Kebudayaan Bangsa Timur Indonesia dan Unsur Kebudayaan menurut C. Kluckhohn

A. Kebudayaan Bangsa Timur Indonesia 

Arti Kata Budaya Timur

Budaya Timur: keseluruhan cara hidup, cara berpikir, dan pandangan hidup bangsa-bangsa di belahan bumi bagian timur (Asia).

Manusia dimuka bumi ini mendiami wilayah yang berbeda, ada yang mendiami wilayah timur, wilayah barat dan wilayah timur tengah. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Negara Indonesia termasuk ke dalam bangsa timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang-orang dari wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa timur karena mereka senang dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualis dan saling tolong menolong.

Kepribadian bangsa Timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi. Kepribadian bangsa timur, kita tinggal di Indonesia termasuk ke dalam bangsa timur, dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Di dunia bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Penjabaran kebudayaan bangsa timur Indonesia adalah sebagai berikut:

Kepribadian Bangsa Timur Indonesia

  • Ramah (Hospitality)

Maksud dari sifat tersebut menunjukkan bahwa bangsa timur memiliki sifat yang ramah dan sopan serta mudah bersosialisasi dengan bangsa lainnya. Sikap peduli terhadap lingkungan sekitar membuat bangsa timur mudah bergaul, berbeda dengan bangsa barat yang cenderung hidup lebih individualis.

  • Pekerja Keras (Hardworking)

Pekerja keras merupakan sifat yang tidak bisa dianggap remeh. Bangsa timur dikenal dengan orang-orangnya yang tidak mudah menyerah, rajin, dan bersungguh-sungguh saat melakukan sesuatu apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan.

  • Agamis & Berbudi Pekerti Luhur (Religius & Well-cultured)

Bangsa timur juga terkenal karena keragaman ras dan kebudayaan. Tidak hanya menang kuantitas, hal utama yang menjadi pedoman hidup bangsa timur adalah tradisi dan agama. Karena keterikatan dengan adat dan budaya menjadikan pembatas individu-individu bangsa timur untuk mencapai potensi maksimalnya.

  • Menghormati yang lebih Tua (Respect for Elders)

Bangsa timur dikenal dengan kesopanannya dan menjunjung tinggi norma kesopanan. Adat yang berlaku di lingkungaan bangsa timur sangat berpengaruh terhadap kesopanan orang-orangnya. Bangsa timur timur sangat menghormati orang yang lebih tua, mulai dari sikap, perilaku, maupun tutur kata nya.

  • Rajin (Diligent)

Bangsa timur dikenal pekerja keras dan rajin yang  menyebabkan bangsa timur cerdas dan pantang menyerah.

  • Menjunjung Tinggi Norma (Attached to Norms)

Bangsa timur dikenal amat menjunjung tinggi norma-norma. Bangsa timur cenderung judgemental menyangkut hal-hal yang bertentangan dengan norma.

  • Ikatan Kekeluargaan yang Kuat (Strong Family Ties)

Kebanyakan orang-orang bangsa timur sangat bergantung pada keluarganya. Keluarga menjadi faktor utama dalam hal mempertimbangkan banyak hal seperti urusan jodoh dan karir.

B. Unsur Kebudayaan Menurut Clyde Kluckhohn 

Mempelajari unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah kebudayaan sangat penting untuk memahami kebudayaan manusia. C. Kluckhohn dalam bukunya yang berjudul Universal Categories of Culture (dalam Gazalba, 1989: 10), membagi sistem kebudayaan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal atau disebut dengan cultural universal. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut adalah :

  1. Bahasa

Bahasa merupakan produk manusia sebagai homo languens.  Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam kebudayaan, bahasa menjadi unsur penting karena fungsinya. Fungsi dari bahasa adalah sebagai alat komunikasi anggota masyarakat sehingga mereka dapat berinteraksi satu sama lain. Tanpa bahasa, sebuah kebudayaan tidak akan tercipta karena hakikatnya kebudayaan dapat diciptakan setelah adanya interaksi dari masyarakatnya. Bahasa dapat berupa bahasa lisan maupun tulisan. Bahasa juga memegang peran sebagai identitas dari suatu suku bangsa. Misalnya: Bahasa daerah Jawa, Bahasa Indonesia, Bahasa Korea, Bahasa Thailand, Bahasa Jepang, dsb.

  1. Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang dapat diketahui, diterima dan dipahami oleh manusia dalam penggunaan panca indranya. Pada setiap kebudayaan, ilmu pengetahuan menjadi hal penting karena dengan sistem inilah suatu kebudayaan akan bertahan. Kemudian, sistem ilmu pengetahuan antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya sangat berbeda. Misalnya, ilmu astronomi yang dimiliki masyarakat pesisir pantai akan lebih baik daripada masyarakat yang tinggal di pegunungan.

Sistem Pengetahuan dapat dibedakan menjadi:

  • Pengetahuan tentang alam
  • Pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan
  • Pengetahuan tentang tubuh manusia
  • Pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia
  • Pengetahuan tentang ruang dan waktu

Saat ini ilmu pengetahuan telah berkembang dengan pesat, muncul dalam beragam bentuk. Contohnya Matematika, Kimia, Ekonomi, dsb.

  1. Sistem  Organisasi Kemasyarakatan

Sistem organisasi kemasyarakatan merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sebagai makhluk sosial akan selalu hidup bersama dengan orang lain untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Untuk mencapai tujuan-tujuan hidup tertentu yang tidak dapat dicapai sendiri, manusia bersama-sama dengan manusia lain dalam masyarakat akan membentuk perkumpulan atau organisasi sosial. Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk masyarakat  baik formal maupun non-formal (berbadan hokum maupun tidak berbadan hokum).

Berdasarkan bidang kegiatannya, organisasi sosial di masyarakat dibedakan menjadi:

  • Organisasi Sosial di bidang Pendidikan, misalnya sekolah, lembaga pelatihan, LPK, dll.
  • Organisasi Sosial di bidang Kesejahteraan Sosial, misalnya Panti Asuhan, Panti Jumpo, dll.
  • Organisasi Sosial di bidang Kesehatan, misalnya Rumah Sakit, Balai Pengobatan.
  • Organisasi Sosial di bidang Keadilan, misalnya LBH.
  1. Sistem Perlengkapan Hidup dan Teknologi

Sistem perlengkapan hidup dan teknologi manusia merupakan produk manusia sebagai homo faber. Perlengkapan hidup merupakan semua sarana dan prasarana yang digunakan oleh manusia dalam setiap proses kehidupan terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Teknologi merupakan cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan.

Teknologi yang berkembang di masyarakat dan berfungsi sebagai peralatan dan perlengkapan hidup diantarannya adalah:

  • Alat-alat Produktif
  • Senjata
  • Wadah
  • Alat-alat menyalakan api
  • Makanan
  • Pakaian
  • Tempat Berlindung dan Perumahan
  • Alat-alat Transportasi

Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Peralatan hidup dan teknologi diciptakan manusia untuk mempermudah mereka untuk hidup. Dengan seperti itu, kebudayaan masyarakat yang mempunyai teknologi yang lebih canggih akan sangat berbeda dengan kebudayaan di masyarakat yang masih menggunakan alat sederhana.

  1. Sistem Ekonomi atau Mata Pencaharian Hidup

Sistem ekonomi atau mata pencaharian hidup yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus. Sistem mata pencaharian hidup yang termasuk dalam unsur budaya universal terfokus pada mata pencaharian masyarakat tradisional, diantaranya:

  • Berburu dan Meramu
  • Beternak
  • Bercocok tanam di Ladang
  • Menangkap Ikan

Mata pencaharian dan ekonomi masyarakat akan mempengaruhi kebudayaan yang akan terbentuk di sana. Misalnya, kebudayaan para petani akan berbeda dengan kebudayaan para nelayan.

  1. Sistem Religi dan Upacara Keagamaan

Sistem religi dan upacara keagamaan merupakan produk manusia sebagai homo religius. Manusia memiliki aspek spritual dalam kehidupannya. Semua aktivitas manusia yang berkaitan dengan kepercayaan atau agama didasarkan pada suatu getaran jiwa, yang disebut emosi keagamaan (religius emotion). Emosi keagamaan inilah yang membuat manusia melakukan tindakan yang bersifat keagamaan. Setiap kebudayaan, sistem kepercayaan atau religi menjadi sistem yang paling penting karena bisa menentukan setiap aturan yang ada di dalam masyarakat tersebut.

Contoh : masyarakat Hindu yang mengagungkan hewan sapi, sedangkan dalam masyarakat lainnya tidak. Bahkan, untuk masyarakat yang tidak mempercayai adanya Tuhan pun, mereka masih mempunyai sistem ini.

  1. Kesenian

Kesenian merupakan hasil dari manusia dalam keberadaannya sebagai homo esteticus. Setiap kebudayaan pasti identik dengan kesenian. Kesenian adalah cara manusia mengekspresikan perasaannya dengan mengutamakan nilai-nilai keindahan. Kesenian menjadi penting, sebab dengan melihat kesenian dari suatu kelompok, seseorang dapat dengan muda menghubungkannya dengan suatu kelompok suku bangsa.

Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional adalah wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern adalah film, lagu, dan koreografi.

Karena sifat universalnya, suatu masyarakat seprimitif apapun kebudayaannya, tetap memliki ketujuh unsur budaya yang telah disebutkan. Yang membedakan hanya tingkat kekompleksitasannya. Semakin modern kebudayaan suatu masyarakat, tujuh unsur kebudayaan ini semakin berkembang. Keterkaitan satu sama lain juga makin rumit.

Sumber:

https://hakkajiten.wordpress.com/index/ilmu-budaya-dasar/kepribadian-bangsa-timur/

http://ips-mrwindu.blogspot.co.id/2015/03/unsur-unsur-budaya-universal.html

https://zzzfadhlan.wordpress.com/2014/04/22/7-unsur-kebudayaan-universal-menurut-c-kluckhohn/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s