Prosa Lama, Prosa Baru, Biografi, Autobiografi beserta Contohnya

A. PROSA LAMA DAN PROSA BARU

Pengertian Prosa

Kata prosa berasal dari bahasa Latin yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan ini biasanya dipakai sebagai deskripsi sebuah ide atau kata. Sebab, prosa bisa dipakai untuk surat kabar, novel, majalah, surat, ensiklopedia, serta beragam jenis media lainnya. Prosa juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru.

Prosa Lama

Prosa lama adalah suatu karya sastra yang belum dipengaruhi oleh sastra atau kebudayaan dari barat. Karya sastra prosa lama yang awalnya timbul disampaikan secara lisan, dikarenakan belum dikenal bentuk tulisan. Setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia, masyarakat menjadi akrab dengan tulisan, bentuk tulisan pun mulai banyak dikenal. Sejak hal tersebut sastra tulisan mulai dikenal serta sejak itu pula babak-babak sastra pertama dalam rentan sastra Indonesia mulai ada.

 

Ciri ciri Prosa Lama :

  1. Bersifat statis, perubahannya lamban
  2. Istanasentris, bersifat kerajaan
  3. Bersifat tradisional
  4. Bersifat fantastis (khayal)
  5. Dipengaruhi oleh sastra Hindu dan Arab
  6. Terbentuk oleh masyarakat dan hidup di tengah-tengah masyarakat (anonim)
  7. Bersifat lisan dan tertulis
  8. Tidak mengindahkan sejarah atau perhitungan tahun (tidak kronologis)
  9. Tokoh yang digunakan adalah manusia, hewan dan tumbuhan

 

Adapun jenis-jenis prosa lama, yaitu:

  • Hikayat

Hikayat berasal dari bahasa India dan Arab, berisi kisah hidup para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, dan raja-raja yang memiliki kekuatan gaib. Sihir dan kekuatan yang luar biasa dari orang-orang, yang bercerita kadang-kadang tidak masuk akal.

Contoh: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, Pitung, Tale of the Poor, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman.

  • Sejarah

Sejarah (legenda) merupakan salah satu isi dari dua cerita prosa diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita terungkap dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Selain mengandung peristiwa sejarah juga berisi silsilah raja-raja. Berisi sejarah silsilah yang ditulis oleh penulis raja ini masyarakat lama.

Contoh: Sejarah Melayu bekerja Bendahara Datuk Paduka Raja alias Tun Sri Lanang yang ditulis pada tahun 1612.

  • Kisah

Kisah adalah kisah perjalanan atau pelayaran seseorang dari satu tempat ke tempat lain.

Contoh: A Journey Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jeddah.

  • Dongeng

Dongeng adalah sebuah cerita fiksi. dongeng sendiri banyak ragamnya, sebagai berikut:

  1. Fabel, adalah cerita lama melambangkan hewan sebagai simbol ajaran moral (sering disebut sebagai cerita binatang). Contoh : Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung Bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi.
  2. Mite (mitos), adalah cerita yang berkaitan dengan keyakinan di beberapa objek atau hal yang diyakini memiliki kekuatan gaib. Contoh : Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai.
  3. Legenda, adalah cerita panjang yang menceritakan tentang sejarah suatu tempat atau daerah. Contoh: Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu.
  4. Sage, adalah cerita panjang yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, sihir dan keajaiban manusia. Contoh : Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana.
  5. Parabel, adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan. Contoh : Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Mahabarata, Bhagawagita.
  6. Jenaka atau Pandir, adalah cerita tentang perilaku masyarakat bodoh, malas atau cerdik dan masing-masing dijelaskan dalam humor. Contoh : Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas.
  • Cerita Berbingkai

Cerita Berbingkai adalah cerita di mana ada banyak cerita diberitahu oleh pelaku.

Contoh: Seribu Satu Malam

.

Pengertian Prosa Baru

Prosa baru adalah prosa yang muncul setelah adanya perkambangan zaman dan telah mendapat pengaruh dari budaya-budaya asing yang masuk. Budaya asing tersebut mempengaruhi isi, tema bahkan tujuan dari prosa itu sendiri.

 

Ciri ciri Prosa Baru :

  1. Bersifat dinamis, perubahannya cepat
  2. Rakyatsentris, mengambil bahan dari rakyat sekitar
  3. Bersifat modern
  4. Bersifat realistis
  5. Dipengaruhi oleh sastra Barat
  6. Nama pencipta selalu dicantumkan
  7. Bersifat tertulis
  8. Memperhatikan urutan peristiwa
  9. Tokoh yang digunakan umumnya manusia

 

Adapun jenis-jenis prosa baru, yaitu:

  • Roman

Roman adalah bentuk baru dari prosa yang menceritakan kehidupan protagonis dengan semua kesedihan. Dalam novel, aktor utama yang sering diceritakan dari masa kanak-kanak sampai dewasa, atau bahkan kematian. kebiasaan Romawi mengungkapkan aspek masyarakat atau rinci dan menyeluruh, alur kerja bercabang, banyak derajat (peluncuran).

Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:

  1. Roman bertendens, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.
  2. Roman sosial, memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.
  3. Roman sejarah, yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.
  4. Roman psikologis, yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.
  5. Roman detektif, yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.
  • Novel

Novel berasal dari Italia. yaitu ‘berita’ Novel. Novel adalah prosa baru yang menggambarkan sebagian besar kehidupan aktor utama konflik yang paling penting, yang paling menarik, dan yang mengandung konflik mental atau perjuangan mengakibatkan perubahan nasib pelaku. Lika roman cenderung idealisme, realisme dalam novel. Biasanya lebih pendek dari novel roman dan lebih panjang dari sebuah cerita pendek. Novel sifatnya bisa fiktif atau no-fiktif.

Contoh: Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta Toer, berburu oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah Iwan Simatupang, Surabaya oleh Idrus.

  • Cerita pendek

Adalah prosa cerita pendek baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelaku yang paling penting dan menarik. Dalam sebuah cerita pendek harus menjadi konflik atau sengketa, tetapi tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya. Konflik yang mengubah sikap pemeran utama inilah yang membedakan cerpen dan novel.

Contoh: Public Radio oleh Rosihan Anwar, Bulb oleh Asrul Sani, Teman Duduk oleh Moh. Kosin, menghadapi Bembah oleh Trisno Sumarjo, Fall Surau Kami A.A. Navis.

  • Riwayat

Riwayat bercerita tentang kisah hidup orang atau biasanya tokoh terkenal atau yang menginspirasi. Ada dua jenis riwayat, yaitu biografi (ditulis oleh orang lain) dan autobiografi (ditulis sendiri oleh tokoh tersebut). Sejarah (biografi), adalah esai prosa yang berisi pengalaman hidup sendiri penulis (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa, atau bahkan kematian.

Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.J Habibie, Ki Hajar Dewantara.

  • Kritik

Kritik adalah karya penilaian yang buruk menguraikan sebuah karya dengan memberikan alasan tentang isi dan bentuk kriteria objektif tertentu dan hakim.

  • Resensi

Resensi adalah tulisan yang merangkum atau mengulas suatu karya, baik buku, seni, musik, film, atau karya lainnya. Resensi memberikan sudut pandang tentang baik dan buruknya karya tersebut. Dengan kata lain, resensi memberikan gambaran untuk mempertimbangkan apakah kita harus menikmati karya tersebut atau tidak.

  • Esai

Esai adalah review / kritik dari masalah pada wajah itu berdasarkan pandangan pribadi penulis. Isi dapat pelajaran hidup, komentar, renungan, atau komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pertunjukan dramatis, film, dll menurut selera pribadi penulis sehingga bersifat sangat subjektif atau sangat pribadi. dan tidak boleh di sentuh oleh siapa pun.

.

B. BIOGRAFI DAN AUTOBIORAFI

biografi-730x350

Pengertian Biografi

Istilah biografi berasal dari bahasa Yunani yaitu bios artinya hidup dan graphien artinya tulisan, sehingga secara harfiah biografi berarti tulisan tentang kehidupan seseorang mengenai perjalanan hidup orang lain atau dapat dikatakan sebagai riwayat hidup. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), biografi adalah riwayat hidup (seseorang) yg ditulis oleh orang lain.

Biografi dapat menceritakan informasi seperti tempat lahir, latar belakang pendidikan, pekerjaan, hubungan bahkan sampai kematiannya. Biografi menyediakan detail tentang kehidupan baik saat sukses maupun jatuhnya, bagaimana kepribadian seseorang dapat terlihat diberbagai kondisi. Biografi biasanya ditulis dalam bentuk buku, namun terkadang ada yang membuat dalam komposisi musik atau film.

Dalam membuatan detail hidup suatu individu, penulis mengumpulkan setiap detail tentang individu tersebut lewat orang lain. Baik lewat yang bersangkutan, orang tua, anak, istri/suami, teman, pesaing dan semua orang yang berkaitan dalam hidupnya, sehingga cerita akan kaya tidak hanya dari satu sudut pandang saja melainkan kumpulan dari banyak orang.

Pengertian Autobiografi

Dalam bahasa Inggris istilah “autobiography” pertama kali digunakan oleh penyair Robert Southey pada 1809, namun bentuk otobiografi sendiri sudah ada sejak zaman kuno. Autobiografi atau disebut juga otobiografi secara harfiah berasal dari bahasa Yunani yaitu auto berarti sendiri dan bios yang berarti hidup serta graphien artinya tulisan. Sehingga autobiografi diartikan sebagai tulisan tentang kisah kehidupan yang ditulis oleh subjeknya langsung (ditulis sendiri oleh yang memiliki kisah).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), autobiografi adalah riwayat hidup hidup pribadi yang ditulis sendiri. Dalam hal ini, autobiografi merupakan catatan dirinya sendiri. Artinya autobiografi adalah sebuah biografi yang didalamnya menceritakan riwayat hidup atau pengalaman pribadi yang ditulis oleh dirinya sendiri. Isi didalam autobiografi berisi tentang pengalaman dari kecil hingga keadaan sang penulis sekarang ini, dari yang paling sulit hingga mencapai keberhasilan yang besar atau prestasi yang dicapainya semasa hidupnya.

Ciri-ciri Biografi dan Autobiogafi

Menurut Fungsinya:

  • Biografi 
  1. Memberikan gambaran tentang kehidupan dan riwayat seseorang.
  2. Memberikan gambaran bagi pembaca tentang tema dan bobot karya seseorang yang akan dibeli.
  3. Menganalisa dan menerangkan kejadian-kejadian hidup seseorang.
  4. Mengetahui kelebihan seorang penulis dan latar belakangnya.
  • Autobiografi 
  1. Mengetahui kehidupan, riwayat, prestasi, dll dari orang tersebut.

Menurut Tujuannya :

  •  Biografi
  1. Agar pembaca dan penulis dapat mengetahui perjalanan hidup tokoh yang dibaca.
  2. Agar dapat mengambil pelajaran dari kehidupan tokoh tersebut.
  3. Agar pembaca dan penulis dapat mencontoh tokoh tersebut.
  •  Autobiografi
  1. Agar orang lain dapat membaca riwayat hidupnya.
  2. Agar orang lain dapat mengetahui seluk-beluk kehidupannya.

Menurut Unsur-unsurnya :

  •  Biografi 
  1. Ditulis berdasarkan sudut pandang orang ketiga.
  2. Riwayat hidup ditulis dari data-data yang ada.
  3. Data-data pribadi tentang tokoh bisa saja meragukan.
  •  Autobiografi
  1. Ditulis berdasarkan sudut pandang yang melakukan.
  2. Riwayat hidup ditulis berdasarkan apa yang dirasakan/dilakukan.
  3. Data-data pribadi terpercaya.

Perbedaan antara biografi dan Autobiografi

Biografi Autobiografi
Penulis Orang lain
Contoh: Biografi Steve Jobs ditulis oleh Walter Isaacson
Orang yang sama
Contoh: Autobiografi Nelson Mandela ditulis sendiri oleh Nelson Mandela
Ijin Bisa dengan ijin / tidak Tidak perlu
Gaya bahasa Orang ke-3 Orang pertama
Tujuan Informatif Informatif dan mengekspresikan perasaan pribadi
Data Dikumpulkan dari berbagai narasumber
Contoh: Biografi Steve Jobs dikumpulkan dari data – data Steve Jobs sendiri, istri, keluarga dekat, rekan kerja, kompetitor dan orang lain yang berhubungan
Pengalaman pribadi

C. Contoh biografi / autobiografi tentang figur, tokoh masyarakat, pakar, atau ahli yang berkaitan atau memberi kontribusi pada kebudayaan / budaya

BIOGRAFI SINGKAT PRAMOEDYA ANANTA TOER

1455586204_6848

Pramoedya Ananta Toer, secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925. Ia telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Pramoedya Ananta Toer lahir pada 6 Februari 1925 di Kampung Jetis, Blora Jawa Tengah sebagai anak sulung dari Sembilan bersaudara. Ayahnya bernama Mastoer, seorang guru dan ibunya bernama Oemi Saidah, seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-autobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa “Mas” dari nama tersebut dan menggunakan “Toer” sebagai nama keluarganya.

Sewaktu kecil, Pram sudah terlihat sebagai anak yang pintar mengumpulkan teman-temannya, banyak akal dan berani mencoba apapun dalam segala hal. Namun, masa kecilnya juga tertindas oleh perlakuan ayahnya yang terlalu keras dan berdisiplin tinggi. Rasa tertekan, terkucilkan, tertindas, dan minder yang akut akhirnya mendorong Pram untuk menulis. Pram memulai pendidikannya di SD Blora.  Namun ia pernah tiga kali tidak naik kelas sehingga membuat ayahnya malu dan mengatakannya sebagai anak yang bodoh.  Ayahnya tidak mau menyekolahkannya lebih lanjut ke jenjang yang lebih tinggi.  Akhirnya ibunya lah yang menyekolahkan dan membiayai Pram untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah telegraf (Radio Vackschool) Surabaya tanpa sertifikat karena kedatangan Jepang.

Di masa ia muda ketika kondisi negara sedang dijajah baik oleh Belanda maupun Jepang, Pram melakukan perjuangan melawan penjajah. Pram sering mengikuti kelompok militer di Jawa dan ditempatkan di Jakarta pada akhir perang kemerdekaan.  Tidak hanya berjuang untuk negara, Pram juga berjuang untuk keluarga. Pada usia 17 tahun, ibunya menderita sakit TBC dan akhirnya meninggal di tahun 1942. Ayahnya pun kesulitan bekerja sebagai guru karena kedatangan Jepang yang menyebabkan ia kehilangan mata pencaharian. Pram harus menafkahi keluarganya. Ia bekerja sebagai wartawan di kantor Jepang, kemudian menjadi stenograf, lantas menjadi jurnalis yang handal. Ia juga pernah bergabung dalam BKR.

Mengenai asmaranya, Pram sempat mengalami kisah tragis. Pernikahan pertamanya yang memilki tiga orang anak kandas. Ia ditolak oleh mertua dan istrinya akibat hanya menggantungan diri pada kegiatan menulis untuk menafkahi keluarga. Gaji yang diterima saat bekerja di Balai Pustaka dianggap tidak mencukupi. Pram pun bercerai dan kembali menikah dengan perempuan lain bernama Maemunah. Pernikahan keduanya ini membuahkan sembilan orang anak.

Ketika bangsa Indonesia yang telah merdeka akan kembali dijajah oleh Belanda (Agresi militer: 21 Juli 1947), Pram bergabung dengan kalangan nasionalis. Ia mencetak serta menyebarkan pamflet dan majalah perlawanan. Tindakan ini membawanya ke dalam penjara tahanan Belanda di Bukit Duri tanpa proses yang wajar dan selanjutnya di Pulau Damar (Edam). Ia disisksa oleh satu peleton dan barang-barang di rumahnya disita. Di dalam penjara, Pram mendapatkan banyak pengalaman hidup seperti belajar pasrah kepada Tuhan, perjuangan, hingga belajar bahasa asing seperti Inggris, Belanda dan Jerman secara otodidak, termasuk belajar sosiologi, filsafat dan ekonomi. Ia juga banyak menelurkan sejumlah karya seperti Perburuan dan Dia yang Menyerah. Akhir Desember 1949, Pram dibebasan bersama kelompok tahanan terakhir.

Kehidupan Pram pada masa peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru menjadi titik balik kehidupannya. Jika pada zaman Orde Lama ia menjadi titik puncak tokoh sastrawan terkemuka yang menyerang dengan kekuatan ideologi sastranya, maka ada zaman Orde Baru ia dijebloskan ke dalam penjara Salemba lalu ke penjara Tangerang. Pram dianggap sebagai simbol perlawanan dan korban kekerasan rezim Soeharto.  Disinilah karya-karya Pram mulai banyak bermunculan. Hal ini berlajut hingga masa Reformasi.  Pram sering sekali menjadi pembicara dalam seminar-seminar berbau kenegaraan.

Satu hal yang membuat nama Pramoedya Ananta Toer menjadi besar adalah pemikiran-pemikirannya tentang nasionalisme, demokrasi, pluralisme, pendidikan, perempuan dan agama. Secara garis besar, pemikiran Pram mengenai nasionalisme dikaitkan dengan bentuk Indonesia sebagai negara maritim dan otonomi daerah sebagai bentuk pemerintahannya. Sedangkan pemikirannya tentang demokrasi, Pram berhasil menerapkan kebebasan berpendapat dalam kalangan Lekra yang bertentangan dengan kaum komunis. Mengenai pemikiran pluralisme, Pram bersikap terbuka terhadap persoalan agama dan rasa tau etnis. Kemudian pemikirannya dalam pendidikan, ia mengkritik sistem pendidikan yang memposisikan guru subjek sekaligus objek yang mutlak di dalam kelas.  Untuk pemikirannya mengenai perempuan, Pram menunjukkan bagaimana ia memiliki perhatian yang besar terhadap kaum yang dianggapnya tangguh meski dalam kondisi tertindas.  Semua pemikiran-pemikirannya itu dituangkannya dalam bentuk karya tulis fiksi maupun non-fiksi.

Ciri khas karya-karyanya antara lain mengambil persoalan tema biografi seseorang, kebanyakan menguraikan persoalan sejarah, bertendensi pada kemanusiaan dan nilai-nilai humanis, dan menganut aliran realisme sosial.  Selayaknya kebanyakan sastrawan di Indonesia yang merupakan perokok berat, Pram juga termasuk di dalamnya.  Pram juga merupakan sosok yang humoris dengan berbagai celetukan kata-katanya yang mengundang tawa atau setidaknya segaris senyum.

Pramoedya tidak pernah puas menulis. Ia menulis hingga di usia senjanya.  Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis, walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok. Pada 12 Januari 2006, ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede, Bogor, dan dirawat di rumah sakit. Menurut laporan, Pramoedya menderita diabetes, sesak napas dan jantungnya melemah.

Pada 6 Februari 2006  di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. Pameran bertajuk Pram, Buku dan Angkatan Muda menghadirkan sampul-sampul buku yang pernah diterbitkan di mancanegara. Ada sekitar 200 buku yang pernah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia.

Pada 27 April 2006, Pram sempat tak sadar diri. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa dia ke RS Saint Carolus hari itu juga. Pram didiagnosis menderita radang paru-paru, penyakit yang selama ini tidak pernah menjangkitinya, ditambah komplikasi ginjal, jantung, dan diabetes. Pram hanya bertahan tiga hari di rumah sakit. Setelah sadar, dia kembali meminta pulang. Meski permintaan itu tidak direstui dokter, Pram bersikeras ingin pulang. Sabtu 29 April, sekitar pukul 19.00, begitu sampai di rumahnya, kondisinya jauh lebih baik. Meski masih kritis, Pram sudah bisa memiringkan badannya dan menggerak-gerakkan tangannya.

Kondisinya sempat memburuk lagi pada pukul 20.00. Pram masih dapat tersenyum dan mengepalkan tangan ketika sastrawan Eka Budianta menjenguknya. Pram juga tertawa saat dibisiki para penggemar yang menjenguknya bahwa Soeharto masih hidup. Kondisi Pram memang sempat membaik, lalu kritis lagi. Pram kemudian sempat mencopot selang infus dan menyatakan bahwa dirinya sudah sembuh. Dia lantas meminta disuapi havermut dan meminta rokok. Tapi, tentu saja permintaan tersebut tidak diluluskan keluarga. Mereka hanya menempelkan batang rokok di mulut Pram tanpa menyulutnya. Kondisi tersebut bertahan hingga pukul 22.00.

Setelah itu, beberapa kali dia kembali mengalami masa kritis. Pihak keluarga pun memutuskan menggelar tahlilan untuk mendoakan Pram. Pasang surut kondisi Pram tersebut terus berlangsung hingga pukul 02.00. Saat itu, dia menyatakan agar Tuhan segera menjemputnya. “Dorong saja saya,” ujarnya. Namun, teman-teman dan kerabat yang menjaga Pram tak lelah memberi semangat hidup. Rumah Pram yang asri tidak hanya dipenuhi anak, cucu, dan cicitnya. Tapi, teman-teman hingga para penggemarnya ikut menunggui Pram.

Kabar meninggalnya Pram sempat tersiar sejak pukul 03.00. Tetangga-tetangga sudah menerima kabar duka tersebut. Namun, pukul 05.00, mereka kembali mendengar bahwa Pram masih hidup. Terakhir, ketika ajal menjemput, Pram sempat mengerang, “Akhiri saja saya. Bakar saya sekarang,” katanya. Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun. Ia meninggalkan seorang istri, delapan anak dan lima belas cucu. Ratusan pelayat tampak memenuhi rumah dan pekarangan Pram di Jalan Multikarya II No 26, Utan Kayu, Jakarta Timur. Jenazah dimandikan pukul 12.30 WIB, lalu disalatkan. Setelah itu, dibawa keluar rumah untuk dimasukkan ke ambulans yang membawa Pram ke TPU Karet Bivak. Terdengar lagu Internationale dan Darah Juang dinyanyikan di antara pelayat.

Karya-Karya

> Sepoeloeh Kepala Nica (1946), hilang di tangan penerbit Balingka, Pasar Baru, Jakarta, 1947

> Kranji–Bekasi Jatuh (1947), fragmen dari Di Tepi Kali Bekasi

>Perburuan (1950), pemenang sayembara Balai Pustaka, Jakarta, 1949

> Keluarga Gerilya (1950)

> Subuh (1951), kumpulan 3 cerpen

> Percikan Revolusi (1951), kumpulan cerpen

> Mereka yang Dilumpuhkan (I & II) (1951)

> Bukan Pasar Malam (1951)

> Di Tepi Kali Bekasi (1951), dari sisa naskah yang dirampas Marinir Belanda pada 22 Juli 1947

> Dia yang Menyerah (1951), kemudian dicetak ulang dalam kumpulan cerpen

> Cerita dari Blora (1952), pemenang karya sastra terbaik dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional,  Jakarta, 1953

> Gulat di Jakarta (1953)

> Midah Si Manis Bergigi Emas (1954)

> Korupsi (1954)

> Mari Mengarang (1954), tak jelas nasibnya di tangan penerbit

> Cerita Dari Jakarta (1957)

> Cerita Calon Arang (1957)

> Sekali Peristiwa di Banten Selatan (1958)

> Panggil Aku Kartini Saja (I & II, 1963; bagian III dan IV dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965

> Kumpulan Karya Kartini, yang pernah diumumkan di berbagai media; dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965

> Wanita Sebelum Kartini; dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965

> Gadis Pantai (1962-65) dalam bentuk cerita bersambung, bagian pertama triologi tentang keluarga Pramoedya; terbit sebagai buku, 1987; dilarang Jaksa Agung; jilid kedua dan ketiga dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965

> Sejarah Bahasa Indonesia. Satu Percobaan (1964); dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965

> Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia (1963)

> Lentera (1965), tak jelas nasibnya di tangan penerbit

> Bumi Manusia (1980); dilarang Jaksa Agung, 1981

> Anak Semua Bangsa (1981); dilarang Jaksa Agung, 1981

> Sikap dan Peran Intelektual di Dunia Ketiga (1981)

> Tempo Doeloe (1982), antologi sastra pra-Indonesia

> Jejak Langkah (1985); dilarang Jaksa Agung, 1985

> Sang Pemula (1985); dilarang Jaksa Agung, 1985

> Hikayat Siti Mariah, (ed.) Hadji Moekti, (1987); dilarang Jaksa Agung, 1987

> Rumah Kaca (1988); dilarang Jaksa Agung, 1988

> Memoar Oei Tjoe Tat, (ed.) Oei Tjoe Tat, (1995); dilarang Jaksa Agung, 1995

> Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I (1995); dilarang Jaksa Agung, 1995

> Arus Balik (1995)

> Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II (1997)

> Arok Dedes (1999)

> Mangir (2000)

> Larasati (2000)

> Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (2005)

Penghargaan

> Freedom to Write Award dari PEN American Center, AS, 1988

> Penghargaan dari The Fund for Free Expression, New York, AS, 1989

> Wertheim Award, “for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people”, dari The Wertheim Fondation, Leiden, Belanda, 1995

> Ramon Magsaysay Award, “for Journalism, Literature, and Creative Arts, in recognation of his illuminating with briliant stories the historical awakening, and modern experience of Indonesian people”, dari Ramon Magsaysay Award Foundation, Manila, Filipina, 1995

> UNESCO Madanjeet Singh Prize, “in recognition of his outstanding contribution to the promotion of tolerance and non-violence” dari UNESCO, Perancis, 1996

> Doctor of Humane Letters, “in recognition of his remarkable imagination and distinguished literary contributions, his example to all who oppose tyranny, and his highly principled struggle for intellectual freedom” dari Universitas Michigan, Madison, AS, 1999

> Chancellor’s distinguished Honor Award, “for his outstanding literary archievements and for his contributions to ethnic tolerance and global understanding”, dari Universitas California, Berkeley, AS, 1999

> Chevalier de l’Ordre des Arts et des Letters, dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique, Paris, Perancis, 1999

> New York Foundation for the Arts Award, New York, AS, 2000

> Fukuoka Cultural Grand Prize (Hadiah Budaya Asia Fukuoka), Jepang, 2000

> The Norwegian Authors Union, 2004

> Centenario Pablo Neruda, Chili, 2004

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari sosok Pramoedya Ananta Toer, diantaranya belajar berbangsa dan keindonesiaan, belajar mengarang dan belajar mengenai arti kehidupan.

Sumber:

http://www.kelasindonesia.com/2015/04/perbedaan-antara-prosa-lama-dengan-prosa-baru.html

http://www.gurupendidikan.com/pengertian-prosa-lama-dan-baru-beserta-contohnya-lengkap/

https://masipunk1.blogspot.co.id/2016/03/pengertian-perbedaan-biografi-dan.html

http://apaperbedaan.com/biografi-dan-autobiografi/

http://duniaevira.blogspot.co.id/2012/05/biografi-singkat-pramoedya-ananta-toer.html

http://biografi-penulis.blogspot.co.id/2015/04/biografi-pramoedya-ananta-toer.html

Puisi dan Contohnya

“PUISI”

Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan. Maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya. Dibalik kata-katanya yang padat, ekonomis, dan sukar dicerna maknanya itu, puisi berisi potret kehidupan manusia. Puisi menyuguhkan kepada kita suasana-suasana dan peristiwa-peristiwa kehidupan manusia dan juga dalam kaitan kehidupannya dengan alam dan Tuhan. Ia merupakan hasil penghayatan dan pengalaman penyair terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan Tuhan yang dieskpresikannya melalui bahasa yang artistik.Puisi dapat menggambarkan apa saja yang ingin disampaikan oleh penulis. Ada puisi yang menggambarkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar, ada puisi yang menggambarkan suasana hati dari sang penulis, ada puisi yang menggambarkan pengalaman, kisah pribadi dari sang penulis, ada puisi yang menggambarkan cerita hidup seseorang, dan masih banyak lagi.

Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:

  • Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb. Sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
  • Kata-kata yang ambiguitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
  • Kata-kata yang berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
  • Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
  • Pengulangan yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut:

  1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia. Perekaman dan penyampaian dan penyampaian pengalaman disebut “pengalaman perwakilan”. Berarti manusia memiliki salah satu kebutuhan hidupnya dari sekedar pengalaman langsung yang terbatas.
  2. Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual. Dengan membaca puisi manusia diajak untuk menjenguk hati dan pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri.
  1. Puisi dan keinsyafan sosial. Puisi memberitahukan manusia sebagai mahluk sosial yang terlibat dalam isu dan problem sosial.

Secara imajinatif puisi menafsirkan situasi dasar manusia sosial berupa:

  1. Penderitaan atas ketidakadilan.
  2. Perjuangan untuk kekuasaan.
  3. Konflik dengan sesamanya.
  4. Pemberontakan kepada hukum Tuhan.

Puisi sarat akan nilai etika, estetika dan kemanusiaan. Nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi adalah Cinta Kasih yang didalamnya terdapat kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan.

Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.

“Contoh Puisi yang berisikan kecintaan sebagai mahasiswa Universitas Gunadarma”

Beranda Ilmu

Karya : Silvia P.

.

Layaknya senja

telah berpulang di kaki langit

Jingganya memudar temukan gelap

Teduhnya tersayup di bibir malam

Seraya seragam

telah luntur dalam balutan raga

.

Jauh telah sang kaki pergi

Tak memijak alam letaknya kecil berlari

Lapang telah sejak tubuh berdiri

Di hampar para pemimpi berevolusi

.

Di sini…

Mimpi mulai berkecambah meninggi

Teori-teori terbingkis rapi

dijajakkan pada bentangan kursi-kursi

Pemimpi menengadah dalam

sapaan kerak dan logika

Etape konstan di garisnya zaman

.

Sebab udara yang terhembus

layaknya logaritma pada mimpiku

Setiap daun yang terlambai

seraya kiasan eksak di derai citaku

Setiap sudut dalam himpun ruang ini

tersapa ilmu para pemimpi

.

Di sini…

Harapan telah berspora

Mimpi menjajaki tingkatnya

Aku berproses di dalamnya

Letak ekspresi mahasiswa

sebuah beranda ilmu

telah tertahta Universitas Gunadarma

 

sumber:

http://intan5957.blogspot.co.id/2014/10/ilmu-budaya-yang-dihubungkan-dengan-puis.html

Kebudayaan Bangsa Timur Indonesia dan Unsur Kebudayaan menurut C. Kluckhohn

A. Kebudayaan Bangsa Timur Indonesia 

Arti Kata Budaya Timur

Budaya Timur: keseluruhan cara hidup, cara berpikir, dan pandangan hidup bangsa-bangsa di belahan bumi bagian timur (Asia).

Manusia dimuka bumi ini mendiami wilayah yang berbeda, ada yang mendiami wilayah timur, wilayah barat dan wilayah timur tengah. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Negara Indonesia termasuk ke dalam bangsa timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang-orang dari wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa timur karena mereka senang dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualis dan saling tolong menolong.

Kepribadian bangsa Timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi. Kepribadian bangsa timur, kita tinggal di Indonesia termasuk ke dalam bangsa timur, dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Di dunia bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Penjabaran kebudayaan bangsa timur Indonesia adalah sebagai berikut:

Kepribadian Bangsa Timur Indonesia

  • Ramah (Hospitality)

Maksud dari sifat tersebut menunjukkan bahwa bangsa timur memiliki sifat yang ramah dan sopan serta mudah bersosialisasi dengan bangsa lainnya. Sikap peduli terhadap lingkungan sekitar membuat bangsa timur mudah bergaul, berbeda dengan bangsa barat yang cenderung hidup lebih individualis.

  • Pekerja Keras (Hardworking)

Pekerja keras merupakan sifat yang tidak bisa dianggap remeh. Bangsa timur dikenal dengan orang-orangnya yang tidak mudah menyerah, rajin, dan bersungguh-sungguh saat melakukan sesuatu apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan.

  • Agamis & Berbudi Pekerti Luhur (Religius & Well-cultured)

Bangsa timur juga terkenal karena keragaman ras dan kebudayaan. Tidak hanya menang kuantitas, hal utama yang menjadi pedoman hidup bangsa timur adalah tradisi dan agama. Karena keterikatan dengan adat dan budaya menjadikan pembatas individu-individu bangsa timur untuk mencapai potensi maksimalnya.

  • Menghormati yang lebih Tua (Respect for Elders)

Bangsa timur dikenal dengan kesopanannya dan menjunjung tinggi norma kesopanan. Adat yang berlaku di lingkungaan bangsa timur sangat berpengaruh terhadap kesopanan orang-orangnya. Bangsa timur timur sangat menghormati orang yang lebih tua, mulai dari sikap, perilaku, maupun tutur kata nya.

  • Rajin (Diligent)

Bangsa timur dikenal pekerja keras dan rajin yang  menyebabkan bangsa timur cerdas dan pantang menyerah.

  • Menjunjung Tinggi Norma (Attached to Norms)

Bangsa timur dikenal amat menjunjung tinggi norma-norma. Bangsa timur cenderung judgemental menyangkut hal-hal yang bertentangan dengan norma.

  • Ikatan Kekeluargaan yang Kuat (Strong Family Ties)

Kebanyakan orang-orang bangsa timur sangat bergantung pada keluarganya. Keluarga menjadi faktor utama dalam hal mempertimbangkan banyak hal seperti urusan jodoh dan karir.

B. Unsur Kebudayaan Menurut Clyde Kluckhohn 

Mempelajari unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah kebudayaan sangat penting untuk memahami kebudayaan manusia. C. Kluckhohn dalam bukunya yang berjudul Universal Categories of Culture (dalam Gazalba, 1989: 10), membagi sistem kebudayaan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal atau disebut dengan cultural universal. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut adalah :

  1. Bahasa

Bahasa merupakan produk manusia sebagai homo languens.  Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam kebudayaan, bahasa menjadi unsur penting karena fungsinya. Fungsi dari bahasa adalah sebagai alat komunikasi anggota masyarakat sehingga mereka dapat berinteraksi satu sama lain. Tanpa bahasa, sebuah kebudayaan tidak akan tercipta karena hakikatnya kebudayaan dapat diciptakan setelah adanya interaksi dari masyarakatnya. Bahasa dapat berupa bahasa lisan maupun tulisan. Bahasa juga memegang peran sebagai identitas dari suatu suku bangsa. Misalnya: Bahasa daerah Jawa, Bahasa Indonesia, Bahasa Korea, Bahasa Thailand, Bahasa Jepang, dsb.

  1. Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang dapat diketahui, diterima dan dipahami oleh manusia dalam penggunaan panca indranya. Pada setiap kebudayaan, ilmu pengetahuan menjadi hal penting karena dengan sistem inilah suatu kebudayaan akan bertahan. Kemudian, sistem ilmu pengetahuan antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya sangat berbeda. Misalnya, ilmu astronomi yang dimiliki masyarakat pesisir pantai akan lebih baik daripada masyarakat yang tinggal di pegunungan.

Sistem Pengetahuan dapat dibedakan menjadi:

  • Pengetahuan tentang alam
  • Pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan
  • Pengetahuan tentang tubuh manusia
  • Pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia
  • Pengetahuan tentang ruang dan waktu

Saat ini ilmu pengetahuan telah berkembang dengan pesat, muncul dalam beragam bentuk. Contohnya Matematika, Kimia, Ekonomi, dsb.

  1. Sistem  Organisasi Kemasyarakatan

Sistem organisasi kemasyarakatan merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sebagai makhluk sosial akan selalu hidup bersama dengan orang lain untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Untuk mencapai tujuan-tujuan hidup tertentu yang tidak dapat dicapai sendiri, manusia bersama-sama dengan manusia lain dalam masyarakat akan membentuk perkumpulan atau organisasi sosial. Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk masyarakat  baik formal maupun non-formal (berbadan hokum maupun tidak berbadan hokum).

Berdasarkan bidang kegiatannya, organisasi sosial di masyarakat dibedakan menjadi:

  • Organisasi Sosial di bidang Pendidikan, misalnya sekolah, lembaga pelatihan, LPK, dll.
  • Organisasi Sosial di bidang Kesejahteraan Sosial, misalnya Panti Asuhan, Panti Jumpo, dll.
  • Organisasi Sosial di bidang Kesehatan, misalnya Rumah Sakit, Balai Pengobatan.
  • Organisasi Sosial di bidang Keadilan, misalnya LBH.
  1. Sistem Perlengkapan Hidup dan Teknologi

Sistem perlengkapan hidup dan teknologi manusia merupakan produk manusia sebagai homo faber. Perlengkapan hidup merupakan semua sarana dan prasarana yang digunakan oleh manusia dalam setiap proses kehidupan terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Teknologi merupakan cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan.

Teknologi yang berkembang di masyarakat dan berfungsi sebagai peralatan dan perlengkapan hidup diantarannya adalah:

  • Alat-alat Produktif
  • Senjata
  • Wadah
  • Alat-alat menyalakan api
  • Makanan
  • Pakaian
  • Tempat Berlindung dan Perumahan
  • Alat-alat Transportasi

Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Peralatan hidup dan teknologi diciptakan manusia untuk mempermudah mereka untuk hidup. Dengan seperti itu, kebudayaan masyarakat yang mempunyai teknologi yang lebih canggih akan sangat berbeda dengan kebudayaan di masyarakat yang masih menggunakan alat sederhana.

  1. Sistem Ekonomi atau Mata Pencaharian Hidup

Sistem ekonomi atau mata pencaharian hidup yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus. Sistem mata pencaharian hidup yang termasuk dalam unsur budaya universal terfokus pada mata pencaharian masyarakat tradisional, diantaranya:

  • Berburu dan Meramu
  • Beternak
  • Bercocok tanam di Ladang
  • Menangkap Ikan

Mata pencaharian dan ekonomi masyarakat akan mempengaruhi kebudayaan yang akan terbentuk di sana. Misalnya, kebudayaan para petani akan berbeda dengan kebudayaan para nelayan.

  1. Sistem Religi dan Upacara Keagamaan

Sistem religi dan upacara keagamaan merupakan produk manusia sebagai homo religius. Manusia memiliki aspek spritual dalam kehidupannya. Semua aktivitas manusia yang berkaitan dengan kepercayaan atau agama didasarkan pada suatu getaran jiwa, yang disebut emosi keagamaan (religius emotion). Emosi keagamaan inilah yang membuat manusia melakukan tindakan yang bersifat keagamaan. Setiap kebudayaan, sistem kepercayaan atau religi menjadi sistem yang paling penting karena bisa menentukan setiap aturan yang ada di dalam masyarakat tersebut.

Contoh : masyarakat Hindu yang mengagungkan hewan sapi, sedangkan dalam masyarakat lainnya tidak. Bahkan, untuk masyarakat yang tidak mempercayai adanya Tuhan pun, mereka masih mempunyai sistem ini.

  1. Kesenian

Kesenian merupakan hasil dari manusia dalam keberadaannya sebagai homo esteticus. Setiap kebudayaan pasti identik dengan kesenian. Kesenian adalah cara manusia mengekspresikan perasaannya dengan mengutamakan nilai-nilai keindahan. Kesenian menjadi penting, sebab dengan melihat kesenian dari suatu kelompok, seseorang dapat dengan muda menghubungkannya dengan suatu kelompok suku bangsa.

Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional adalah wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern adalah film, lagu, dan koreografi.

Karena sifat universalnya, suatu masyarakat seprimitif apapun kebudayaannya, tetap memliki ketujuh unsur budaya yang telah disebutkan. Yang membedakan hanya tingkat kekompleksitasannya. Semakin modern kebudayaan suatu masyarakat, tujuh unsur kebudayaan ini semakin berkembang. Keterkaitan satu sama lain juga makin rumit.

Sumber:

https://hakkajiten.wordpress.com/index/ilmu-budaya-dasar/kepribadian-bangsa-timur/

http://ips-mrwindu.blogspot.co.id/2015/03/unsur-unsur-budaya-universal.html

https://zzzfadhlan.wordpress.com/2014/04/22/7-unsur-kebudayaan-universal-menurut-c-kluckhohn/

Tujuan dan Pengertian Ilmu Budaya Dasar | Id, Ego, Super ego

Tujuan Ilmu Budaya Dasar:

A. Dilihat dari sudut pandang mahasiswa

  1. Menjadikan bangsa kita berjiwa Pancasila, sehingga semua keputusan mencerminkan pengamalan nilai pada Pancasila. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak terjerumus kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku.
  2. Memperluas pandangan tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya maupun yang menyangkut dirinya sendiri sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup.
  3. Menyadarkan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat sehingga mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mendukung dan mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang yang luhur nilainya.
  4. Agar lebih tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya sehingga dapat bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia.
  5. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya agar lebih mampu berdialog dan lancar dalam berkomunikasi dalam memperlancar pelaksanaan pembangunan di berbagai bidang dan mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun serta mampu memenuhi tuntutan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Dharma Pendidikan.

 

Pengertian Ilmu Budaya Dasar (IBD)

IBD (Ilmu Budaya Dasar) terdiri dari tiga suku kata yang berbeda membentuk satu kalimat yang digabung membentuk satu definisi khusus yaitu Ilmu, Budaya, dan Dasar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi Ilmu, Budaya, dan Dasar yakni sebagai berikut:

  1. Ilmu
    Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.
  2. Budaya
    Budaya adalah pikiran atau akal budi manusia.
  3. Dasar
    Dasar adalah pokok atau pangkal suatu pendapat (ajaran atau aturan) atau asas.

Secara umum,  Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang mempelajari tentang dasar-dasar kebudayaan di negara tersebut. Ilmu Budaya Dasar berasal dari kata “The Humanities” dalam bahasa Latin humanus berarti manusia, berbudaya dan halus. Ilmu Budaya Dasar mempelajari tentang aspek nilai-nilai kebudayaan dan norma–norma yang ada di suatu negara tersebut. Dengan demikian, manusia sebagaihomo humanus (manusia yang memiliki jiwa berbudaya).

B. Budaya menurut para ahli

Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli Barat :

  1. Burnett Tylor dalam buku “Primitif Culture”, bahwa kebudayaaan adalah keseluruhan yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat.
  2. Linton dalam buku “The Cultural Background of Personality’’, bahwa kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku dan hasil laku yang unsur–unsur pembentukan didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu.
  3. Dawson dalam buku “Age of the Gods”, mengatakan bahwa kebudayaan adalah cara hidup bersama (culture is common way of life).
  4. Melville J. Herskovits mendenifisikan kebudayaan sebagai “man made part of the environtment” (bagian dari lingkungan buatan manusia). Kebudayaan sebagai sesuatu yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
  5. Ralph Linton (1893 – 1953) seorang antropolog Amerika menyatakan kebudayaan adalah “Man’s social heredity” (sifat sosial manusia yang temurun).
  6. Klukhohn dan W.H. Kelly : Kebudayaan adalah sebagai hasil tanya jawab dari para ahli antropologi, sejarah, hukum, psikologi yang implisit dan eksplisit, rasional, irasional terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman yang potensial bagi tingkah laku manusia.
  7. P.H. Dryvendak : Kebudayaan adalah kumpulan dari cetusan jiwa manusia sebagai yang beranekaragam berlaku dalam suatu masyarakat tertentu.
  8. Jacobs dan B.J. Stern : Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda yang semuanya merupakan warisan sosial.
  9. K. Kupper : Kebudayaan adalah sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengaruh bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
  10. William H. Haviland : Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat diterima oleh semua masyarakat.
  11. Francis Merill : Kebudayaan adalah pola–pola perilaku yang dihasilkan oleh interaksi sosial. Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh seorang sebagai anggota suatu masyarakat yang melalui interaksi simbolis.
  12. Bounded et.al : Kebudayaan merupakan sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol–simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian-rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya budaya antara para anggota suatu masyarakat. Pesan–pesan tentang kebudayaan yang diharapkan dapat ditemukan didalam media pemerintahan, institusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.
  13. Mitchel (dictionary of soribology) : Kebudayaan merupakan sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar dialihkan secara genetikal.
  14. Robert H. Lowie : Kebudayaan merupakan segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat-istiadat, norma–norma artistik, kebiasaan makan, keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal dan informal.
  15. Bronislaw Malinowski : Kebudayaan adalah keseluruhan kehidupan manusia yang integral yang terdiri dari berbagai peralatan dan barang-barang konsumen, berbagai peraturan untuk kehidupan masyarakat, ide-ide dan hasil karya manusia, keyakinan dan kebiasaan manusia.

Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli Indonesia :

  1. Dr. Koentjaraningrat : Kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatnya dengan belajar dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.
  2. Sultan Takdir Alisyahbana : Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.
  3. Moh. Hattta : Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
  4. Mangunsarkoro : Kebudayaan adalah segala yang bersifat hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas–luasnya.
  5. Sidi Gazalba : Kebudayaan adalah cara berpikir dan merasa menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari golongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu.
  6. Ki Hajar Dewantara : Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran dalam hidup dan penghidupan guna mencapai keselamatan  dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
  7. Arkeolog R. Seokmono : Kebudayaan adalah keseluruhan hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa pikiran dan dalam hidup.
  8. Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi : Kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
  9. M.M. Djojodiguno dalam buku “Asas–asas Sosiologi (1958)”,kebudayaan/budaya adalah daya dari budi, yang berupa cipta, rasa, dan karsa. a) Cipta : Ilmu pengetahuan, yang bersumber dari pengalaman lahir dan batin. b) Karsa : Norma–norma keagamaan/kepercayaan, yang bersumber dari “sangkan (lahir) dan paran (mati)”. c) Rasa : Norma keindahan yang menghasilkan kesenian, yang bersumber dari keindahan dan menolak keburukan atau kejelekan.

C. Id, Ego, dan Superego 

Id, Ego, dan Superego

Sigmund Freud membagi kepribadian menjadi tiga buah elemen. Ketiga unsur kepribadian itu dikenal sebagai id, ego dan superego. id, ego dan superego bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks.Ketiga hal ini akan membantu manusia untuk beradaptasi dengan lingkungan hidupnya.

Id

Id merupakan satu-satunya komponen kepribadian yang ada sejak lahir. Aspek ini sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. Freud mengatakan bahwa sumber segala energi psikis dan komponen utama kepribadian adalah id. Id didorong oleh prinsip kesenangan, dimana mencari kepuasan segera dari semua keinginan dan kebutuhan yang ada. Jika kebutuhan ini tidak segera terpuaskan, maka akan timbul rasa kecemasan. Id beroperasi berdasarkan prinsip kenikmatan (pleasure principle), yaitu berusaha memperoleh kenikmatan dan menghindari rasa sakit. Plesure principle diproses dengan dua cara :

  1. Tindak Refleks (Refleks Actions)

Adalah reaksi otomatis yang dibawa sejak lahir seperti mengejapkan mata dipakai untuk menangani pemuasan rangsang sederhana dan biasanya segera dapat dilakukan.

  1. Proses Primer (Primery Process)

Adalah reaksi membayangkan/mengkhayal sesuatu yang dapat mengurangi atau menghilangkan tegangan –-dipakai untuk menangani stimulus kompleks, seperti bayi yang lapar membayangkan makanan atau puting ibunya.

Id hanya mampu membayangkan sesuatu, tanpa mampu membedakan khayalan itu dengan kenyataan yang benar-benar memuaskan kebutuhan. Id tidak mampu menilai atau membedakan benar-benar salah, tidak tahu moral. Alasan inilah yang kemudian membuat id memunculkan ego.

Contoh:

  1. Ketika masih bayi saat ia buang air besar atau kecil popoknya akan basah dan muncul perasaan tidak nyaman, perasaan tidak nyaman tersebut akan keluar dalam bentuk menangis. Sang bayi akan terus menangis hingga popoknya tidak lagi basah dan perasaan tidak nyaman tersebut akan hilang dengan sendirinya.
  2. Peningkatan rasa lapar atau haus akan menghasilkan upaya secepatnya untuk makan atau minum. jadi sangat penting dalam hidup dari awal karena memastikan bahwa kebutuhan bayi terpenuhi. Jika bayi lapar atau tidak nyaman, ia akan menangis sampai tuntutan id terpenuhi.

Ego

Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggungjawab untuk menangani realitas. Menurut Freud, ego tebentuk pada struktur kepribadian individu sebagai hasil kontak dengan dunia luar. Adapun proses yang dimiliki dan dijalankan ego adalah upaya memuaskan kebutuhan atau mengurangi tegangan oleh individu.

Di dalam id dan ego sering terjadi konflik karena ego menghambat proses perefleksian naluri-naluri yang berasal dari id. Menghambat di sini dalam artian, ego tidak menghambat naluri-naluri yang baik dan layak untuk direfleksikan ke dalam kehidupan nyata. Namun, ego berusaha menghambat naluri-naluri yang tidak layak untuk dan tidak dapat diterima oleh lingkungan

Fungsi Ego:

  1. Menahan menyalurkan dorongan
  2. Mengatur desakan dorongan-dorongan yang sampai pada kesadaran
  3. Mengarahkan suatu perbuatan agar mencapai tujuan yang diterima
  4. Berfikir logis
  5. Mempergunakan pengalaman emosi-emosi kecewa sebagai tanda adanya suatu yang salah, yang tidak benar agar kelak dapat dikategorikan dengan hal lain untuk memusatkan apa yang akan dilakukan sebaik-baiknya.

Contoh:

  1. Dalam pertandingan sepakbola, Tak jarang kita lihat ada pemain yang bersitegang terutama apabila terjadi pelanggaran. Ketika bersitegang, sikap yang ditunjukkan para pemain Eropa akan berbeda dengan sikap yang diperlihatkan para pemain Indonesia. Dalam kebanyakan pertandingan Liga Eropa yang kita saksikan di televisi, apabila pemain saling bersitegang mereka beradu mulut dan bahkan saling berhadapan. Mata melotot dan urat-urat leher pun tampak menjadi tegang. Namun, setelah melampiaskan kekesalan dan amarah masing-masing, mereka pun bisa segera melanjutkan pertandingan dengan baik. Adapun di Indonesia, tak jarang kita menyaksikan persitegangan antara dua pemain, namun merembet pada pemain lain sehingga menyebabkan perkelahian massal antarpemain.
  2. Bila manusia lapar dan dia tidak mendapati makanan, maka ia akan mencari tempat dimana sekiranya ia akan menemukan makanan.

Superego

Komponen terakhir yang muncul adalah superego. Superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang diperoleh dari orang tua dan masyarakat, yang dirasa benar dan salah. Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian.

Superego terbagi menjadi dua bagian, yaitu ideal ego dan hati nurani.

  1. Ideal ego mencakup aturan dan standar untuk berperilaku baik. Perilaku ini termasuk orang yang disetujui oleh figur otoritas seperti orangtua. Dengan mematuhi aturan-aturan ini menimbulkankan perasaan bangga, nilai dan prestasi
  2. Hati nurani mencakup informasi tentang hal-hal yang dianggap buruk oleh orang tua dan masyarakat. Perilaku ini sering dilarang dan menyebabkan buruk, konsekuensi atau hukuman perasaan bersalah dan penyesalan.

Superego bertindak untuk menyempurnakan dan membudayakan perilaku kita. Ia bekerja untuk menekan semua tindakan yang tidak dapat diterima dan mendesak id agar ego bertindak atas standar idealis pada prinsip-prinsip realistis. Superego hadir dalam sadar, prasadar dan tidak sadar.

Fungsi superego :

  1. Merintangi implus-impuls id, contoh impulsek dan agresif, karena impuls tersebut tidak diterima masyarakat.
  2. Mendorong ego untuk menggantikan tujuan-tujuan realistis dengan tujuan moralitas.
  3. Mengejar kesempurnaan.

Contoh:

  1. Bila manusia lapar kemudian ia mencari makanan dan menemukannya, maka ia tidak akan mengambil makanan tersebut karena makanan tersebut bukan miliknya.

Interaksi dari Id, Ego dan Superego

Dengan kekuatan bersaing begitu banyak, mudah untuk melihat bagaimana konflik mungkin timbul antara ego, id dan superego. Freud menggunakan kekuatan ego istilah untuk merujuk kepada kemampuan ego berfungsi meskipun kekuatan-kekuatan duel. Seseorang dengan kekuatan ego yang baik dapat secara efektif mengelola tekanan ini, sedangkan mereka dengan kekuatan ego yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menjadi terlalu keras hati atau terlalu menganggu. Menurut Freud, kunci kepribadian yang sehat adalah keseimbangan antara id, ego, dan superego.

Contoh kasus interaksi antara Id, Ego dan Superego:

  1. Silvia memiliki janji dengan Anlley untuk pergi jalan-jalan ke mall pada hari ini, akan tetapi ia belum menyelesaikan tugasnya yang harus dikumpulkan besok. Id akan mendesak untuk pergi ke mall terlebih dahulu dan menyelesaikan tugasnya sepulangnya mereka dari mall. Superego akan mendesak untuk mengerjakan tugas terlebih dahulu baru pergi ke mall kemudian, namun apabila sudah terlalu malam, maka pergi ke mallnya ditunda menjadi lain hari atau tidak pergi ke mall sama sekali. Ego adalah pengambil keputusan diantara keduanya, yaitu antara id dan superego. setelah ia menimbang untung dan ruginya dari kedua pilihan yang ada, ia lalu bertindak berdasarkan keputusan yang ia pilih yaitu menyelesaikan tugas terlebih dahulu baru pergi ke mall.
  2. Dina menemukan makanan, namun makanan tersebut bukan miliknya, maka Dina akan kembali menggunakan Egonya untuk melakukan transaksi logis dengan berusaha menjadikan makanan tersebut ‘miliknya’ dengan tetap mempertimbangkan Superego. Pada akhirnya, Dina akan dapat memenuhi Id laparnya dengan melakukan Ego tanpa melanggar Superego. Contoh dari interaksi ketiga unsur tersebut adalah Dina akan membeli makanan tersebut atau meminta ijin untuk memakan-makanan tersebut dan memuaskan laparnya.
  3. Pada sebuah toko Ani melihat, menyukai, dan ingin memiliki barang tersebut akan tetapi harga barang tersebut cukup mahal. Ani mengurungan niatnya untuk membeli barang itu.  Temannya, Dina, menganjurkan untuk mengambil barang milik teman kampusnya yang akrab dengannya. Kemudian setelah barang itu dicuri olehnya, Ani dapat menjualnya dan mendapatkan keuntungan yang besar dan dapat membeli barang yang ia inginkan. Ani mempertimbangankan cara tersebut. Id nya adalah ketika Ani menginginkan dan ingin sekali memliki  barang tersebut. Egonya ketika suara hatinya berkata antara mencuri atau tidak mencuri. Super egonya ketika Ani berpikir takut akan dosa.