pengertian Biografi

Istilah biografi berasal dari bahasa Yunani yaitu bios artinya hidup dan graphien artinya tulisan, sehingga secara harfiah biografi berarti tulisan tentang kehidupan seseorang mengenai perjalanan hidup orang lain atau dapat dikatakan sebagai riwayat hidup. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), biografi adalah riwayat hidup (seseorang) yg ditulis oleh orang lain.

Biografi dapat menceritakan informasi seperti tempat lahir, latar belakang pendidikan, pekerjaan, hubungan bahkan sampai kematiannya. Biografi menyediakan detail tentang kehidupan baik saat sukses maupun jatuhnya, bagaimana kepribadian seseorang dapat terlihat diberbagai kondisi. Biografi biasanya ditulis dalam bentuk buku, namun terkadang ada yang membuat dalam komposisi musik atau film.

Dalam membuatan detail hidup suatu individu, penulis mengumpulkan setiap detail tentang individu tersebut lewat orang lain. Baik lewat yang bersangkutan, orang tua, anak, istri/suami, teman, pesaing dan semua orang yang berkaitan dalam hidupnya, sehingga cerita akan kaya tidak hanya dari satu sudut pandang saja melainkan kumpulan dari banyak orang.

Pengertian Autobiografi

Dalam bahasa Inggris istilah “autobiography” pertama kali digunakan oleh penyair Robert Southey pada 1809, namun bentuk otobiografi sendiri sudah ada sejak zaman kuno. Autobiografi atau disebut juga otobiografi secara harfiah berasal dari bahasa Yunani yaitu auto berarti sendiri dan bios yang berarti hidup serta graphien artinya tulisan. Sehingga autobiografi diartikan sebagai tulisan tentang kisah kehidupan yang ditulis oleh subjeknya langsung (ditulis sendiri oleh yang memiliki kisah).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), autobiografi adalah riwayat hidup hidup pribadi yang ditulis sendiri. Dalam hal ini, autobiografi merupakan catatan dirinya sendiri. Artinya autobiografi adalah sebuah biografi yang didalamnya menceritakan riwayat hidup atau pengalaman pribadi yang ditulis oleh dirinya sendiri. Isi didalam autobiografi berisi tentang pengalaman dari kecil hingga keadaan sang penulis sekarang ini, dari yang paling sulit hingga mencapai keberhasilan yang besar atau prestasi yang dicapainya semasa hidupnya.

Ciri-ciri Biografi dan Autobiogafi

Menurut Fungsinya:

  • Biografi 
  1. Memberikan gambaran tentang kehidupan dan riwayat seseorang.
  2. Memberikan gambaran bagi pembaca tentang tema dan bobot karya seseorang yang akan dibeli.
  3. Menganalisa dan menerangkan kejadian-kejadian hidup seseorang.
  4. Mengetahui kelebihan seorang penulis dan latar belakangnya.
  • Autobiografi 
  1. Mengetahui kehidupan, riwayat, prestasi, dll dari orang tersebut.

Menurut Tujuannya :

  •  Biografi
  1. Agar pembaca dan penulis dapat mengetahui perjalanan hidup tokoh yang dibaca.
  2. Agar dapat mengambil pelajaran dari kehidupan tokoh tersebut.
  3. Agar pembaca dan penulis dapat mencontoh tokoh tersebut.
  •  Autobiografi
  1. Agar orang lain dapat membaca riwayat hidupnya.
  2. Agar orang lain dapat mengetahui seluk-beluk kehidupannya.

Menurut Unsur-unsurnya :

  •  Biografi 
  1. Ditulis berdasarkan sudut pandang orang ketiga.
  2. Riwayat hidup ditulis dari data-data yang ada.
  3. Data-data pribadi tentang tokoh bisa saja meragukan.
  •  Autobiografi
  1. Ditulis berdasarkan sudut pandang yang melakukan.
  2. Riwayat hidup ditulis berdasarkan apa yang dirasakan/dilakukan.
  3. Data-data pribadi terpercaya.

Perbedaan antara biografi dan Autobiografi

Biografi Autobiografi
Penulis Orang lain
Contoh: Biografi Steve Jobs ditulis oleh Walter Isaacson
Orang yang sama
Contoh: Autobiografi Nelson Mandela ditulis sendiri oleh Nelson Mandela
Ijin Bisa dengan ijin / tidak Tidak perlu
Gaya bahasa Orang ke-3 Orang pertama
Tujuan Informatif Informatif dan mengekspresikan perasaan pribadi
Data Dikumpulkan dari berbagai narasumber
Contoh: Biografi Steve Jobs dikumpulkan dari data – data Steve Jobs sendiri, istri, keluarga dekat, rekan kerja, kompetitor dan orang lain yang berhubungan
Pengalaman pribadi

C. Contoh biografi / autobiografi tentang figur, tokoh masyarakat, pakar, atau ahli yang berkaitan atau memberi kontribusi pada kebudayaan / budaya

BIOGRAFI SINGKAT PRAMOEDYA ANANTA TOER

1455586204_6848

Pramoedya Ananta Toer, secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925. Ia telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Pramoedya Ananta Toer lahir pada 6 Februari 1925 di Kampung Jetis, Blora Jawa Tengah sebagai anak sulung dari Sembilan bersaudara. Ayahnya bernama Mastoer, seorang guru dan ibunya bernama Oemi Saidah, seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-autobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa “Mas” dari nama tersebut dan menggunakan “Toer” sebagai nama keluarganya.

Sewaktu kecil, Pram sudah terlihat sebagai anak yang pintar mengumpulkan teman-temannya, banyak akal dan berani mencoba apapun dalam segala hal. Namun, masa kecilnya juga tertindas oleh perlakuan ayahnya yang terlalu keras dan berdisiplin tinggi. Rasa tertekan, terkucilkan, tertindas, dan minder yang akut akhirnya mendorong Pram untuk menulis. Pram memulai pendidikannya di SD Blora.  Namun ia pernah tiga kali tidak naik kelas sehingga membuat ayahnya malu dan mengatakannya sebagai anak yang bodoh.  Ayahnya tidak mau menyekolahkannya lebih lanjut ke jenjang yang lebih tinggi.  Akhirnya ibunya lah yang menyekolahkan dan membiayai Pram untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah telegraf (Radio Vackschool) Surabaya tanpa sertifikat karena kedatangan Jepang.

Di masa ia muda ketika kondisi negara sedang dijajah baik oleh Belanda maupun Jepang, Pram melakukan perjuangan melawan penjajah. Pram sering mengikuti kelompok militer di Jawa dan ditempatkan di Jakarta pada akhir perang kemerdekaan.  Tidak hanya berjuang untuk negara, Pram juga berjuang untuk keluarga. Pada usia 17 tahun, ibunya menderita sakit TBC dan akhirnya meninggal di tahun 1942. Ayahnya pun kesulitan bekerja sebagai guru karena kedatangan Jepang yang menyebabkan ia kehilangan mata pencaharian. Pram harus menafkahi keluarganya. Ia bekerja sebagai wartawan di kantor Jepang, kemudian menjadi stenograf, lantas menjadi jurnalis yang handal. Ia juga pernah bergabung dalam BKR.

Mengenai asmaranya, Pram sempat mengalami kisah tragis. Pernikahan pertamanya yang memilki tiga orang anak kandas. Ia ditolak oleh mertua dan istrinya akibat hanya menggantungan diri pada kegiatan menulis untuk menafkahi keluarga. Gaji yang diterima saat bekerja di Balai Pustaka dianggap tidak mencukupi. Pram pun bercerai dan kembali menikah dengan perempuan lain bernama Maemunah. Pernikahan keduanya ini membuahkan sembilan orang anak.

Ketika bangsa Indonesia yang telah merdeka akan kembali dijajah oleh Belanda (Agresi militer: 21 Juli 1947), Pram bergabung dengan kalangan nasionalis. Ia mencetak serta menyebarkan pamflet dan majalah perlawanan. Tindakan ini membawanya ke dalam penjara tahanan Belanda di Bukit Duri tanpa proses yang wajar dan selanjutnya di Pulau Damar (Edam). Ia disisksa oleh satu peleton dan barang-barang di rumahnya disita. Di dalam penjara, Pram mendapatkan banyak pengalaman hidup seperti belajar pasrah kepada Tuhan, perjuangan, hingga belajar bahasa asing seperti Inggris, Belanda dan Jerman secara otodidak, termasuk belajar sosiologi, filsafat dan ekonomi. Ia juga banyak menelurkan sejumlah karya seperti Perburuan dan Dia yang Menyerah. Akhir Desember 1949, Pram dibebasan bersama kelompok tahanan terakhir.

Kehidupan Pram pada masa peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru menjadi titik balik kehidupannya. Jika pada zaman Orde Lama ia menjadi titik puncak tokoh sastrawan terkemuka yang menyerang dengan kekuatan ideologi sastranya, maka ada zaman Orde Baru ia dijebloskan ke dalam penjara Salemba lalu ke penjara Tangerang. Pram dianggap sebagai simbol perlawanan dan korban kekerasan rezim Soeharto.  Disinilah karya-karya Pram mulai banyak bermunculan. Hal ini berlajut hingga masa Reformasi.  Pram sering sekali menjadi pembicara dalam seminar-seminar berbau kenegaraan.

Satu hal yang membuat nama Pramoedya Ananta Toer menjadi besar adalah pemikiran-pemikirannya tentang nasionalisme, demokrasi, pluralisme, pendidikan, perempuan dan agama. Secara garis besar, pemikiran Pram mengenai nasionalisme dikaitkan dengan bentuk Indonesia sebagai negara maritim dan otonomi daerah sebagai bentuk pemerintahannya. Sedangkan pemikirannya tentang demokrasi, Pram berhasil menerapkan kebebasan berpendapat dalam kalangan Lekra yang bertentangan dengan kaum komunis. Mengenai pemikiran pluralisme, Pram bersikap terbuka terhadap persoalan agama dan rasa tau etnis. Kemudian pemikirannya dalam pendidikan, ia mengkritik sistem pendidikan yang memposisikan guru subjek sekaligus objek yang mutlak di dalam kelas.  Untuk pemikirannya mengenai perempuan, Pram menunjukkan bagaimana ia memiliki perhatian yang besar terhadap kaum yang dianggapnya tangguh meski dalam kondisi tertindas.  Semua pemikiran-pemikirannya itu dituangkannya dalam bentuk karya tulis fiksi maupun non-fiksi.

Ciri khas karya-karyanya antara lain mengambil persoalan tema biografi seseorang, kebanyakan menguraikan persoalan sejarah, bertendensi pada kemanusiaan dan nilai-nilai humanis, dan menganut aliran realisme sosial.  Selayaknya kebanyakan sastrawan di Indonesia yang merupakan perokok berat, Pram juga termasuk di dalamnya.  Pram juga merupakan sosok yang humoris dengan berbagai celetukan kata-katanya yang mengundang tawa atau setidaknya segaris senyum.

Pramoedya tidak pernah puas menulis. Ia menulis hingga di usia senjanya.  Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis, walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok. Pada 12 Januari 2006, ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede, Bogor, dan dirawat di rumah sakit. Menurut laporan, Pramoedya menderita diabetes, sesak napas dan jantungnya melemah.

Pada 6 Februari 2006  di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. Pameran bertajuk Pram, Buku dan Angkatan Muda menghadirkan sampul-sampul buku yang pernah diterbitkan di mancanegara. Ada sekitar 200 buku yang pernah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia.

Pada 27 April 2006, Pram sempat tak sadar diri. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa dia ke RS Saint Carolus hari itu juga. Pram didiagnosis menderita radang paru-paru, penyakit yang selama ini tidak pernah menjangkitinya, ditambah komplikasi ginjal, jantung, dan diabetes. Pram hanya bertahan tiga hari di rumah sakit. Setelah sadar, dia kembali meminta pulang. Meski permintaan itu tidak direstui dokter, Pram bersikeras ingin pulang. Sabtu 29 April, sekitar pukul 19.00, begitu sampai di rumahnya, kondisinya jauh lebih baik. Meski masih kritis, Pram sudah bisa memiringkan badannya dan menggerak-gerakkan tangannya.

Kondisinya sempat memburuk lagi pada pukul 20.00. Pram masih dapat tersenyum dan mengepalkan tangan ketika sastrawan Eka Budianta menjenguknya. Pram juga tertawa saat dibisiki para penggemar yang menjenguknya bahwa Soeharto masih hidup. Kondisi Pram memang sempat membaik, lalu kritis lagi. Pram kemudian sempat mencopot selang infus dan menyatakan bahwa dirinya sudah sembuh. Dia lantas meminta disuapi havermut dan meminta rokok. Tapi, tentu saja permintaan tersebut tidak diluluskan keluarga. Mereka hanya menempelkan batang rokok di mulut Pram tanpa menyulutnya. Kondisi tersebut bertahan hingga pukul 22.00.

Setelah itu, beberapa kali dia kembali mengalami masa kritis. Pihak keluarga pun memutuskan menggelar tahlilan untuk mendoakan Pram. Pasang surut kondisi Pram tersebut terus berlangsung hingga pukul 02.00. Saat itu, dia menyatakan agar Tuhan segera menjemputnya. “Dorong saja saya,” ujarnya. Namun, teman-teman dan kerabat yang menjaga Pram tak lelah memberi semangat hidup. Rumah Pram yang asri tidak hanya dipenuhi anak, cucu, dan cicitnya. Tapi, teman-teman hingga para penggemarnya ikut menunggui Pram.

Kabar meninggalnya Pram sempat tersiar sejak pukul 03.00. Tetangga-tetangga sudah menerima kabar duka tersebut. Namun, pukul 05.00, mereka kembali mendengar bahwa Pram masih hidup. Terakhir, ketika ajal menjemput, Pram sempat mengerang, “Akhiri saja saya. Bakar saya sekarang,” katanya. Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun. Ia meninggalkan seorang istri, delapan anak dan lima belas cucu. Ratusan pelayat tampak memenuhi rumah dan pekarangan Pram di Jalan Multikarya II No 26, Utan Kayu, Jakarta Timur. Jenazah dimandikan pukul 12.30 WIB, lalu disalatkan. Setelah itu, dibawa keluar rumah untuk dimasukkan ke ambulans yang membawa Pram ke TPU Karet Bivak. Terdengar lagu Internationale dan Darah Juang dinyanyikan di antara pelayat.

Karya-Karya

> Sepoeloeh Kepala Nica (1946), hilang di tangan penerbit Balingka, Pasar Baru, Jakarta, 1947

> Kranji–Bekasi Jatuh (1947), fragmen dari Di Tepi Kali Bekasi

>Perburuan (1950), pemenang sayembara Balai Pustaka, Jakarta, 1949

> Keluarga Gerilya (1950)

> Subuh (1951), kumpulan 3 cerpen

> Percikan Revolusi (1951), kumpulan cerpen

> Mereka yang Dilumpuhkan (I & II) (1951)

> Bukan Pasar Malam (1951)

> Di Tepi Kali Bekasi (1951), dari sisa naskah yang dirampas Marinir Belanda pada 22 Juli 1947

> Dia yang Menyerah (1951), kemudian dicetak ulang dalam kumpulan cerpen

> Cerita dari Blora (1952), pemenang karya sastra terbaik dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional,  Jakarta, 1953

> Gulat di Jakarta (1953)

> Midah Si Manis Bergigi Emas (1954)

> Korupsi (1954)

> Mari Mengarang (1954), tak jelas nasibnya di tangan penerbit

> Cerita Dari Jakarta (1957)

> Cerita Calon Arang (1957)

> Sekali Peristiwa di Banten Selatan (1958)

> Panggil Aku Kartini Saja (I & II, 1963; bagian III dan IV dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965

> Kumpulan Karya Kartini, yang pernah diumumkan di berbagai media; dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965

> Wanita Sebelum Kartini; dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965

> Gadis Pantai (1962-65) dalam bentuk cerita bersambung, bagian pertama triologi tentang keluarga Pramoedya; terbit sebagai buku, 1987; dilarang Jaksa Agung; jilid kedua dan ketiga dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965

> Sejarah Bahasa Indonesia. Satu Percobaan (1964); dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965

> Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia (1963)

> Lentera (1965), tak jelas nasibnya di tangan penerbit

> Bumi Manusia (1980); dilarang Jaksa Agung, 1981

> Anak Semua Bangsa (1981); dilarang Jaksa Agung, 1981

> Sikap dan Peran Intelektual di Dunia Ketiga (1981)

> Tempo Doeloe (1982), antologi sastra pra-Indonesia

> Jejak Langkah (1985); dilarang Jaksa Agung, 1985

> Sang Pemula (1985); dilarang Jaksa Agung, 1985

> Hikayat Siti Mariah, (ed.) Hadji Moekti, (1987); dilarang Jaksa Agung, 1987

> Rumah Kaca (1988); dilarang Jaksa Agung, 1988

> Memoar Oei Tjoe Tat, (ed.) Oei Tjoe Tat, (1995); dilarang Jaksa Agung, 1995

> Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I (1995); dilarang Jaksa Agung, 1995

> Arus Balik (1995)

> Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II (1997)

> Arok Dedes (1999)

> Mangir (2000)

> Larasati (2000)

> Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (2005)

Penghargaan

> Freedom to Write Award dari PEN American Center, AS, 1988

> Penghargaan dari The Fund for Free Expression, New York, AS, 1989

> Wertheim Award, “for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people”, dari The Wertheim Fondation, Leiden, Belanda, 1995

> Ramon Magsaysay Award, “for Journalism, Literature, and Creative Arts, in recognation of his illuminating with briliant stories the historical awakening, and modern experience of Indonesian people”, dari Ramon Magsaysay Award Foundation, Manila, Filipina, 1995

> UNESCO Madanjeet Singh Prize, “in recognition of his outstanding contribution to the promotion of tolerance and non-violence” dari UNESCO, Perancis, 1996

> Doctor of Humane Letters, “in recognition of his remarkable imagination and distinguished literary contributions, his example to all who oppose tyranny, and his highly principled struggle for intellectual freedom” dari Universitas Michigan, Madison, AS, 1999

> Chancellor’s distinguished Honor Award, “for his outstanding literary archievements and for his contributions to ethnic tolerance and global understanding”, dari Universitas California, Berkeley, AS, 1999

> Chevalier de l’Ordre des Arts et des Letters, dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique, Paris, Perancis, 1999

> New York Foundation for the Arts Award, New York, AS, 2000

> Fukuoka Cultural Grand Prize (Hadiah Budaya Asia Fukuoka), Jepang, 2000

> The Norwegian Authors Union, 2004

> Centenario Pablo Neruda, Chili, 2004

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari sosok Pramoedya Ananta Toer, diantaranya belajar berbangsa dan keindonesiaan, belajar mengarang dan belajar mengenai arti kehidupan.

Sumber:

http://www.kelasindonesia.com/2015/04/perbedaan-antara-prosa-lama-dengan-prosa-baru.html

http://www.gurupendidikan.com/pengertian-prosa-lama-dan-baru-beserta-contohnya-lengkap/

https://masipunk1.blogspot.co.id/2016/03/pengertian-perbedaan-biografi-dan.html

http://apaperbedaan.com/biografi-dan-autobiografi/

http://duniaevira.blogspot.co.id/2012/05/biografi-singkat-pramoedya-ananta-toer.html

http://biografi-penulis.blogspot.co.id/2015/04/biografi-pramoedya-ananta-toer.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s